Fenomena Waterspout Terjadi di Tepi Laut Tanjungpinang, Warga Diminta Waspada

Fenomena Waterspout Terjadi di Tepi Laut Tanjungpinang, Warga Diminta Waspada

Tangkapan layar video BMKG Tanjungpinang.

Nurjali

Tanjungpinang, Batamnews – Fenomena alam yang dikenal dengan sebutan waterspout atau angin puting beliung kembali terlihat di perairan Tanjungpinang, tepatnya di kawasan Senggarang, Selasa, 19 November 2024. 

Kejadian ini sempat menjadi viral di media sosial setelah video pusaran angin yang berputar terlihat di perairan ibu kota Provinsi Kepulauan Riau tersebut.

Waterspout adalah fenomena alam berupa kolom angin berputar yang terjadi di atas permukaan air, seperti laut, danau, atau sungai. 

Fenomena ini terbentuk akibat adanya perbedaan suhu antara air dan udara di atasnya, yang menciptakan zona peralihan. Zona ini menyebabkan udara hangat dan lembap naik serta berputar karena perbedaan tekanan dan kecepatan angin.

Baca juga: Dua Mobil Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas di Tanjakan Simpang Perla Tanjungpinang

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang mengungkapkan bahwa adanya indikasi kemunculan awan cumulonimbus (CB) di sekitar perairan Senggarang antara pukul 13.00 hingga 15.00 WIB pada hari kejadian. 

Awan CB merupakan jenis awan yang berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem, termasuk puting beliung atau waterspout di wilayah perairan.

Petugas BMKG Tanjungpinang, Miranda Putri Permatasari, menjelaskan bahwa fenomena puting beliung yang terjadi kemungkinan besar disebabkan oleh adanya awan CB tersebut. 

Meskipun begitu, ia menambahkan bahwa tidak setiap keberadaan awan CB menyebabkan fenomena seperti ini, tergantung pada kondisi atmosfer yang ada.

“Foto atau video yang beredar di media sosial kemungkinan besar menunjukkan fenomena waterspout yang diakibatkan oleh awan CB,” ujarnya pada Rabu, 20 November 2024. 

Ia juga menegaskan bahwa kejadian serupa tidak dapat diprediksi dengan pasti setiap kali awan CB muncul.

Baca juga: Peringatan BMKG: Prakiraan Cuaca Wilayah Tanjungpinang dan Bintan 21 November 2024

Di sisi lain, Kepala BPBD Tanjungpinang, Muhammad Yamin, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat fenomena angin puting beliung tersebut. 

Meski begitu, ia tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dengan kondisi cuaca yang berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi.

“BPBD Kota Tanjungpinang mengimbau agar selalu berhati-hati, terutama jika air laut pasang tinggi, karena itu dapat menyebabkan munculnya hewan berbisa. Selain itu, bagi mereka yang beraktivitas di laut, penting untuk memperhatikan kondisi cuaca seperti ombak, angin, hujan lebat, dan angin ribut,” tutur Yamin.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :