KSOP Batam Bantah Tongkang Granit Ditolak Singapura, Kapal Tenggelam di Batuampar Saat Antre Sandar

KSOP Batam Bantah Tongkang Granit Ditolak Singapura, Kapal Tenggelam di Batuampar Saat Antre Sandar

Kapal Tongkang Angkut Olahan Batu Granit Tujuan Singapura Tenggelam di Perairan Batu Ampar, Batam. (Foto. Istimewa).

Nurjali

Batam, Batamnews – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam membantah informasi yang menyebut kapal tongkang SOI 1010 ditolak berlabuh di Singapura sebelum akhirnya tenggelam di perairan Batuampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. 

Pihak otoritas pelabuhan menegaskan insiden tersebut murni disebabkan kebocoran pada lambung kapal .

Kapal tongkang berbobot mati tersebut tenggelam pada Kamis, 25 Juni 2026 saat dalam perjalanan mengangkut muatan batu granit olahan (DAS) dari Tanjung Balai Karimun menuju Singapura.

Baca juga: Kronologi Tongkang Pengangkut Batu Granit Tenggelam di Perairan Batu Ampar Batam

Kepala Bidang Penegakan Hukum KSOP Khusus Batam, Yuzirwan Nasution, menegaskan pihaknya belum menerima informasi resmi terkait adanya penolakan dari otoritas Singapura terhadap tongkang tersebut. 

Menurut Yuzirwan, kapal justru tenggelam saat menunggu antrean untuk bersandar dan membongkar muatan di Pelabuhan Batuampar.

“Sampai saat ini kami dari KSOP belum ada menerima berita bahwa Singapura menolak. Kapal tongkang itu tenggelam saat menunggu antrean bersandar untuk bongkar muatan di Pelabuhan Batam. Namun saat menunggu antrean, kapal tongkang itu sudah tenggelam duluan,” ujar Yuzirwan kepada wartawan, Minggu, 28 Juni 2026.

Meski demikian, terdapat perbedaan keterangan terkait kronologi sebelum kapal tenggelam. Kepala Seksi Penegakan Hukum KSOP Batam, Adi Rifai, sebelumnya menyampaikan bahwa kapal sempat berbalik arah dari perairan Singapura menuju Batam karena ditolak berlabuh akibat kebocoran.

“Namun karena kapal tongkang SOI 1010 ini mengalami kebocoran sehingga Singapura menolak kapal itu untuk berlabuh. Kapal tersebut kemudian berbalik arah melewati perairan Batuampar, namun di tengah perjalanan kapal itu tenggelam,” kata Adi Rifai saat dikonfirmasi, Sabtu, 27 Juni 2026.

Kendati terdapat perbedaan dalam kronologi, kedua pejabat KSOP sepakat bahwa kebocoran pada lambung menjadi penyebab utama kapal kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.

Baca juga: Wabup Bintan Terima Bantuan CSR Rp200 Juta dari Bank BNI untuk Fasilitas Pelabuhan Bulang Linggi

KSOP memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat dan berhasil dievakuasi. Saat ini, bangkai tongkang yang terbalik telah dievakuasi dan ditarik ke galangan untuk penanganan lebih lanjut.

KSOP Batam bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebocoran pada lambung tongkang SOI 1010.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :