Tarik untuk refresh
Pelajar SMP Tewas Terseret Arus Drainase Saat Bermain Hujan di Batam

Pelajar SMP Tewas Terseret Arus Drainase Saat Bermain Hujan di Batam

26 menit yang lalu

Batam, Batamnews – Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial Noval (15) ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus deras drainase di kawasan Kaliban Trade Center, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu, 1 Juli 2026 sore. Korban ditemukan sekitar pukul 17.50 WIB oleh warga di aliran drainase kawasan Kaliban Trade Center. Jarak lokasi penemuan sekitar satu kilometer dari titik awal korban hanyut. Peristiwa nahas itu berawal sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, Noval bermain hujan bersama empat orang temannya di kawasan Gang Mandiri, Kelurahan Kabil. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. . "Menurut keterangan saksi, korban mencoba memasukkan kakinya ke dalam drainase yang berarus deras. Namun korban kehilangan keseimbangan hingga akhirnya hanyut," ujar Ery. Teman-teman korban berupaya menolong, tetapi arus terlalu deras sehingga mereka tidak mampu menyelamatkan Noval. Warga setempat kemudian melakukan pencarian dan melaporkan kejadian tersebut ke petugas. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Tanjungpinang, Satpolairud Polresta Barelang, Polsek Nongsa, serta dibantu masyarakat langsung bergerak ke lokasi. Pencarian berlangsung beberapa jam hingga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Atas kejadian ini, Basarnas mengimbau orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di luar rumah, terutama ketika hujan deras. . Hindari bermain di sekitar drainase, parit, maupun aliran air karena sangat berbahaya," pungkas Ery.

Batam, Batamnews – Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial Noval (15) ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus deras drainase di kawasan Kaliban Trade Center, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu, 1 Juli 2026 sore.

Korban ditemukan sekitar pukul 17.50 WIB oleh warga di aliran drainase kawasan Kaliban Trade Center. Jarak lokasi penemuan sekitar satu kilometer dari titik awal korban hanyut.

Peristiwa nahas itu berawal sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, Noval bermain hujan bersama empat orang temannya di kawasan Gang Mandiri, Kelurahan Kabil. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Baca juga: DPRD Kepri Sebut WTP Bukan Segalanya, 7 Fraksi Kritis Soal PAD Tak Tercapai, Belanja Modal 6,24%, dan SiLPA Rp19 M

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Tanjungpinang, Ery Subariyanto, menjelaskan kronologi kejadian.

"Menurut keterangan saksi, korban mencoba memasukkan kakinya ke dalam drainase yang berarus deras. Namun korban kehilangan keseimbangan hingga akhirnya hanyut," ujar Ery.

Teman-teman korban berupaya menolong, tetapi arus terlalu deras sehingga mereka tidak mampu menyelamatkan Noval. Warga setempat kemudian melakukan pencarian dan melaporkan kejadian tersebut ke petugas.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Tanjungpinang, Satpolairud Polresta Barelang, Polsek Nongsa, serta dibantu masyarakat langsung bergerak ke lokasi. Pencarian berlangsung beberapa jam hingga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.

Atas kejadian ini, Basarnas mengimbau orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di luar rumah, terutama ketika hujan deras.

Baca juga: Kapolda Kepri: Keamanan Kunci Investasi, Polri Butuh Dukungan Masyarakat di HUT Bhayangkara ke-80

"Kami mengimbau seluruh orang tua agar selalu mengawasi anak-anak saat bermain, terutama di tengah hujan dengan intensitas tinggi. Hindari bermain di sekitar drainase, parit, maupun aliran air karena sangat berbahaya," pungkas Ery.

wa
fb
copy
Batamnews Home
Kapolda Kepri: Keamanan Kunci Investasi, Polri Butuh Dukungan Masyarakat di HUT Bhayangkara ke-80

Kapolda Kepri: Keamanan Kunci Investasi, Polri Butuh Dukungan Masyarakat di HUT Bhayangkara ke-80

1 jam yang lalu

Batam, Batamnews – Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Bhayangkara Mapolda Kepulauan Riau berlangsung khidmat, Rabu, 1 Juli 2026 pagi. Di usianya yang ke delapan dekade, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menyampaikan pesan tegas: Polri tidak bisa bekerja sendirian. "Kami membutuhkan kolaborasi, kerja sama, dan dukungan seluruh masyarakat agar dapat menjalankan tugas sesuai harapan," ujar Asep usai memimpin upacara. Tema "Polri untuk Masyarakat" sengaja diangkat tahun ini. Menurut Asep, tema itu menegaskan bahwa Polri lahir dari rakyat dan tugasnya untuk kepentingan rakyat.  . Karena itu, ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, BP Batam, TNI, dan semua elemen masyarakat yang selama ini ikut menjaga stabilitas. Peringatan tahun ini juga menjadi panggung bagi Polisi Wanita (Polwan). Sejumlah posisi penting seperti perwira upacara, komandan upacara, hingga komandan defile dipercayakan kepada personel Polwan.  "Perempuan Indonesia memiliki kemampuan yang setara dengan laki-laki," tegas Asep, menyebut ini bagian dari semangat Polri yang profesional dan modern. Kapolda juga memastikan Polda Kepri akan terus menangani berbagai ancaman, mulai dari kriminal konvensional, pembalakan liar, hingga kejahatan lintas negara. Kerja sama dengan Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) terus diperkuat untuk menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia. Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad hadir dalam upacara tersebut, bersama unsur Forkopimda, pejabat Polda, TNI, tokoh masyarakat, insan pers, pelaku UMKM, dan organisasi mahasiswa. Ansar berharap momentum ini meningkatkan profesionalisme Polri. . Semoga Polri semakin hebat, Presisi, serta terus menjadi pelindung dan pelayan masyarakat dalam mendukung pembangunan di Kepri," ucap Ansar. Upacara ditutup dengan atraksi kepolisian dan pelibatan pelaku UMKM lokal, menjadi simbol sinergi Polri, pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam menjaga keamanan di Kepulauan Riau.

Batam, Batamnews – Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Bhayangkara Mapolda Kepulauan Riau berlangsung khidmat, Rabu, 1 Juli 2026 pagi. Di usianya yang ke delapan dekade, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menyampaikan pesan tegas: Polri tidak bisa bekerja sendirian.

"Kami membutuhkan kolaborasi, kerja sama, dan dukungan seluruh masyarakat agar dapat menjalankan tugas sesuai harapan," ujar Asep usai memimpin upacara.

Tema "Polri untuk Masyarakat" sengaja diangkat tahun ini. Menurut Asep, tema itu menegaskan bahwa Polri lahir dari rakyat dan tugasnya untuk kepentingan rakyat. 

Baca juga: Kapolres Kepulauan Anambas: Kepercayaan Masyarakat Adalah Amanah di HUT Bhayangkara ke-80

Ia menekankan bahwa keamanan yang kondusif adalah syarat utama untuk menarik investasi di Batam dan seluruh Kepulauan Riau. Karena itu, ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, BP Batam, TNI, dan semua elemen masyarakat yang selama ini ikut menjaga stabilitas.

Peringatan tahun ini juga menjadi panggung bagi Polisi Wanita (Polwan). Sejumlah posisi penting seperti perwira upacara, komandan upacara, hingga komandan defile dipercayakan kepada personel Polwan. 

"Perempuan Indonesia memiliki kemampuan yang setara dengan laki-laki," tegas Asep, menyebut ini bagian dari semangat Polri yang profesional dan modern.

Kapolda juga memastikan Polda Kepri akan terus menangani berbagai ancaman, mulai dari kriminal konvensional, pembalakan liar, hingga kejahatan lintas negara. Kerja sama dengan Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) terus diperkuat untuk menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad hadir dalam upacara tersebut, bersama unsur Forkopimda, pejabat Polda, TNI, tokoh masyarakat, insan pers, pelaku UMKM, dan organisasi mahasiswa. Ansar berharap momentum ini meningkatkan profesionalisme Polri.

Baca juga: Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Bintan Berlangsung Khidmat, Bupati Apresiasi Dedikasi Polres Bintan

"Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin hebat, Presisi, serta terus menjadi pelindung dan pelayan masyarakat dalam mendukung pembangunan di Kepri," ucap Ansar.

Upacara ditutup dengan atraksi kepolisian dan pelibatan pelaku UMKM lokal, menjadi simbol sinergi Polri, pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam menjaga keamanan di Kepulauan Riau.

wa
fb
copy
Batamnews Home
DPRD Kepri Sebut WTP Bukan Segalanya, 7 Fraksi Kritis Soal PAD Tak Tercapai, Belanja Modal 6,24%, dan SiLPA Rp19 M

DPRD Kepri Sebut WTP Bukan Segalanya, 7 Fraksi Kritis Soal PAD Tak Tercapai, Belanja Modal 6,24%, dan SiLPA Rp19 M

1 jam yang lalu

Tanjungpinang, Batamnews – Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berlangsung alot pada Selasa, 1 Juni 2026. Di satu sisi, nyaris seluruh fraksi memberikan tepuk tangan atas keberhasilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ke-16 kalinya berturut-turut.  Namun di sisi lain, deretan catatan kritis pun dilontarkan untuk memastikan uang rakyat benar-benar sampai ke akar masalah. Dalam pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, para wakil rakyat kompak menyatakan bahwa predikat WTP bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tuntutan kinerja yang lebih tinggi. . Melalui juru bicara Andi S Mukhtar, mereka meminta Pemprov untuk tidak terlena dengan capaian akuntansi semata. "Keberhasilan pemerintah tidak cukup diukur dari opini WTP. Yang lebih penting, apakah APBD sudah meningkatkan kesejahteraan masyarakat?" tegas Andi. Gerindra menyoroti sejumlah "pekerjaan rumah" (PR) besar, seperti tidak tercapainya target pendapatan daerah, rendahnya penyerapan anggaran di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta evaluasi mendalam terhadap Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).  Mereka juga mendesak adanya pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kepulauan dan percepatan tindak lanjut rekomendasi BPK. Fraksi Partai Golkar yang diwakili Asmin Patros turut memberikan apresiasi atas penyampaian laporan yang tepat waktu. Namun, mereka mengingatkan bahwa mempertahankan WTP selama 16 tahun adalah modal, bukan jaminan. Golkar mendorong pemerintah untuk lebih agresif menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi pajak daerah, retribusi, dan penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya di sektor maritim dan pariwisata yang menjadi andalan Kepri. Sorotan tajam juga dialamatkan pada SiLPA yang mencapai Rp19,12 miliar. "Angka ini harus dikelola lebih produktif. Perencanaan harus lebih matang agar aset daerah tidak menganggur," ujar Asmin. Fraksi NasDem melalui Muhammad Musofa menyatakan siap membahas Ranperda lebih lanjut, tetapi dengan tiga catatan keras. Pertama, mereka mempertanyakan mengapa target PAD tidak tercapai padahal pertumbuhan ekonomi daerah meningkat. Kedua, mereka menyoroti proporsi belanja modal yang dinilai sangat rendah, hanya mencapai 6,24 persen dari total belanja. "Angka ini sangat kecil. Jika belanja modal rendah, bagaimana pembangunan infrastruktur bisa berjalan optimal?" kritik Musofa. Ketiga, NasDem meminta penjelasan resmi mengenai penurunan nilai aset Pemerintah Provinsi Kepri dibandingkan tahun sebelumnya. Fraksi PKS yang disampaikan Wahyu Wahyudin meminta peningkatan kualitas perencanaan anggaran dan efektivitas belanja modal. Mereka juga menyoroti evaluasi belanja bantuan sosial dan subsidi agar tepat sasaran, serta menuntut percepatan tindak lanjut seluruh rekomendasi BPK. Sementara itu, Fraksi PDI Perjuangan melalui Sahat Sianturi mengapresiasi WTP ke-16, namun mengingatkan risiko "tunda bayar". Mereka meminta pemerintah daerah memprioritaskan penyelesaian pembayaran tagihan tepat waktu agar tidak terjadi akumulasi utang yang membebani fiskal di kemudian hari. Fraksi Demokrat Nurani Indonesia yang diwakili Harlianto meminta pemerintah untuk berhenti memasang target anggaran yang muluk-muluk namun tidak realistis. Mereka mendesak agar pembangunan diprioritaskan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan nelayan yang selama ini terpinggirkan. Selain itu, Demokrat menyoroti tata kelola BUMD yang perlu dibenahi, termasuk percepatan operasional PT Energi Kepri, serta meminta realisasi belanja modal ditingkatkan agar dampak pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat di kepulauan. .300 Ton per Hari, Seluruh Fraksi DPRD Batam Dukung Perubahan Perda Mewakili Gubernur Ansar Ahmad, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri Misni menyampaikan apresiasi dan komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti seluruh masukan. "Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, kami mengucapkan terima kasih atas seluruh pandangan umum, masukan, dan saran yang telah disampaikan fraksi-fraksi DPRD," ujar Misni di hadapan pimpinan rapat, Wakil Ketua II Tengku Afrizal Dahlan dan Wakil Ketua III Bakhtiar. Misni menegaskan bahwa seluruh catatan fraksi akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan dalam pembahasan Ranperda selanjutnya. "Kami berkomitmen untuk menghasilkan kebijakan yang semakin akuntabel, transparan, dan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat," tutupnya.

Tanjungpinang, Batamnews – Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berlangsung alot pada Selasa, 1 Juni 2026. Di satu sisi, nyaris seluruh fraksi memberikan tepuk tangan atas keberhasilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ke-16 kalinya berturut-turut. 

Namun di sisi lain, deretan catatan kritis pun dilontarkan untuk memastikan uang rakyat benar-benar sampai ke akar masalah.

Dalam pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, para wakil rakyat kompak menyatakan bahwa predikat WTP bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tuntutan kinerja yang lebih tinggi.

Baca juga: Hanya Segelintir Anggota Hadir, Paripurna Pertanggungjawaban APBD Lingga 2025 Gagal Digelar

Fraksi Partai Gerindra menjadi yang pertama menyuarakan kritik tajam. Melalui juru bicara Andi S Mukhtar, mereka meminta Pemprov untuk tidak terlena dengan capaian akuntansi semata.

"Keberhasilan pemerintah tidak cukup diukur dari opini WTP. Yang lebih penting, apakah APBD sudah meningkatkan kesejahteraan masyarakat?" tegas Andi.

Gerindra menyoroti sejumlah "pekerjaan rumah" (PR) besar, seperti tidak tercapainya target pendapatan daerah, rendahnya penyerapan anggaran di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta evaluasi mendalam terhadap Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA). 

Mereka juga mendesak adanya pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kepulauan dan percepatan tindak lanjut rekomendasi BPK.

Fraksi Partai Golkar yang diwakili Asmin Patros turut memberikan apresiasi atas penyampaian laporan yang tepat waktu. Namun, mereka mengingatkan bahwa mempertahankan WTP selama 16 tahun adalah modal, bukan jaminan.

Golkar mendorong pemerintah untuk lebih agresif menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi pajak daerah, retribusi, dan penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya di sektor maritim dan pariwisata yang menjadi andalan Kepri.

Sorotan tajam juga dialamatkan pada SiLPA yang mencapai Rp19,12 miliar. "Angka ini harus dikelola lebih produktif. Perencanaan harus lebih matang agar aset daerah tidak menganggur," ujar Asmin.

Fraksi NasDem melalui Muhammad Musofa menyatakan siap membahas Ranperda lebih lanjut, tetapi dengan tiga catatan keras. Pertama, mereka mempertanyakan mengapa target PAD tidak tercapai padahal pertumbuhan ekonomi daerah meningkat. Kedua, mereka menyoroti proporsi belanja modal yang dinilai sangat rendah, hanya mencapai 6,24 persen dari total belanja.

"Angka ini sangat kecil. Jika belanja modal rendah, bagaimana pembangunan infrastruktur bisa berjalan optimal?" kritik Musofa.

Ketiga, NasDem meminta penjelasan resmi mengenai penurunan nilai aset Pemerintah Provinsi Kepri dibandingkan tahun sebelumnya.

Fraksi PKS yang disampaikan Wahyu Wahyudin meminta peningkatan kualitas perencanaan anggaran dan efektivitas belanja modal. Mereka juga menyoroti evaluasi belanja bantuan sosial dan subsidi agar tepat sasaran, serta menuntut percepatan tindak lanjut seluruh rekomendasi BPK.

Sementara itu, Fraksi PDI Perjuangan melalui Sahat Sianturi mengapresiasi WTP ke-16, namun mengingatkan risiko "tunda bayar". Mereka meminta pemerintah daerah memprioritaskan penyelesaian pembayaran tagihan tepat waktu agar tidak terjadi akumulasi utang yang membebani fiskal di kemudian hari.

Fraksi Demokrat Nurani Indonesia yang diwakili Harlianto meminta pemerintah untuk berhenti memasang target anggaran yang muluk-muluk namun tidak realistis. Mereka mendesak agar pembangunan diprioritaskan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan nelayan yang selama ini terpinggirkan.

Selain itu, Demokrat menyoroti tata kelola BUMD yang perlu dibenahi, termasuk percepatan operasional PT Energi Kepri, serta meminta realisasi belanja modal ditingkatkan agar dampak pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat di kepulauan.

Baca juga: Darurat Sampah 1.300 Ton per Hari, Seluruh Fraksi DPRD Batam Dukung Perubahan Perda

Mewakili Gubernur Ansar Ahmad, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri Misni menyampaikan apresiasi dan komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti seluruh masukan.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, kami mengucapkan terima kasih atas seluruh pandangan umum, masukan, dan saran yang telah disampaikan fraksi-fraksi DPRD," ujar Misni di hadapan pimpinan rapat, Wakil Ketua II Tengku Afrizal Dahlan dan Wakil Ketua III Bakhtiar.

Misni menegaskan bahwa seluruh catatan fraksi akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan dalam pembahasan Ranperda selanjutnya. "Kami berkomitmen untuk menghasilkan kebijakan yang semakin akuntabel, transparan, dan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat," tutupnya.

wa
fb
copy
Batamnews Home
Kapolres Kepulauan Anambas: Kepercayaan Masyarakat Adalah Amanah di HUT Bhayangkara ke-80

Kapolres Kepulauan Anambas: Kepercayaan Masyarakat Adalah Amanah di HUT Bhayangkara ke-80

4 jam yang lalu

Anambas, Batamnews — Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Apel Polres Kepulauan Anambas, Rabu, 1 Juli 2026. Di sana, digelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80.  Ribuan personel gabungan TNI-Polri, instansi pemerintah, hingga tokoh masyarakat hadir memadati lapangan sejak pagi. Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, bertindak selaku inspektur upacara. Dengan pakaian dinas upacara lengkap, ia memimpin jalannya rangkaian acara yang berlangsung tertib dan lancar. .  Dari pihak TNI, hadir perwakilan Lanal Tarempa, Lanudal Matak, dan Kodim 0318/Natuna. Tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pimpinan perbankan, organisasi kepemudaan, insan pers, dan tamu undangan juga turut memeriahkan acara. Peserta upacara terdiri dari personel gabungan TNI-Polri, personel Polres Kepulauan Anambas dan jajaran Polsek, serta perwakilan Kejaksaan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Basarnas, BPBD, Damkar, dan Kwarcab Pramuka. Rangkaian upacara berjalan khidmat. Diawali laporan komandan upacara, penghormatan kepada inspektur, pemeriksaan pasukan, mengheningkan cipta, pengucapan Tribrata, pembacaan doa, hingga menyanyikan Hymne Polri. Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan pesan mendalam. "Delapan puluh tahun pengabdian Polri adalah perjalanan panjang yang harus terus dijaga dengan kerja nyata," ujarnya tegas di hadapan peserta upacara. Ia menegaskan, kepercayaan masyarakat adalah kehormatan sekaligus amanah. "Kami wajib memeliharanya melalui pelayanan yang profesional, humanis, transparan, dan berkeadilan," tambah AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka. Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Forkopimda, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Menurutnya, keamanan di Kepulauan Anambas tidak terwujud sendirian. "Keberhasilan menjaga situasi kamtibmas tidak hanya tugas Polri. Ini hasil kolaborasi kuat dengan semua pemangku kepentingan dan dukungan aktif masyarakat," katanya. Usai upacara, seluruh peserta mengabadikan momen dalam sesi foto bersama. Kegiatan ini menjadi simbol soliditas dan sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. . Kapolres menegaskan, ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah pengabdian Polri harus berpihak kepada kepentingan masyarakat. "Polres Kepulauan Anambas berkomitmen terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, humanis, dan dipercaya," tutupnya. Dengan semangat "Polri untuk Masyarakat", Polres Kepulauan Anambas bertekad memberikan pengabdian terbaik bagi seluruh warga Kabupaten Kepulauan Anambas.

Anambas, Batamnews — Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Apel Polres Kepulauan Anambas, Rabu, 1 Juli 2026. Di sana, digelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80. 

Ribuan personel gabungan TNI-Polri, instansi pemerintah, hingga tokoh masyarakat hadir memadati lapangan sejak pagi.

Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, bertindak selaku inspektur upacara. Dengan pakaian dinas upacara lengkap, ia memimpin jalannya rangkaian acara yang berlangsung tertib dan lancar.

Baca juga: 23 Personel Polres Anambas Naik Pangkat, Kapolres Beri Pesan Ini

Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Sahtiar mewakili Bupati, Ketua DPRD Rian Kurniawan, Wakapolres Kompol Shallahuddin, serta unsur Forkopimda lainnya. 

Dari pihak TNI, hadir perwakilan Lanal Tarempa, Lanudal Matak, dan Kodim 0318/Natuna. Tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pimpinan perbankan, organisasi kepemudaan, insan pers, dan tamu undangan juga turut memeriahkan acara.

Peserta upacara terdiri dari personel gabungan TNI-Polri, personel Polres Kepulauan Anambas dan jajaran Polsek, serta perwakilan Kejaksaan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Basarnas, BPBD, Damkar, dan Kwarcab Pramuka.

Rangkaian upacara berjalan khidmat. Diawali laporan komandan upacara, penghormatan kepada inspektur, pemeriksaan pasukan, mengheningkan cipta, pengucapan Tribrata, pembacaan doa, hingga menyanyikan Hymne Polri.

Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan pesan mendalam. "Delapan puluh tahun pengabdian Polri adalah perjalanan panjang yang harus terus dijaga dengan kerja nyata," ujarnya tegas di hadapan peserta upacara.

Ia menegaskan, kepercayaan masyarakat adalah kehormatan sekaligus amanah. "Kami wajib memeliharanya melalui pelayanan yang profesional, humanis, transparan, dan berkeadilan," tambah AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Forkopimda, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Menurutnya, keamanan di Kepulauan Anambas tidak terwujud sendirian.

"Keberhasilan menjaga situasi kamtibmas tidak hanya tugas Polri. Ini hasil kolaborasi kuat dengan semua pemangku kepentingan dan dukungan aktif masyarakat," katanya.

Usai upacara, seluruh peserta mengabadikan momen dalam sesi foto bersama. Kegiatan ini menjadi simbol soliditas dan sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Baca juga: Polres Anambas Salurkan Bansos ke Nelayan di Tengah Laut, Wujud HUT Bhayangkara ke-80

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan. Kapolres menegaskan, ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah pengabdian Polri harus berpihak kepada kepentingan masyarakat.

"Polres Kepulauan Anambas berkomitmen terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, humanis, dan dipercaya," tutupnya.

Dengan semangat "Polri untuk Masyarakat", Polres Kepulauan Anambas bertekad memberikan pengabdian terbaik bagi seluruh warga Kabupaten Kepulauan Anambas.

wa
fb
copy
Batamnews Home
Iklan
Lewati ▼
Ditangkap di Bandara Hang Nadim, Pria di Batam Diduga Gelapkan Uang Calon Jemaah Umrah Rp10 Juta

Ditangkap di Bandara Hang Nadim, Pria di Batam Diduga Gelapkan Uang Calon Jemaah Umrah Rp10 Juta

4 jam yang lalu

Batam, Batamnews - Seorang pria berinisial YP (32) yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan terhadap calon jemaah umrah akhirnya diringkus polisi di Bandara Hang Nadim, Batam, Minggu, 28 Juni 2026 malam.  Tersangka yang sudah masuk daftar buronan itu ditangkap Tim Opsnal Reskrim Polsek Batu Aji di lobi kedatangan bandara sekitar pukul 18.30 WIB. Kapolsek Batu Aji, AKP Bayu Rizky Subagyo, menjelaskan kasus ini berawal pada 2 Februari 2026. Pelaku menghubungi korban berinisial AW dan menawarkan paket umrah untuk dua orang dengan harga Rp50 juta. YP meyakinkan korban cukup membayar Rp35 juta, sedangkan sisanya ditanggung oleh tersangka. .co.id, Rabu, 1 Juli 2026. Korban kemudian melakukan pembayaran uang muka sebanyak dua tahap. Pertama, Rp5 juta dibayar tunai di kediaman pelaku di Perum Marina View pada 4 Februari 2026. Keesokan harinya, korban kembali mentransfer Rp5 juta ke rekening pribadi atas nama pelaku. Namun, kecurigaan muncul saat korban mengikuti seminar yang diadakan pihak travel pada 1 Maret 2026. Saat itu, pemilik travel menjelaskan bahwa seluruh pembayaran calon jemaah harus disetorkan langsung ke rekening perusahaan, PT Sahabat Dua Arah, dan dilarang melalui rekening pribadi. "Korban baru sadar bahwa pembayaran seharusnya ke rekening resmi perusahaan. Ia merasa tertipu dan merugi Rp10 juta," kata Bayu. AW pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Batu Aji. Tim Opsnal Reskrim yang dipimpin Ipda Muhammad Risky Fitrianor segera bergerak. Pada Minggu, 28 Juni 2026, polisi mendapat informasi bahwa pelaku berada di Bandara Hang Nadim. Berdasarkan keterangan korban, YP kerap menjemput jemaah haji di lobi kedatangan. "Tim langsung melakukan penyelidikan di lokasi bersama personel Polsek Kawasan Bandara Hang Nadim dan berhasil mengamankan tersangka tanpa perlawanan," ungkap Bayu. . Petugas turut menyita satu lembar rekening koran Bank Mandiri sebagai barang bukti. Atas perbuatannya, YP dijerat Pasal 492 dan/atau Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait dugaan perbuatan curang dan penggelapan.

Batam, Batamnews - Seorang pria berinisial YP (32) yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan terhadap calon jemaah umrah akhirnya diringkus polisi di Bandara Hang Nadim, Batam, Minggu, 28 Juni 2026 malam. 

Tersangka yang sudah masuk daftar buronan itu ditangkap Tim Opsnal Reskrim Polsek Batu Aji di lobi kedatangan bandara sekitar pukul 18.30 WIB.

Kapolsek Batu Aji, AKP Bayu Rizky Subagyo, menjelaskan kasus ini berawal pada 2 Februari 2026. Pelaku menghubungi korban berinisial AW dan menawarkan paket umrah untuk dua orang dengan harga Rp50 juta. YP meyakinkan korban cukup membayar Rp35 juta, sedangkan sisanya ditanggung oleh tersangka.

Baca juga: Polsek Batam Kota Imbau Pengusaha Skrap Tidak Tampung Besi Hasil Curian, Waspada Rayap Besi

"Pelaku menyampaikan bahwa korban hanya perlu membayar Rp35 juta untuk dua orang, kekurangannya akan ditutupi pelaku," ujar Bayu kepada batamnews.co.id, Rabu, 1 Juli 2026.

Korban kemudian melakukan pembayaran uang muka sebanyak dua tahap. Pertama, Rp5 juta dibayar tunai di kediaman pelaku di Perum Marina View pada 4 Februari 2026. Keesokan harinya, korban kembali mentransfer Rp5 juta ke rekening pribadi atas nama pelaku.

Namun, kecurigaan muncul saat korban mengikuti seminar yang diadakan pihak travel pada 1 Maret 2026. Saat itu, pemilik travel menjelaskan bahwa seluruh pembayaran calon jemaah harus disetorkan langsung ke rekening perusahaan, PT Sahabat Dua Arah, dan dilarang melalui rekening pribadi.

"Korban baru sadar bahwa pembayaran seharusnya ke rekening resmi perusahaan. Ia merasa tertipu dan merugi Rp10 juta," kata Bayu.

AW pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Batu Aji. Tim Opsnal Reskrim yang dipimpin Ipda Muhammad Risky Fitrianor segera bergerak. Pada Minggu, 28 Juni 2026, polisi mendapat informasi bahwa pelaku berada di Bandara Hang Nadim. Berdasarkan keterangan korban, YP kerap menjemput jemaah haji di lobi kedatangan.

"Tim langsung melakukan penyelidikan di lokasi bersama personel Polsek Kawasan Bandara Hang Nadim dan berhasil mengamankan tersangka tanpa perlawanan," ungkap Bayu.

Baca juga: Diduga Hendak Mencuri Kabel Aktif, Seorang Pria di Batam Tewas Tersengat Listrik

Saat ini tersangka ditahan di Polsek Batu Aji untuk menjalani pemeriksaan. Petugas turut menyita satu lembar rekening koran Bank Mandiri sebagai barang bukti.

Atas perbuatannya, YP dijerat Pasal 492 dan/atau Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait dugaan perbuatan curang dan penggelapan.

wa
fb
copy
Batamnews Home
Polsek Batam Kota Imbau Pengusaha Skrap Tidak Tampung Besi Hasil Curian, Waspada Rayap Besi

Polsek Batam Kota Imbau Pengusaha Skrap Tidak Tampung Besi Hasil Curian, Waspada Rayap Besi

4 jam yang lalu

Batam, Batamnews – Maraknya aksi pencurian material logam seperti besi, kabel, hingga tutup drainase di Kota Batam mendorong Polsek Batam Kota mengambil langkah preventif. Selasa, 30 Juni 2026 siang, pihak kepolisian mengumpulkan 15 pemilik dan pelaku usaha barang bekas serta skrap di Aula Polsek Batam Kota.   Pertemuan yang dipimpin langsung Kapolsek Batam Kota, AKP Benny Syahrizal, itu berlangsung sekitar dua jam, dari pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Turut hadir jajaran kanit reskrim, intelkam, binmas, serta para Bhabinkamtibmas.   Dalam arahannya, AKP Benny menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk sinergi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.   . Situasi kamtibmas yang aman jadi tanggung jawab kita semua," ujar Benny saat dikonfirmasi, Rabu, 1 Juli 2026.   Ia menjelaskan, aksi pencurian besi—yang kerap disebut "rayap besi" kini semakin meresahkan. Tidak hanya besi bangunan, kabel listrik, pagar, hingga penutup saluran air ikut menjadi sasaran. Karena itu, para pengusaha skrap diminta tidak sembarangan menampung barang bekas.   "Pastikan asal-usul barang jelas. Jangan sampai tempat usaha bapak-bapak jadi tempat penadah hasil curian," tegasnya.   Benny juga mengingatkan adanya sanksi hukum bagi siapa pun yang terbukti membeli atau menampung barang hasil kejahatan. Ia meminta pengusaha segera melapor ke polisi atau melalui hotline 110 jika menemukan barang mencurigakan.   . Mereka berkomitmen untuk lebih selektif dalam membeli barang bekas dan segera berkoordinasi dengan aparat jika ada indikasi pencurian.   Pertemuan berlangsung aman dan kondusif. Langkah ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini Polsek Batam Kota untuk menekan angka pencurian logam yang terus meningkat.

Batam, Batamnews – Maraknya aksi pencurian material logam seperti besi, kabel, hingga tutup drainase di Kota Batam mendorong Polsek Batam Kota mengambil langkah preventif. Selasa, 30 Juni 2026 siang, pihak kepolisian mengumpulkan 15 pemilik dan pelaku usaha barang bekas serta skrap di Aula Polsek Batam Kota.  

Pertemuan yang dipimpin langsung Kapolsek Batam Kota, AKP Benny Syahrizal, itu berlangsung sekitar dua jam, dari pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Turut hadir jajaran kanit reskrim, intelkam, binmas, serta para Bhabinkamtibmas.  

Dalam arahannya, AKP Benny menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk sinergi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.  

Baca juga: Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Bintan Berlangsung Khidmat, Bupati Apresiasi Dedikasi Polres Bintan

"Kami mengundang bapak-bapak hari ini untuk membangun komunikasi dan kolaborasi. Situasi kamtibmas yang aman jadi tanggung jawab kita semua," ujar Benny saat dikonfirmasi, Rabu, 1 Juli 2026.  

Ia menjelaskan, aksi pencurian besi—yang kerap disebut "rayap besi" kini semakin meresahkan. Tidak hanya besi bangunan, kabel listrik, pagar, hingga penutup saluran air ikut menjadi sasaran. Karena itu, para pengusaha skrap diminta tidak sembarangan menampung barang bekas.  

"Pastikan asal-usul barang jelas. Jangan sampai tempat usaha bapak-bapak jadi tempat penadah hasil curian," tegasnya.  

Benny juga mengingatkan adanya sanksi hukum bagi siapa pun yang terbukti membeli atau menampung barang hasil kejahatan. Ia meminta pengusaha segera melapor ke polisi atau melalui hotline 110 jika menemukan barang mencurigakan.  

Baca juga: Sosok Hendra, Pejabat Sekwan Kepri yang Diduga Jadi Calo Tiket Pesparawi hingga Rombongan Paduan Suara Terlantar

Para pelaku usaha yang hadir menyatakan siap mendukung imbauan tersebut. Mereka berkomitmen untuk lebih selektif dalam membeli barang bekas dan segera berkoordinasi dengan aparat jika ada indikasi pencurian.  

Pertemuan berlangsung aman dan kondusif. Langkah ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini Polsek Batam Kota untuk menekan angka pencurian logam yang terus meningkat.

wa
fb
copy
Batamnews Home
Memuat…