Merantau ke Batam Sejak 2001, Bustari Raup Cuan dengan Jualan Kacang dan Jagung Rebus

Merantau ke Batam Sejak 2001, Bustari Raup Cuan dengan Jualan Kacang dan Jagung Rebus

Bustari, seorang pria berusia 64 tahun, telah menjalani kehidupan sebagai penjual jagung dan kacang rebus selama lebih dari 23 tahun. (Foto: Mutiara/Batamnews)

Batam, Batamnews - Bustari, seorang pria berusia 64 tahun, telah menjalani kehidupan sebagai penjual jagung dan kacang rebus selama lebih dari 23 tahun. Beliau merantau ke Batam pada tahun 2001 dan sejak itu langsung memulai usahanya berjualan jagung dan kacang rebus.

Setiap sore, Bustari berjualan di Pasir Putih dan malamnya berpindah ke Welcome to Batam. Harga jagung dan kacang yang dijualnya sangat terjangkau, hanya 7.000 rupiah per buah untuk jagung. Kacang dijual per cangkir dengan harga yang sama, 7.000 rupiah.

"Omzet yang saya dapat itu per hari nya bisa mencapai Rp 300.000 sampai Rp 400.000. Alhamdulillah bisa untuk memenuhi kebutuhan saya sehari-hari," ucapnya.

Baca juga: Ratusan Pendonor Darah Ramaikan Kantor BI Kepri dalam Rangka Literacy Fest 2024

Namun, perjalanan usahanya tidak selalu mulus. Tantangan utama yang dihadapinya adalah cuaca yang tidak menentu, terutama saat hujan, dan sepinya pembeli di waktu-waktu tertentu.

Modal awal yang dikeluarkan Bustari untuk membuat gerobak dagangannya adalah sebesar 3 juta rupiah. Biaya kacang per goni sekitar 800.000 rupiah, sedangkan jagung relatif lebih murah.

Harapan Bustari sederhana namun penuh makna. Ia ingin lebih banyak orang mengetahui tentang dagangannya dan berharap semakin banyak yang membeli jagung dan kacang rebusnya. Bustari terus bersemangat menjalani usahanya, dengan harapan usahanya semakin ramai dan sukses.

Penulis: Mutiara Prastika


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews