Minyak Jelantah Laku Dijual, Dapatkan Bonus di Aplikasi MyPertamina
Penjual Minyak Jelantah.
Batam, Batamnews - Siapa sangka, minyak jelantah yang biasanya kita buang begitu saja ternyata bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan uang dan mendukung lingkungan? PT Pertamina Patra Niaga, anak usaha Pertamina, kini menghadirkan program menarik bernama Green Movement UCO (Used Cooking Oil).
Melalui program ini, masyarakat bisa menjual minyak jelantah bekas memasak dengan harga Rp6.000 per liter dan mendapatkan bonus poin di aplikasi MyPertamina!
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menjelaskan bahwa minyak jelantah yang terkumpul akan diolah menjadi biofuel, seperti HVO (Hydro Treated Vegetable Oil) dan SAF (Sustainable Aviation Fuel).
Ini bukan hanya membantu mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga berkontribusi pada solusi energi yang lebih ramah lingkungan.
Di Indonesia, penggunaan minyak goreng di rumah tangga mencapai 2,66 juta ton per tahun. Bayangkan jika semua minyak bekas ini dapat dimanfaatkan dengan baik, dampaknya pasti luar biasa besar bagi lingkungan.
Oleh karena itu, program ini hadir untuk mengelola dan mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat.
Untuk bergabung dalam program ini sangat mudah. Masyarakat cukup mengumpulkan minyak jelantah dan membawa ke UCollect Box yang tersedia di enam lokasi, seperti Kantor Pertamina Patra Niaga Jakarta Pusat, RS Pertamina Pusat Jakarta Selatan, dan beberapa SPBU di Jakarta, Bandung, serta Tangerang Selatan.
Sejak diluncurkan pada 21 Desember 2024, program ini telah berhasil mengumpulkan 1.162 liter minyak jelantah.
Selain dapat dijual ke Pertamina, minyak jelantah juga bisa diolah menjadi produk lain yang berguna, seperti sabun cuci ramah lingkungan, lilin aromaterapi, pelumas alami, hingga biodiesel skala kecil yang cocok untuk mesin diesel sederhana.
Manager Komunikasi, Relasi, dan CSR Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Ahad Rahedi, menambahkan bahwa program ini akan terus dievaluasi dan berencana untuk memperluas lokasi pembelian minyak jelantah ke Provinsi Bali.
Baca juga: Penangkaran Ribuan Buaya di Pulau Bulan Jebol, Ratusan Buaya Diduga Lepas ke Perairan Batam
“Peluang perluasan (pembelian minyak jelantah) itu ada sambil terus kami evaluasi,” ujar Ahad Rahedi, dihubungi di Denpasar, Bali, Rabu.
Dengan mengumpulkan dan mengolah minyak jelantah, masyarakat tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan tetapi juga bisa mendapatkan manfaat ekonomi.
Jadi, mulai sekarang jangan buru-buru buang minyak jelantah! Kini, Anda bisa berperan aktif dalam menjaga lingkungan sambil mendapatkan cuan!

Komentar Via Facebook :