BGN Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Berlanjut Saat Ramadan 1446 H
Ilustrasi AI makan bergizi gratis (batamnews)
Jakarta, Batamnews – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa siswa-siswi tetap dapat menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan 1446 H/2025 mendatang.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa makanan dalam program tersebut akan dibawa pulang oleh anak-anak untuk disantap saat berbuka puasa.
"Nanti, pada saat bulan Ramadan itu tidak pakai ompreng (tempat menaruh makanan). Tetapi ada kemasan makanan yang dibawa pulang untuk dimakan saat buka puasa," ujar Dadan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 26 Januari 2025.
Baca juga: Indomie Rasa Soto Mie dan Ayam Bawang Ditarik di Australia, Ini Penyebabnya
Dadan menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis tidak akan dihentikan meski memasuki bulan Ramadan. Ia menjelaskan bahwa makanan yang diberikan akan disesuaikan agar bisa dikonsumsi saat berbuka puasa.
"Saya sudah umumkan bahwa makan bergizi tetap dilakukan pada bulan Ramadan. Bagi anak sekolah, makanannya akan dibawa pulang, sedangkan bagi santri di pesantren, mereka akan menerima makanan bergizi untuk berbuka puasa," katanya.
Selain itu, menu dalam program Makan Bergizi Gratis akan mengalami perubahan selama bulan Ramadan. Menurut Dadan, hal ini bertujuan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi berpuasa.
"Jenis makanannya pun akan berbeda. Bukan lagi seperti menggunakan ompreng, tetapi dikemas dengan lebih sesuai untuk berbuka puasa," jelasnya.
Baca juga: Kenali Gejala Chikungunya, Penyakit yang Ditularkan oleh Nyamuk Aedes Albopictus
Lebih lanjut, Dadan menyebutkan bahwa khusus bagi pesantren, akan disediakan dapur yang terstandarisasi guna menjaga kebersihan serta kualitas penyajian makanan bergizi gratis.
"Bagi santri yang tinggal dan memasak di pesantren, makanan bergizi akan diberikan langsung saat waktu berbuka," tambahnya.
Dengan kebijakan ini, BGN memastikan bahwa program MBG tetap berjalan selama Ramadan, guna mendukung kebutuhan gizi anak-anak sekolah dan santri di seluruh Indonesia.

Komentar Via Facebook :