Kepri Ajukan Bantuan 5.000 Stelan APD ke Pemerintah Pusat

Petugas medis mengenakan pakaian APD. (Foto: ilustrasi)

Batam - Plt Gubernur Kepri, Isdianto mengajukan 5.000 alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis di Kepri.

Saat ini dari pemerintah pusat sudah ada bantuan kepada Kepri berupa 2.000 unit APD, dan akan distribusikan ke kabupaten/kota di Kepri.

“Tentu jumlah itu tidak cukup, makanya kami menyurati pusat agar ditambah lagi, kita minta 5 ribu,” kata Isdianto, Rabu (25/3/2020).

Sebelumnya, surat terbuka Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri terkait pengadaan alat pelindung diri (APD) yang minim di rumah sakit, puskesmas, klinik dan praktek pribadi juga direspons Isdianto.

Ada delapan poin yang disampaikan IDI terkait berisikonya penanganan Covid-19 saat ini terhadap petugas medis.

Isdianto menilai, IDI tidak perlu sampai membuat surat terbuka tersebut. Pemerintah ditegaskannya sangat memahami kondisi yang ada. Ia meminta IDI dan asosiasi tenaga medis bisa menyampaikan secara langsung kepada pemerintah.

Pihaknya juga menyadari kebutuhan APD memang sangat penting untuk menangani pasien Covid-19. Tetapi dikatakannya, kondisinya tidak memungkinkan karena APD itu sangat langka.

“Kalau tak ada APD pasti tenaga medis kita was-was, kami sadar itu, anggarannya ada, barangnya yang langka. Tapi, jangan sampailah membuat surat terbuka segala,” ujarnya.

(ret)