Kasus Corona Pertama di Natuna, Kadinkes Kepri Juga Ingatkan Anambas

Ilustrasi.

Tanjungpinang - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Mochmmad Bisri mengatakan tidak ada wilayah yang aman dari bahanya penyebaran Covid-19. Terbukti selama ini di Natuna terbebas Covid-19, ternyata ada kasus Covid-19, hingga pasien meninggal dunia.

"Dari hasil Swab inisial Z (68) warga masyarakat Natuna meninggal dunia karena terpapar Covid-19," kata Bisri di Tanjungpinang, Senin (19/10/2020).

Meninggalnya Z ini terang Bisri, merupakan kasus pertama yang terjadi di Natuna dan dengan kasus ini semua wilayah di Kepri tidak bebas dari Covid-19.

Dengan hal ini lanjutnya, semua lapisan masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada akan bahanya virus corona, dan yang utama pencegahannya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Sejak pandemi, selama ini dua kabupaten di Kepri, yakni Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas mencatat nol kasus Covid. Kendati demikian, Bisri mengingatkan bahwa tidak ada satupun daerah yang benar-benar aman dari ancaman penularan Covid saat ini.

"Tidak ada wilayah aman dari Covid-19, termasuk Anambas. Untuk aman harus bisa membuktikan dulu sebagai wilayah aman dari Covid-19, tidak hanya sekedar belum ada kasus," tuturnya.

Bisri juga berharap, agar di Natuna bisa belajar dari kekurangan daerah lainnya di Kepri. "Segera memperkuat sistem layanan kesehatan melalui 3 T, dengan memperkuat test, tracing dan treatment, yaitu pengobatan bagi yang sakit dan isolasi serta segera kembali melakukan sosialisasi dan mendorong masyarakat untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan," tegasnya lagi.

Sebelumnya diberitakan, seorang warga meninggal dunia Z (68), menjadi kasus pasien positif Covid19 pertama yang ditemukan di Kabupaten Natuna. Hasil swab Z keluar Minggu (18/10/2020) malam.

Juru bicara tim gugus tugas Covid 19 Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah membenarkan kabar tersebut. "Betul, semalam hasil swab almarhum Z sudah keluar dan hasilnya adalah positif covid 19," ujar Hikmat.

Dikatakan bahwa saat prosesi pemakaman Jenazah Z, telah di lakukan berdasarkan protokol Covid 19. Meskipun saat itu hasil swab belum keluar.

Tim gugus tugas Natuna dikatakannya mengadakan rapat mengenai hal ini, Senin (19/10/2020) pagi.

Tim pun direncanakan melakukan swab terhadap keluarga dan orang-orang yang telah melakukan kontak langsung terhadap Z.

"Sore kami akan lakukan rapid test terhadap semua rekan kerja di Pelabuhan Penagi, dan juga terhadap semua ABK kapal yang saat ini sandar di pelabuhan penagi, sebab almarhum diketahui bekerja sebagai buruh bongkar muat di pelabuhan penagi," terangnya.

Indikasi saat ini yaitu, Z diduga tertular Covid-19 dari salah satu ABK kapal yang sandar di Pelabuhan Penagi. Sebab diketahui selama ini korban belum pernah melakukan perjalanan keluar Natuna.

(sut)