Tiga Hari Perlombaan, Dragon Boat Race 2026 Siap Jadi Event Internasional Kepulauan Riau
Suasana perhelatan Lomba Perahu Naga (Dragon Boat Race) 2026 di perairan Pelantar 3, Tanjungpinang, Jumat (26/6/2026).
Tanjungpinang, Batamnews – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Atip Latipulhayat secara resmi membuka Dragon Boat Race 2026 di kawasan Pelantar 3, Kota Tanjungpinang, Sabtu, 27 Juni 2026.
Perlombaan perahu naga yang menjadi agenda tahunan masyarakat itu akan berlangsung selama tiga hari hingga Minggu, 28 Juni 2026.
Pembukaan ditandai dengan pemotongan pita perlombaan yang disaksikan ribuan warga yang memadati pesisir Pelantar 3. Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza turut hadir dalam acara tersebut.
Baca juga: Kronologi Penelantaran 38 Peserta Pesparawi Kepri Hingga Viral Nyanyi di Bandara Soetta
Gubernur Ansar dalam sambutannya mengatakan Dragon Boat Race bukan sekadar lomba olahraga air, tapi juga simbol keberagaman budaya, semangat kebersamaan, dan kekayaan tradisi bahari Kepri.
“Dragon Boat Race adalah warisan budaya yang jadi bagian identitas masyarakat Tanjungpinang. Pemprov Kepri akan terus mendukung pelestarian event budaya seperti ini karena mampu mempererat persatuan dan jadi daya tarik wisata yang potensial,” ujarnya.
Ansar menjelaskan event yang dikemas profesional ini menjadi bagian dari strategi pemprov mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya dan olahraga atau sport tourism.
Menurutnya, kehadiran ribuan pengunjung berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mulai dari pelaku UMKM, kuliner, perhotelan, transportasi, hingga jasa wisata.
“Kita ingin setiap event di Kepri memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Semakin banyak wisatawan, semakin besar perputaran ekonomi yang dirasakan pelaku usaha lokal,” kata Ansar.
Perlombaan tahun ini menyuguhkan persaingan sengit antartim. Kayuhan atlet diiringi tabuhan genderang dan sorak sorai penonton menciptakan suasana semarak yang jadi ciri khas Dragon Boat Race.
Tradisi perahu naga sendiri merupakan warisan masyarakat Tionghoa yang turun-temurun dan jadi bagian penting kehidupan warga pesisir Tanjungpinang. Event ini juga berkaitan erat dengan tradisi Sembahyang Keselamatan Laut, sebagai rasa syukur dan penghormatan terhadap budaya maritim yang sudah mengakar.
Keunikan itu membuat Dragon Boat Race bukan sekadar kompetisi olahraga tradisional, tapi juga atraksi budaya yang menarik wisatawan domestik dan mancanegara.
Baca juga: Daftar Lengkap Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Juara Grup, Hanya 2 Wakil Asia
Selama perlombaan, kawasan Pelantar 3 diperkirakan kembali padat. Seperti tahun sebelumnya, sebagian warga memilih menyaksikan dari atas pompong yang berjajar di sekitar lintasan balap untuk mendapat sudut pandang terbaik.
Pemprov Kepri berharap Dragon Boat Race 2026 memperkuat posisi Tanjungpinang sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia. Lewat kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan, event ini diharapkan terus berkembang menjadi agenda internasional yang memperkenalkan kekayaan budaya Melayu dan Tionghoa serta kehidupan maritim Kepri ke dunia.

Komentar Via Facebook :