Vaksin Johnson & Johnson Masuk RI, Ketahui Efek Sampingnya

Vaksin Johnson & Johnson Masuk RI, Ketahui Efek Sampingnya

Ilustrasi (Foto: shutterstock)

Jakarta, Batamnews - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru saja memberikan izin penggunaan darurat vaksin Johnson & Johnson atau vaksin Jassen. Izin ini membuat vaksin ini bisa dipakai di Indonesia.

Pemerintah Indonesia untuk pertama kalinya menerima kedatangan vaksin Janssen sebanyak 500 ribu dosis dalam bentuk jadi, Sabtu (11/9/2021). Vaksin Covid-19 ini merupakan dukungan kerjasama dengan Pemerintah Belanda.

"Untuk pertama kalinya, Vaksin Janssen sebanyak 500 ribu dosis dari Pemerintah Belanda, ini adalah kedatangan dukungan, kerjasama Belanda yang ketiga kalinya," kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, seperti disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (11/9/2021).

Berdasarkan data BPOM, efikasi vaksin Johnson & Johnson untuk mencegah keseluruhan gejala Covid-19 adalah sebesar 67,2 persen.

Baca juga: Positif Corona RI Tambah 5.001 Kasus, Meninggal Dunia 270 Orang

Sementara itu, efikasi untuk mencegah gejala Covid-19 sedang hingga berat pada subjek di atas 18 tahun adalah sebesar 66,1 persen.

Selain itu, studi juga mengatakan bahwa vaksin ini aman untuk pencegahan Covid-19 pada orang berusia di atas 18 tahun.

Vaksin janssen ini juga disebut aman untuk orang dengan kondisi medis seperti hipertensi, penyakit paru-paru kronis, penyakit jantung signifikan, obesitas, dan diabetes.

Namun, sama seperti vaksin lainnya, vaksin ini memiliki beberapa efek samping, yakni:

• sakit kepala
• demam
• menggigil
• nyeri dan kemerahan di tempat suntikan
• muntah
• diare
• mengantuk
• kelelahan

Baca juga: Pemko Gratiskan Biaya Rapid Antigen Peserta SKD CPNS Tanjungpinang

Efek samping ini biasanya muncul dalam satu sampai dua hari setelah mendapatkan vaksin. Selain itu, ada beberapa orang yang pingsan sekitar 15 menit setelah divaksinasi. Dari 8 juta vaksinasi, terdapat 635 kali kejadian pingsan.

Pada kasus yang sangat jarang, efek samping vaksin Johnson & Johnson atau vaksin janssen dapat menyebabkan risiko pembekuan darah dengan trombosit rendah 3-15 hari setelah vaksin. Efek samping ini terjadi 7 kali per 1 juta vaksin.

Pada kasus lain, beberapa orang juga melaporkan sindrom Guillain-Barré. Sindrom ini menyebabkan kelemahan otot dan terkadang kelumpuhan. Sindrom ini ditandai dengan kerusakan sel-sel saraf tubuh.

(ruz)