Krisis di Sri Lanka Makin Parah, Pemerintah Tutup Sekolah

Krisis di Sri Lanka Makin Parah, Pemerintah Tutup Sekolah

Warga mengantre gas di tengah krisis yang melanda Sri Lanka. (Foto: Wikipedia)

Kolombo - Sri Lanka mulai menutup sekolah dan layanan pemerintah yang tidak penting, pada hari Senin (20/6/2022).

Langkah itu adalah awal dari penutupan dua minggu untuk mengekang cadangan minyak yang menurun dengan cepat.

Langkah itu dilakukan saat negara itu memulai pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk kemungkinan mengamankan paket bailout.

Negara berpenduduk 22 juta orang itu saat ini menghadapi krisis ekonomi terburuknya setelah kekurangan dana untuk menutupi impor barang-barang penting, termasuk bensin.

Pada hari Senin, sekolah ditutup, tetapi rumah sakit dan pelabuhan utama masih beroperasi.

Ratusan ribu konsumen mengantre beberapa kilometer untuk mendapatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan solar, padahal menteri energi sudah menyatakan tidak ada pasokan barang tersebut setidaknya dalam jangka waktu tiga hari.

Negara itu tidak mampu membayar utang luar negerinya yang sebesar US$51 miliar atau sekira Rp 756 triliun pada bulan April.

(dod)

Berita Terkait