Karimun Olah Limbah Cangkang Sawit Jadi Duit

Salah seorang petugas Karantina Pertanian Karimun memperlihatkan limbah cangkang kelapa sawit yang bernilai ekonomis

Karimun - Karantina Pertanian Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), manfaatkan limbah cangkang kelapa sawit untuk dapat digunakan hingga menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Adapun manfaat yang dihasilkan ialah sebagai bahan bakar di perusahaan. Sehingga, cangkang yang sudah dianggap sebagai limbah tersebut tak terbuang sia-sia.

Di Kabupaten Karimun sendiri, Kampung Asam, Kecamatan Kundur Utara salah satu daerah penghasil industri minyak kelapa sawit. Kemudian, limbah cangkang kelapa sawit itu, dikirim ke Kabupaten Bintan.

Tahap ini ada sebanyak 550 ton cangkang sawit yang bernilai Rp 192,5 juta.

"Limbah dari pengolahan minyak tersebut masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar, dan kami juga tetap melakukan pemeriksaan terhadap cangkang sawit ini," kata Okta, Pejabat Karantina Pertanian Karimun.

Limbah kelapa sawit yang digunakan sebagai bahan bakar

Pengiriman cangkang sawit ke Bintan merupakan pengiriman pertama di tahun 2021. Namun, sepanjang tahun 2020, perusahaan tersebut telah mengirim delapan kali dengan volume 4.590 ton. Volume tersebut setara dengan Rp 1,6 miliar.

"Selain cangkang sawit, perusahaan ini juga mengirim minyak dan kernel sawit ke Dumai," ucapnya.

Kelapa sawit memiliki prospek yang menjanjikan karena tidak hanya dalam bentuk mentahnya saja yang bernilai.

Kedepan, Karantina Pertanian Karimun berharap cangkang sawit ini juga bisa diekspor ke negara lain sehingga dapat menambah nilai jualnya sekaligus devisa negara.

(aha)
SHARE US :