BNPB Ingatkan Warga Desa Ini akan Bencana Tanah Bergerak

Bencana tanah bergerak di Sawahlunto, Provinsi Sumbar. (Foto: BNPB)

Sawahlunto - Penanggulangan bencana tanah bergerak di Desa Santur, Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat sudah dilakukan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto melakukan pembersihan, Jumat (2/11/2018) pukul 05.00 WIB.

Pembersihan longsoran tanah dilakukan dengan alat berat baik backhoe dan excavator (PC) untuk membuka lalulintas jalan yang tertutup longsoran tanah. 

Selain itu BPBD juga melakukan pemasangan dan penutupan jalan di lingkungan perumahan yang retak dan amblas dengan terpal plastik, sekaligus pemberian terpal plastik kepada masyarakat yang membutuhkan akibat bencana.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dalam pengerjaan ini melibatkan beberapa instansi seperti Togana, Dinas PUPR dan Bidang Perumahan dan kawasan permukiman. “Mereka mempunyai tugas masing-masing sesuai instansi mereka,” ujar Sutopo.

Sutopo menjelaskan, untuk saat ini kondisi  sebagian jalan yang retak di sana masih belum dilalui kendaraan roda empat karena masih dilakukan perbaikan. Sutopo menghimbau warga diminta waspada untuk kemungkinan pergerakan tanah susulan.

“Apabila hujan turun dengan intensitas cukup tinggi, kemungkinan pergerakan tanah susulan akan terus terjadi dan bangunan rumah kerusakannya semakin besar,” katanya.

Sekitar 22 jiwa mengungsi akibat bencana alam tanah bergerak yang terjadi Desa Santur, Kota Sawahlunto, Kamis (1/11/2018).

Tidak ada korban jiwa atas kejadian ini. Kerugian materil akibat bencana yaitu 4 rumah rusak berat, 12 rumah rusak ringan dan tanah retak sepanjang kurang lebih 40 meter.

(ude)

SHARE US :
Komentar Via Facebook :