3 Bentrokan Oknum Prajurit Bikin Puspom TNI Turun Tangan

3 Bentrokan Oknum Prajurit Bikin Puspom TNI Turun Tangan

Kapuspen TNI Mayjen TNI Prantara Santosa. (ist)

Jakarta, Batamnews - Ada tiga bentrokan yang dilakukan oleh oknum TNI dalam waktu yang berdekatan. Peristiwa itu membuat Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI turun tangan.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Prantara Santosa menjamin oknum yang terlibat akan diproses hukum.

"Pusat Polisi Militer TNI bersama-sama dengan Pusat Polisi Militer TNI AD atau Angkatan terkait sedang melakukan proses hukum terhadap semua oknum anggota TNI yang terlibat dalam dugaan tindak pidana tersebut," kata Mayjen Prantara dalam keterangannya, Selasa (30/11/2021).

Baca juga: Adu Jotos Oknum Prajurit TNI AD dan TNI AL di Jembatan Barelang Diselidiki Pomal

TNI pun akan berkoordinasi dengan Polri dalam mengusut kasus bentrokan. Pasalnya, dua dari tiga peristiwa bentrokan adalah antara oknum TNI dan oknum Polri.

"TNI juga sudah melakukan koordinasi dengan Polri untuk melakukan proses hukum terhadap oknum anggota Polri yang terlibat dalam dugaan tindak pidana tersebut," jelas dia.

Bentrok di Ambon

Bentrokan di Ambon terjadi antara oknum TNI AD Provost Denmadam XVI/PTM dan oknum Satlantas Polresta Ambon. Peristiwa ini terjadi pada pukul 18.07 WIT, Rabu, 24 November 2021.

Baku hantam itu terjadi karena seorang pemotor warga sipil yang merupakan saudara anggota TNI tersebut tidak terima ditilang oleh Polantas. Usai dipanggil saudaranya untuk menemui Polantas, oknum TNI itu datang ke lokasi kejadian dan terlibat cekcok hingga pertikaian.

Baca juga: Viral, Wanita dan Anak-anak Terjebak Perkelahian di Jembatan Barelang

Pada Rabu (24/11/2021) malam tadi, oknum TNI dan Polantas yang bertikai langsung dipertemukan oleh pimpinannya di kantor Pomdam Pattimura. Keduanya saat itu langsung berdamai.

"Sudah diambil langkah-langkah yang cepat sehingga terjadilah pertemuan tadi malam di Pomdam dan sudah sepakat bahwa masing-masing diserahkan kepada institusi masing-masing," kata Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Bambang Ismawan.

Bambang menegaskan akan memberikan tindakan disiplin kepada anggotanya yang viral di media sosial tersebut.

"Kita akan melakukan pendisiplinan kepada anggota kita. Ini supaya tidak terjadi lagi, bahwa kita adalah, saya dengan Pak Kapolda itu ya kakak saya, kita bersaudara, begitu juga yang di lapangan. Tidak boleh ada lagi terjadi kasus-kasus seperti yang kemarin sore," tegasnya

Selanjutnya: Bentrokan di Tembagapura...

 

Bentrokan di Tembagapura, Kabupaten Mimika, melibatkan oknum TNI AD dari Satgas Nanggala dan oknum Polri dari Satgas Amole Brimobda, Aceh. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 27 November 2021, pukul 17.53 WIT.

Kejadian itu dipicu oleh kesalahpahaman mengenai urusan rokok.

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menjelaskan enam personel Brimob sedang berjualan rokok di Pos RCTU Ridge Camp Mile 72, Sabtu (27/11). Kemudian, 20 anggota Kopassus datang untuk membeli rokok.

"Berawal dari personel Satgas Amole Kompi 3 yang berada di pos RCTU Ridge Camp Mile 72 yang sedang berjualan rokok (6 personel)," ujar Fakhiri saat dimintai konfirmasi, Senin (29/11/2021).

Namun anggota Kopassus komplain mengenai harga rokok. Bentrokan antara Brimob dan Kopassus pun terjadi.

"Selanjutnya, personel Nanggala sebanyak 20 orang membeli rokok dan komplain mengenai harga rokok yang di jual personel Amole Kompi 3 Penugasan," tuturnya.

"Terjadi pengeroyokan dengan menggunakan benda tumpul dan tajam terhadap 6 personel Amole Kompi 3 Penugasan," sambungnya.

Fakhiri mengatakan setidaknya lima anggota Brimob terluka dalam kejadian ini. Mereka mengalami luka ringan hingga tergores pisau sangkur.

Setelah itu, Fakhiri membeberkan anggota Brimob yang lain melakukan perlawanan. Mereka juga mengevakuasi lima rekannya yang terluka.

"Selanjutnya personel yang berada di lokasi pos RCTU melakukan perlawanan dan menyisir lokasi kejadian guna menyelamatkan rekan-rekan yang terluka," terang Fakhiri.

Selanjutnya: Bentrokan di Batam...

 

Bentrokan di Batam antara oknum TNI AD dari Batalion Infanteri Raider Khusus 136/TS dan oknum TNI AL dari Batalion 10 Marinir. Bentrokan itu terjadi pada pukul 22.30 WIB, Sabtu, 27 November 2021.

Video bentrokan ini viral di media sosial. Terlihat sejumlah warga, termasuk anak kecil, ketakutan dan menghindari lokasi bentrokan tersebut.

Kepala Dinas Penerangan AL, Laksamana Pertama, Julius Widjojono meminta maaf kepada masyarakat atas peristiwa yang terjadi dan berharap kejadian serupa tak terulang.

"Kami meminta maaf atas keributan yang terjadi dan semoga kejadian seperti itu tidak lagi terulang," ujarnya, Senin (29/11/2021).

Julius menambahkan Dandim 0316/Batam, Kasi Intel Korem 033/Wira Pratama, Dandenpom AD, dan Dandem Pom AL Lanal Batam juga turut hadir serta mendamaikan kedua pihak yang bermasalah.

Julius memastikan permasalahan di antara dua kelompok prajurit sudah diselesaikan. Kedua pihak bersepakat damai.

Terkait pemicu bentrokan, Julius mengatakan hal tersebut masih didalami dan ditangani oleh satuan masing-masing, baik Marinir maupun Raider.
 

(fox)