Mahathir Mohamad Kembali Calonkan Jadi PM Malaysia

Mahathir Mohamad. (Foto: AP)

Kuala Lumpur - Perdana Menteri Interim Malaysia, Mahathir Mohamad kembali mencalonkan diri sebagai perdana menteri. Keingingan itu disampaikan kepada Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.

Koalisi Pakatan Harapan yang juga mengusung Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR), Anwar Ibrahim, sebagai kandidat PM langsung menyatakan dukungan terhadap Mahathir.

"Saya yakin saya mendapatkan dukungan mayoritas di parlemen untuk menjadi Perdana Menteri selanjutnya dan saya tidak akan bekerja dengan para pencoleng Umno (Partai Organisasi Persatuan Bangsa Melayu)," kata Mahathir melalui pernyataan pers, seperti dilansir AsiaOne, Sabtu (29/2).

Selain itu, Mahathir membantah mendukung pencalonan mantan menteri dalam negeri Tan Sri Muhyiddin Yassin sebagai PM. Kemarin Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM/Bersatu) menyatakan mengajukan Yassin yang menjabat presiden partai untuk maju menjadi PM bersaing dengan Anwar.

"Saya merujuk kepada pernyataan yang menyatakan bahwa saya mendukung Tan Sri Muhyiddin Yassin sebagai kandidat perdana menteri. Saya tidak menandatangani deklarasi apapun yang menyatakan mendukung seseorang. Faktanya adalah saya meninggalkan rapat lebih awal untuk membiarkan mereka lebih bebas beradu pendapat untuk menentukan siapa yang dianggap layak diusung untuk mengisi posisi perdana menteri," lanjut Mahathir.

"Seperti yang saya katakan berulang kali, saya menolak bekerja sama dengan orang-orang yang diketahui korup dan menjadi bagian pemerintahan kleptokrasi yang justru sedang diperangi oleh pemerintahan Pakatan Harapan," kata Mahathir.

"Seperti pernyataan sebelumnya, selagi saya tidak siap bekerja dengan mereka yang dianggap korup dari Umno, saya bisa menerima mereka secara individu selama mereka terbukti bersih. Mungkin Muhyiddin lebih nyaman dengan cara tersebut," ujar Mahathir.

Mahathir menyatakan sudah bertemu dengan pimpinan Pakatan Harapan terkait dengan keputusannya. Dia menyatakan keputusannya untuk maju kembali akan disampaikan kepada Raja Abdullah.

"Saya sudah bertemu pemimpin Pakatan Harapan hari ini, dan saat ini yakin mendapatkan dukungan mayoritas dari Dewan Rakyat. Maka dari itu saya bersiap untuk menjadi kandidat perdana menteri," kata Mahathir.

Mahathir memutuskan mundur pada awal pekan ini setelah terjadi pergolakan politik. Sebagian anggota parlemen yang membelot dari koalisi Pakatan Harapan yang tengah berkuasa dilaporkan hendak membentuk koalisi baru.

(dod)