1 jam yang lalu
Batam, Batamnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengeluarkan prakiraan cuaca maritim untuk Perairan Kota Batam yang berlaku mulai 7 Juni 2026 pukul 07.00 WIB hingga 8 Juni 2026 pukul 06.00 WIB.
Secara umum, kondisi cuaca di wilayah perairan Batam diprakirakan didominasi cuaca berawan hingga hujan ringan.
Potensi hujan disertai petir diperkirakan terjadi pada siang hingga malam hari, khususnya pada rentang waktu sekitar pukul 12.00–20.00 WIB serta kembali berpotensi terjadi pada dini hari hingga menjelang pagi.
Baca juga: Miring di Tengah Laut, Golden Star 1 Tenggelam: 107 Kontainer Hilang, 9 Awak Selamat
Suhu udara selama periode prakiraan berada pada kisaran 25–30 derajat Celsius, sementara kelembapan udara berkisar antara 77 hingga 88 persen. Kondisi ini menunjukkan udara yang relatif lembap dengan suhu yang cukup hangat di wilayah perairan Batam.
Untuk arah angin, BMKG memprakirakan angin dominan bertiup dari arah Timur hingga Tenggara (E–SE) dengan kecepatan antara 6 hingga 11 knot. Sesekali terjadi peningkatan kecepatan hembusan angin (gust) yang mencapai 21 knot.
Sementara itu, tinggi gelombang signifikan di perairan Batam diperkirakan berada pada kisaran 0,6 hingga 1,0 meter. Gelombang tertinggi mencapai sekitar 1 meter terjadi pada pagi hingga siang hari, kemudian cenderung menurun menjadi 0,6–0,8 meter pada malam hingga dini hari.
Kondisi ini masih tergolong relatif aman bagi aktivitas pelayaran kapal kecil hingga menengah, namun tetap perlu memperhatikan perkembangan cuaca terkini.
Arus permukaan laut diperkirakan bergerak dominan ke arah Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan berkisar 0,99 hingga 2,31 knot. Kecepatan arus tertinggi diprediksi terjadi pada pagi hari, kemudian berangsur melemah pada malam hingga dini hari.
Baca juga: Pemko Batam Gerak Cepat Tangani Daniel, Pemuda Lumpuh 10 Tahun di Sagulung
BMKG mengimbau para nelayan, operator kapal penumpang, serta pengguna transportasi laut lainnya agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan disertai petir dan perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu selama periode prakiraan berlangsung.
9 jam yang lalu
Batam, Batamnews – Sebuah kapal kargo tenggelam di jalur pelayaran tersibuk dunia, Jumat, 5 Juni 2026 malam. MV Golden Star 1 hilang di perairan Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Malaka dan Selat Singapura. Seratus tujuh kontainer ikut tenggelam dan hanyut.
Seluruh awak kapal selamat. Sembilan orang WNI itu dievakuasi tim patroli laut Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam.
Kepala KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku, mengatakan laporan pertama masuk pukul 21.30 WIB.
Baca juga: Dirut Agrilindo Dituntut 6 Bulan Bui dan Rp2 Miliar, Begini Cerita Perkara Lahan Rempang
"Kami langsung memerintahkan kapal patroli menuju lokasi," ujarnya dalam konferensi pers di kantornya, Sabtu, 6 Juni 2026.
Kapal Negara KN P-376 bergerak cepat. Tim berhasil mengevakuasi semua awak dalam keadaan selamat.
Para awak dibawa ke Dermaga Bintang 99, Batu Ampar. Mereka diperiksa kesehatan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Batam. Selanjutnya diserahkan ke Polairud Polresta Barelang Polda Kepri untuk pemeriksaan di Rumah Sakit Bhayangkara.
Setelah penyelamatan, fokus bergeser ke kontainer yang hanyut. Jalur TSS adalah salah satu jalur terpadat di dunia. Kontainer yang lepas bisa membahayakan kapal lain.
Takwim mengaku tidak tahu isi kontainer.
"Isi kontainernya bukan wewenang kami. Kami fokus pada penanganan kontainer yang hanyut untuk memastikan pelayaran di wilayah Indonesia aman," katanya.
"Pemerintah Singapura sedang bekerja di wilayah mereka untuk memastikan apakah ada kontainer yang hanyut ke sana. Begitu pula kami," ujar Takwim.
Hingga Sabtu siang, sebagian kontainer ditemukan dan diamankan di sekitar Pulau Putri.
"Informasi terakhir, mungkin sudah sekitar sepuluh kontainer yang diamankan dan dikandaskan di Pulau Putri," katanya.
Takwim berharap kontainer tetap mengapung. "Lebih mudah dievakuasi."
KSOP menyatakan belum ada dampak besar terhadap pelayaran atau lingkungan.
"Untuk saat ini belum ada dampak terhadap pelayaran di Indonesia, baik gangguan karena kontainer maupun limbah minyak. Tidak ada dampak signifikan," ujar Takwim.
Vessel Traffic Service (VTS) Batam terus menyiarkan peringatan navigasi setiap jam melalui VHF Channel 16.
Penyebab tenggelamnya MV Golden Star 1 masih diselidiki. Indonesia dan Singapura bersama-sama memantau dan mendalami faktor penyebab kecelakaan.
Berdasarkan informasi dihimpun Batamnews, MV Golden Star 1 berlayar dari Singapura menuju Pasir Gudang, Malaysia. Kapal bertolak sekitar pukul 19.30 waktu Singapura.
Baca juga: Jeritan Hati Ibu di Batam: Lagu "Jangan Sakiti Anak Kami" Jadi Suara Dugaan Kekerasan oleh Guru
Di tengah perairan TSS, kapal tiba-tiba miring ke kiri. Awak kapal berusaha memompa air yang masuk. Namun tidak tertolong.
"Kapal terus miring, bahkan sempat menungging sebelum akhirnya tenggelam," ujar sumber yang mengetahui kronologi.
Sebelum berlayar, kapal dinyatakan layak operasi. Penyebab pasti tenggelam masih dalam proses penyelidikan.
12 jam yang lalu
Medan, Batamnews – Kabar mengenai dugaan penjemputan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Serdang Bedagai (Sergai), Amriyata, dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Sergai, Aguinaldo Marbun, oleh tim Kejaksaan Agung (Kejagung) mulai beredar di kalangan jurnalis dan penegak hukum di Sumatera Utara.
Informasi yang berkembang menyebutkan kedua pejabat kejaksaan tersebut diduga dibawa ke Jakarta pada Kamis (4/6/2026) sore. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi yang membenarkan maupun membantah kabar tersebut.
Amriyata sendiri dikenal pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Lingga sebelum dipercaya memimpin Kejari Sergai.
Sejumlah sumber yang beredar di lingkungan penegak hukum juga mengaitkan kabar tersebut dengan dugaan proyek di lingkungan Balai Wilayah Sungai (BWS). Namun informasi itu masih sebatas isu yang belum dapat diverifikasi secara resmi.
Menanggapi kabar yang berkembang, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Irfan Wibowo, mengaku belum menerima informasi terkait dugaan penjemputan tersebut.
"Sementara belum terinfo ke kami ya. Di kami masih clear," kata Irfan saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2026).
Meski demikian, Irfan tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait isu yang beredar maupun kemungkinan adanya pemeriksaan terhadap kedua pejabat kejaksaan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Kejaksaan Agung belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kebenaran informasi tersebut. Belum diketahui pula apakah ada proses pemeriksaan yang sedang berlangsung maupun tujuan dari dugaan penjemputan tersebut.
Sejumlah awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejaksaan Agung guna memastikan informasi yang beredar di tengah masyarakat dan kalangan penegak hukum.
Sampai ada penjelasan resmi dari Kejagung, kabar mengenai dugaan penjemputan Kajari dan Kasi Pidsus Kejari Sergai tersebut masih menunggu kepastian lebih lanjut.
14 jam yang lalu
Batam, Batamnews – Sebuah rumah sederhana di kawasan Sagulung menjadi saksi perjuangan Daniel Perangin Angin, pemuda yang telah hidup dengan kelumpuhan selama satu dekade terakhir. Kini, secercah harapan mulai muncul.
Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra bergerak cepat.
Jumat, 5 Juni 2026, jajaran Pemko Batam dari Kecamatan Sagulung, Kelurahan Sungai Pelunggut, dan Dinas Sosial Kota Batam langsung mendatangi kediaman Daniel di Kaveling Sagulung Mandiri (Kaveling Melati), RT 01/RW 10, Kelurahan Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Baca juga: Jeritan Hati Ibu di Batam: Lagu "Jangan Sakiti Anak Kami" Jadi Suara Dugaan Kekerasan oleh Guru
Mereka ingin melihat kondisi Daniel secara langsung. Mereka juga melakukan asesmen sosial. Serta menindaklanjuti bantuan yang diperlukan, termasuk jaminan sosial dan layanan kesehatan.
Daniel diketahui mulai mengalami gangguan kekakuan otot sejak duduk di bangku SMA pada 2016. Sejak itu, ia membutuhkan pendampingan dan alat bantu untuk beraktivitas sehari-hari.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan warga, terutama kelompok rentan dan penyandang disabilitas, terabaikan.
"Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Pemko Batam berkomitmen memastikan hak-hak warga terpenuhi, termasuk hak atas kesehatan dan kesejahteraan. Saya sudah meminta seluruh camat, lurah, dan Dinas Sosial untuk lebih proaktif menjangkau warga yang membutuhkan bantuan," ujar Amsakar.
Hal yang sama disampaikan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Menurutnya, akses layanan kesehatan dan rehabilitasi bagi penyandang disabilitas menjadi perhatian utama.
"Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang terkendala biaya untuk mendapatkan layanan kesehatan, terapi, maupun alat bantu. Sinergi antara BPJS, jaminan kesehatan daerah, dan program bantuan sosial akan terus kami optimalkan agar tepat sasaran," kata Li Claudia.
Sekretaris Dinsos Batam, Chitra Widyia, menjelaskan kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari informasi yang berkembang di masyarakat dan media. Tim langsung diterjunkan ke lokasi untuk verifikasi lapangan.
Rombongan dipimpin Sekretaris Camat Sagulung Yanuar Pribadi dan Lurah Sungai Pelunggut Rasman Afandi. Dari Dinsos Batam hadir jajaran fungsional, tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta tim pendata.
Di lokasi, tim melakukan pendataan ulang. Mereka juga melakukan asesmen kondisi kesehatan. Serta verifikasi data administrasi agar Daniel segera masuk dalam program bantuan yang sesuai.
"Verifikasi dilakukan langsung di lapangan, mulai dari kondisi kesehatan hingga kondisi keluarga, agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran," ujar perwakilan Dinsos, Ahmad Yani.
Dari hasil asesmen awal, Daniel dinilai membutuhkan perhatian khusus. Ia perlu kursi roda khusus, alat bantu mobilitas, serta dukungan kebutuhan dasar lainnya.
Dinsos Batam juga akan mengusulkan bantuan ke Kementerian Sosial RI. Langkah ini agar Daniel segera mendapat akses bantuan yang lebih komprehensif.
"Proses tetap harus mengikuti mekanisme yang berlaku, termasuk verifikasi data di Kementerian Sosial. Setelah itu, bantuan akan segera kami tindaklanjuti," tambah Ahmad Yani.
Ibu Daniel, Vivi Wati br Sidabutar, mengaku terharu. Selama 10 tahun, ia merawat anaknya sendirian di rumah.
Baca juga: Foto Pengunjung Dipajang Bertuliskan `Black List` di THM Batam, Kuasa Hukum: Ini Public Shaming
"Selama ini kami berjuang sendiri. Hari ini kami sangat bersyukur karena pemerintah datang langsung melihat kondisi anak kami. Kami berharap Daniel bisa segera mendapat bantuan untuk pengobatan dan terapi," ujarnya dengan nada haru.
Langkah cepat ini menjadi komitmen nyata Pemko Batam. Pemerintah ingin memperkuat layanan sosial yang inklusif dan responsif. Setiap warga negara, kata mereka, berhak mendapat akses yang sama dalam pelayanan publik.
14 jam yang lalu
Batam, Batamnews - Rasa sakit, kekecewaan, dan perjuangan seorang ibu mencari keadilan untuk anaknya kini dituangkan dalam sebuah lagu berjudul "Jangan Sakiti Anak Kami".
Lagu ini diambil dari pengalaman Sri Suryati, orang tua murid Playgroup Swasta Djuwita Batam, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, yang dinyanyikan dan diciptakan oleh musisi Michael Bennett. Karya ini lahir dari pengalaman pribadi Sri yang mengaku anaknya menjadi korban dugaan kekerasan oleh seorang oknum guru di sekolah tersebut.
Dalam video lagu bagian awal, tampak sang anak menunjuk foto seorang guru yang diduga melakukan tindakan tersebut.
Baca juga: Dua Eks Pekerja First Club Dituntut 7 Tahun Penjara dalam Kasus Ekstasi dan Vape Narkotika
"Yang ini, Miss pukul," ujar anak itu kepada ibunya.
Sri mengaku lagu tersebut merupakan ungkapan perasaan terdalamnya sebagai seorang ibu.
"Ini jeritan hati saya. Saya ingin menyampaikan bahwa anak-anak harus dilindungi dan tidak boleh menjadi korban kekerasan dalam bentuk apa pun," ujar Sri, Sabtu, 6 Juni 2026.
Lagu itu juga dikampanyekan secara nasional dengan pesan "Save Anak Indonesia".
Sebelumnya, perjuangan Sri mencari kejelasan atas dugaan kekerasan terhadap anaknya menjadi perhatian publik setelah muncul pemberitaan terkait dugaan aksi premanisme di lingkungan sekolah.
Sri membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan kedatangannya ke sekolah bersama sejumlah orang pada 21 April 2026 bukan tindakan intimidasi.
"Kehadiran kami di sana bukan untuk melakukan intimidasi atau premanisme. Itu bagian dari pertemuan internal dengan karyawan saya," kata Sri.
Ia menjelaskan, hari itu dirinya sedang menggelar rapat bersama sejumlah karyawan untuk membahas operasional usaha. Setelah rapat, ia berencana melanjutkan ke kantor di dekat BCS namun sempat berbelok arah dan diikuti beberapa karyawan.
Menurut Sri, tidak ada tindakan anarkis selama di lokasi sekolah. Ia datang hanya untuk meminta klarifikasi dan dokumentasi terkait dugaan kekerasan yang dialami anaknya.
"Saya duduk dan berdiskusi. Orang-orang yang bersama saya juga tidak melakukan kekerasan," tegasnya.
Sri mengakui beberapa karyawan sempat menunjukkan reaksi emosional. Namun menurutnya itu hal manusiawi ketika mendengar dugaan perlakuan tidak layak terhadap anak.
"Tapi tidak ada pemukulan, perusakan, ataupun ancaman," ujarnya.
Ia pun meminta rekaman CCTV dibuka secara utuh. "Silakan buka CCTV secara lengkap supaya masyarakat bisa menilai dengan objektif," ucap Sri.
Di tengah proses yang masih berjalan, Sri mengaku kecewa karena hingga kini belum memperoleh penjelasan memuaskan dari pihak sekolah.
"Saya kecewa karena tidak ada kejelasan dan bukti yang diberikan," ungkapnya.
Baca juga: Polisi Pastikan Video Pocong Bawa Parang di Batu Aji Batam Rekayasa AI
Meski demikian, ia menegaskan akan terus menempuh jalur hukum demi mendapatkan keadilan bagi sang buah hati.
Bagi Sri, lagu "Jangan Sakiti Anak Kami" bukan sekadar karya musik. Melainkan suara hati seorang ibu yang tidak akan tinggal diam ketika anaknya disakiti.
Lagu itu menjadi suara seorang ibu yang berharap tidak ada lagi anak yang mengalami perlakuan serupa, sekaligus pengingat bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan terlindungi.
15 jam yang lalu
Pekanbaru, Batamnews - Bank Riau Kepri (BRK) Syariah ikut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama dengan Pemerintah Kota Pekanbaru serta beberapa perusahaan sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang yang dipusatkan di kawasan Stadion Utama Riau tersebut, diikuti Plt Direktur Utama BRK Syariah Helwin Yunus dan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Fajar Restu Febriansyah.
“Kegiatan penanaman pohon pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, di kawasan Stadion Utama Riau oleh Pak Plt Gubernur ini sangat tepat. Karena pohon sangat banyak memberikan manfaat bagi lingkungan,” kata Helwin.
Disebutkannya, BRK Syariah sebagai bank daerah tentunya sangat mendukung penuh kegiatan positif ini. BRK Syariah juga siap terlibat dalam kegiatan penanaman pohon dilokasi lainnya.
“Kami siap memberikan dukungan pada kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan pada kesempatan yang lain. Karena jika lingkungan terjaga, maka juga akan mendatangkan keberkahan bagi manusia,” ujarnya.
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, dengan penanaman pohon ini, dapat menciptakan lingkungan yang hijau dan nantinya dapat dinikmati oleh generasi masa depan. Menurutnya, pohon bukan hanya penghias kota, tapi benteng alami melawan perubahan iklim dan polusi.
"Kita berharap, dengan cinta yang kita berikan kepada pohon, kita juga mendapatkan cinta dari pohon. Dan yang paling penting, ini sangat akan bermanfaat bagi kehidupan selanjutnya," katanya.
Ia menegaskan aksi ini bukan seremoni, tapi investasi hijau untuk kualitas udara, kesehatan warga, dan ketahanan iklim Riau ke depan.
"Setelah ditanam, saya minta untuk ditempatkan orang di sini. Supaya bisa dipelihara, disiram dan diberi pupuk, jangan berhenti dipenanamannya saja," ungkapnya.
SF Hariyanto ingin memastikan puluhan pohon ini benar-benar tumbuh besar dan memberi manfaat. Ia meminta Dinas LHK Riau berkoordinasi dengan pengelola Stadion Utama untuk membentuk tim perawatan.
Nantinya, sebagai langkah lanjutan, 1000 pohon akan kembali ditanam pada momen Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau.