Ribuan Pekerja di Batam Siap Turun ke Jalan Tolak Program Tapera

Ribuan Pekerja di Batam Siap Turun ke Jalan Tolak Program Tapera

Aksi buruh di Kota Batam beberapa waktu yang lalu. (Dok. Batamnews)

Batam, Batamnews - Ribuan pekerja yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Batam berencana menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada Rabu 12 Juni 2024 di Kantor Wali Kota Batam untuk menolak rencana penerapan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) oleh pemerintah pusat.

Yafet Ramon, Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam, menegaskan, "Kami akan turun ke jalan dan menyuarakan penolakan Tapera." Aksi akan dimulai dari Halte Panbil dengan estimasi massa mencapai 1.000 orang.

Tapera adalah program tabungan wajib bagi pekerja untuk mengumpulkan dana demi kepemilikan rumah. Dalam program ini, pekerja diwajibkan menyisihkan 2,5% dari gaji mereka, sementara perusahaan hanya berkontribusi 0,5%.

Baca juga: Kisah Perjuangan Wahyu, Penjual Buah di Pasar Kaget Batam

Yafet menjelaskan empat alasan utama penolakan Tapera. Pertama, ketidakjelasan program. "Belum ada kejelasan apakah buruh akan otomatis mendapatkan rumah setelah bergabung dengan Tapera. Jika dipaksakan, ini bisa merugikan buruh," ujarnya.

Kedua, iuran tidak realistis. Dengan upah rata-rata buruh Rp3,5 juta per bulan, iuran 3% (Rp105 ribu/bulan) tidak akan cukup untuk membeli rumah dalam 10-20 tahun mendatang.

Ketiga, beban pekerja bertambah. Dalam lima tahun terakhir, daya beli buruh turun 30%. Potongan Tapera akan semakin memberatkan.

Keempat, tanggung jawab negara diabaikan. Yafet menekankan penyediaan perumahan adalah tanggung jawab negara, bukan beban pekerja semata.

Penolakan Tapera di Batam mencerminkan keresahan pekerja di seluruh Indonesia terhadap program yang dianggap tidak adil dan memberatkan. 

Baca juga: Masjid Agung Batam Centre Siap Diresmikan Agustus 2024, Mampu Tampung 20 Ribu Jemaah

Aksi ini juga menjadi pengingat bagi pemerintah akan pentingnya dialog dan pertimbangan matang sebelum menerapkan kebijakan yang berdampak luas.

Para pekerja akan menyampaikan tuntutan mereka langsung kepada Wali Kota Batam. Mereka berharap suara mereka didengar dan dipertimbangkan oleh pemerintah pusat sebelum program Tapera resmi diterapkan.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews