ASPPI Kepri Dorong Perluasan Bebas Visa dan Stabilitas Harga Tiket Demi Target 2,7 Juta Wisman 2026

ASPPI Kepri Dorong Perluasan Bebas Visa dan Stabilitas Harga Tiket Demi Target 2,7 Juta Wisman 2026

Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kepulauan Riau mempertegas komitmennya dalam memperkuat posisi Kepri sebagai gerbang utama pariwisata nasional. (Foto: Asrul/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kepulauan Riau mempertegas komitmennya dalam memperkuat posisi Kepri sebagai gerbang utama pariwisata nasional.

Melalui rapat koordinasi lintas sektoral di Gedung Graha Kepri, Selasa (21/4/2026), ASPPI mengusulkan serangkaian langkah strategis guna mengejar target ambisius 2,7 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2026.

Wakil Ketua I ASPPI Kepri, Buralimar, menegaskan bahwa posisi geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia menjadikannya "etalase" pertama Indonesia di mata dunia.

Saat ini, Kepri kokoh berada di jajaran tiga besar destinasi wisman nasional bersama Bali dan DKI Jakarta.

Meski mengapresiasi kebijakan imigrasi saat ini—seperti bebas visa untuk 17 negara dan Visa on Arrival (VoA) 30 hari ASPPI menilai perlu ada langkah yang lebih agresif. Buralimar mendorong pemerintah untuk memperluas kebijakan bebas visa kunjungan ke empat negara pasar utama.

"Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan India masuk dalam lima besar penyumbang wisman ke Kepri. Jika keempat negara ini diberikan fasilitas bebas visa, kami yakin akan terjadi lonjakan kunjungan yang sangat signifikan," ujar Buralimar.

Salah satu isu krusial yang disoroti adalah biaya perjalanan. Di tengah dinamika ekonomi global, ASPPI meminta seluruh operator transportasi untuk menjaga stabilitas harga guna mempertahankan kepercayaan wisatawan.

Stabilitas Tiket: Meminta tidak ada kenaikan harga tiket ferry maupun pesawat selama tidak ada kenaikan harga BBM.

Transparansi: Menghindari adanya biaya tambahan tersembunyi (hidden fees).

Citra Destinasi: Memperkuat slogan "Kepri: Easy Access & Affordable" melalui layanan yang cepat, nyaman, dan ramah di pintu masuk pelabuhan maupun bandara.

Dalam forum yang dihadiri perwakilan Pemprov Kepri tersebut, ASPPI juga mengusulkan penguatan kembali kerja sama regional dalam format baru Sijori (Singapura–Johor–Kepri).

Kolaborasi ini diharapkan melibatkan sinergi total antara pemerintah, penyedia transportasi, hingga industri perhotelan dan restoran. Untuk meningkatkan lama tinggal (length of stay), ASPPI mendorong pemerintah daerah untuk lebih selektif dalam menggelar event.

"Setiap acara harus berbasis riset pasar dan berskala internasional. Tujuannya bukan sekadar mendatangkan orang, tapi membuat mereka tertarik untuk tinggal lebih lama dan berbelanja lebih banyak di Kepri," tambahnya.

Buralimar optimis bahwa dengan sinergi lintas sektor, dukungan kebijakan imigrasi yang progresif, serta iklim usaha yang kondusif, target 2,7 juta wisman bukan hal yang mustahil untuk dicapai.

"Kunci keberhasilan pariwisata Kepri adalah kolaborasi. Jika semua pihak bergerak seirama, Kepri akan tetap menjadi magnet utama wisata Indonesia," tutupnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :