Corona Makin Ngegas, APBD Batam Diprediksi Tekor Rp 200 Miliar

Corona Makin Ngegas, APBD Batam Diprediksi Tekor Rp 200 Miliar

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Batam, Batamnews - Lonjakan kasus Corona menggoyang ekonomi Kota Batam, Kepulauan Riau. Pendapatan asli daerah pun merosot.

Imbasnya, APBD Kota Batam tahun 2021 diprediksi tekor. Nilai defisit diperkirakan mencapai Rp 200 miliar.

"Defisit karena pendapatan asli daerah dari hotel dan restoran yang tidak memenuhi harapan yang diproyeksikan. Seperti kita ketahui, sektor inilah yang paling terpukul (pandemi Covid-19)," kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad dikutip dari Suara.com.

Awalnya, tim anggaran Pemkot Batam memprediksi defisit hingga Rp 400 miliar, namun setelah dibedah lebih dalam angkanya bisa ditekan hingga Rp 200 miliar.

Ia mengatakan, pemerintah memang menargetkan pendapatan dari pajak retribusi hotel dan restoran cukup tinggi karena optimis dengan pembukaan kembali pariwisata, menyusul angka penularan Covid-19 yang membaik pada akhir 2020.

Namun, ternyata wabah Covid-19 kembali meningkat, sehingga rencana pembukaan perbatasan dengan Singapura untuk pariwisata ditunda. Dan ini menyebabkan pendapatan daerah meleset dari target.

"Saat APBD 2021 disusun, ada perubahan yang baik dalam persoalan penyelesaian Covid-19, angkanya membaik. Kami juga berfikir saat itu kebijakan "travel bubble" diberlakukan pada 2021. Ternyata masih perlu sejumlah persyaratan. Maka defisit anggaran, turun dari target," kata Amsakar, melansir Antara.

Meski demikian, ia menjelaskan, defisit yang terjadi bukan karena belanja besar, tapi disebabkan target PAD yang tidak terpenuhi.

Ia menjelaskan, dalam struktur APBD Batam terdapat lima kontribusi penyumbang APBD, yaitu PBB dan Bea Perolehan atas Hak Tanah, pajak penerangan jalan, perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing, pajak hotel dan pajak restoran.

"Dua komponen terakhir yang kecil bayarannya. Jadi bukan karena biaya yang besar, tapi target pendapatan tidak terpenuhi," pungkas dia.