Rentetan Kontroversi Warnai Langkah Argentina ke Semifinal Piala Dunia 2026

Rentetan Kontroversi Warnai Langkah Argentina ke Semifinal Piala Dunia 2026

Pemain Timnas Argentina merayakan kemenangan setelah memenangkan pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 7 Juli 2026. (Foto: Odd ANDERSEN/AFP)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Timnas Argentina berhasil melangkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026. Namun, perjalanan sang juara bertahan menuju empat besar tidak hanya dihiasi penampilan impresif Lionel Messi dan kawan-kawan, tetapi juga sederet kontroversi yang memicu perdebatan di kalangan pecinta sepak bola dunia.

Sejak fase grup hingga perempat final, sejumlah keputusan wasit dan penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang melibatkan Argentina terus menjadi sorotan. Banyak pihak menilai beberapa keputusan kontroversial tersebut dinilai menguntungkan Albiceleste.

Di tengah kritik yang mengemuka, Argentina tetap menunjukkan performa impresif. Tim asuhan Lionel Scaloni sukses mencapai semifinal untuk kedua kalinya secara beruntun sejak menjadi juara dunia pada edisi sebelumnya.

Kapten tim, Lionel Messi, juga tampil gemilang. Meski telah berusia 39 tahun, ia masih menjadi mesin gol Argentina dengan torehan delapan gol sepanjang turnamen.

Namun, perjalanan Argentina menuju semifinal tak lepas dari berbagai kontroversi yang terus diperbincangkan.

Kontroversi Pertama, Insiden Messi Lawan Aljazair

Perdebatan mulai muncul pada laga pembuka fase grup saat Argentina menghadapi Aljazair.

Dalam pertandingan tersebut, Messi menjadi sorotan setelah terlihat menginjak betis pemain Aljazair, Aissa Mandi. Insiden itu tidak berujung kartu maupun hukuman dari wasit.

Keputusan tersebut memicu reaksi di media sosial. Banyak penggemar sepak bola membandingkannya dengan kasus serupa yang pernah berujung kartu merah bagi pemain lain, termasuk penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Kontroversi lain di fase grup terjadi saat Argentina menghadapi Austria. Proses terciptanya gol pertama Messi menjadi bahan perdebatan setelah pemain Austria, Xaver Schlager, diduga dijegal Alexis Mac Allister sebelum gol tercipta. Namun wasit tetap melanjutkan permainan.

Tiga Insiden dalam Laga Melawan Cape Verde

Kontroversi kembali muncul ketika Argentina menghadapi Cape Verde pada babak 32 besar.

Insiden pertama terjadi saat kiper Cape Verde, Vozinha, sedang mengatur pagar betis untuk menghadapi tendangan bebas. Messi kemudian mengambil tendangan dengan cepat sebelum persiapan selesai. Beruntung bagi Cape Verde, Vozinha masih mampu melakukan penyelamatan.

Insiden kedua terjadi ketika bola mengenai tangan Facundo Medina saat Cape Verde membangun serangan balik. Meski demikian, wasit tidak menganggap kejadian tersebut sebagai pelanggaran handball.

Kontroversi ketiga muncul saat Nicolas Tagliafico mendapat perawatan tim medis. Dalam situasi normal, pemain yang mendapat perawatan harus menunggu izin sebelum kembali masuk ke lapangan. Namun Tagliafico diperbolehkan langsung melanjutkan pertandingan.

Laga Kontra Mesir Jadi Sorotan Terbesar

Babak 16 besar melawan Mesir disebut-sebut sebagai pertandingan paling kontroversial yang melibatkan Argentina sepanjang turnamen.

Mesir sempat unggul 2-0 sebelum VAR menganulir gol Mostafa Ziko karena dianggap terjadi pelanggaran dalam proses gol.

Namun keputusan tersebut memunculkan perdebatan karena pada insiden lain VAR tidak melakukan intervensi serupa.

Alexis Mac Allister terlihat menarik baju Hamdy Fathy dalam proses serangan Argentina. Selain itu, Julian Alvarez juga disebut menjatuhkan Mohamed Salah di dalam kotak penalti tanpa adanya peninjauan khusus dari VAR.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Argentina berhasil bangkit dan membalikkan keadaan. Albiceleste mencetak tiga gol dan menutup pertandingan dengan kemenangan 3-2.

Kartu Merah Embolo Picu Polemik

Kontroversi terbaru terjadi pada laga perempat final saat Argentina menghadapi Swiss.

Polemik bermula dari duel antara Leandro Paredes dan Breel Embolo pada menit ke-72. Wasit awalnya memberikan kartu kuning kepada Paredes.

Namun setelah meninjau tayangan VAR, keputusan berubah. Kartu kuning justru diberikan kepada Embolo.

Karena sebelumnya Embolo telah mengantongi satu kartu kuning, keputusan tersebut otomatis membuat penyerang Swiss itu menerima kartu merah dan harus meninggalkan lapangan.

Swiss pun terpaksa melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain, situasi yang semakin memudahkan Argentina mengamankan tiket ke semifinal.

Prestasi dan Kontroversi Berjalan Beriringan

Di atas lapangan, Argentina tetap menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu tim terbaik dunia. Messi masih tampil tajam dan Albiceleste kembali berada di ambang final Piala Dunia.

Namun di luar lapangan, berbagai keputusan wasit dan VAR yang dianggap kontroversial membuat perjalanan Argentina menuju semifinal terus menjadi bahan perdebatan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :