ABK KM Kelud PDP Corona, 351 Penumpang dari Batam Batal Berangkat

ABK KM Kelud PDP Corona, 351 Penumpang dari Batam Batal Berangkat

KM Kelud sandar di Batam, Minggu (12/4/2020). Sebanyak 40 kru kapal terindikasi Corona. (Foto: CCTV pelabuhan)

Batam - PT Pelayanan Nasional Indonesia (Pelni) berencana melakukan portstay atau melabuhkan KM Kelud saat tiba di Pelabuhan Belawan, Medan. Hal ini dilarenakan karena ada satu kru kapal yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). 

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni, Yahya Kuncoro menyebutkan bahwa KM Kelud sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan tiba Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Minggu (12/4/2020). 

Dalam kapal tersebut membawa total penumpang 131 orang dengan rincian tujuan Batam sebanyak 31 orang, lanjutan ke Medan sebanyak 56 orang dan Tanjung Balai Karimun sebanyak 44 orang.

“Rencana ada 351 penumpang dari Batam dengan rincian tujuan Belawan sebanyak 349 orang dan tujuan Tanjung Balai sebanyak 2 orang, namun dibatalkan keberangkatannya,” kata Yahya dalam siaran pers yang diterima Batamnews, Senin (13/4/2020).

Berdasarkan protokol kesehatan dilakukan rapid diagnostic test (RDT) oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam, dan hasil RDT ada 1 orang anak buah kapal (ABK) menunjukkan reaktif dan ditetapkan menjadi PDP. 

Saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam. Sedangkan 39 orang ABK juga menunjukkan hasil reaktif dan ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan akan menjalani observasi di rumah sakit Pulau Galang, Batam.

 

Pelni Terapkan Protokol Penanganan Covid-19

Sebelumnya, dalam menghadapi pandemi Covid-19 seluruh petugas kapal telah diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan, serta menjalankan seluruh standar operasional prosedur (SOP) Kesehatan sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait penanganan COVID-19. 

Manajemen Pelni juga telah melengkapi seluruh petugas kapal dengan alat pelindung diri (APD) serta membekali multivitamin sebagai upaya dalam meningkatkan imunitas para ABK.

Berkenaan dengan hal tersebut, Yahya juga menegaskan kepada seluruh otoritas di Pelabuhan untuk menerapkan protokol penanganan Covid-19 sesuai arahan Pemerintah. 

“Kami mengharap kerjasama berbagai pihak untuk meningkatkan pengawasan terhadap penumpang. Dimulai dari screening masuknya penumpang di terminal pelabuhan sampai dengan dermaga sebagai awal dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di atas kapal," jelasnya.

Selain itu, imbauan juga disampaikan kepada seluruh calon penumpang untuk benar-benar memastikan kondisi kesehatan sebelum berpergian menggunakan kapal Pelni. 

“Mengingat situasi yang terjadi saat ini, kami menghimbau kepada penumpang untuk memastikan kesehatan sebelum melakukan perjalanan. Jika sakit, sebaiknya tidak memaksakan keberangkatan,” katanya. 

 

Selain itu bagi penumpang dapat menunda perjalanan dengan melakukan pembatalan tiket dan uang pembelian tiket akan dikembalikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Sejak 12 April, Pelni mewajibkan seluruh penumpangnya untuk menggunakan masker selama berada di atas kapal,” kata Yahya. 

Pelni juga menjalankan pengukuran suhu tubuh bagi seluruh penumpang sebelum naik ke atas kapal. Serta juga melakukan penyemprotan disinfektan pada seluruh kapalnya secara berkala, dan menerapkan physical distancing bagi para penumpang dengan mengatur jarak antar penumpang sejauh 1 sampai 2 meter baik itu pada nomor bed maupun saat mengantre makan.

Begitu pula dengan hand sanitizer telah disediakan pada setiap dek penumpang, sabun cuci tangan di setiap toilet, pemberian masker bagi penumpang yang sakit di tengah perjalanan, serta memberikan imbauan mengenai kesehatan melalui pengeras suara setiap tiga jam.

(ret)