BI Checking Hambat UMKM Batam, Wali Kota Minta Kemudahan Akses Pendanaan

BI Checking Hambat UMKM Batam, Wali Kota Minta Kemudahan Akses Pendanaan

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Nurjali

Batam, Batamnews - Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Batam kesulitan mengajukan pinjaman modal. Penyebab utamanya? Mereka terbentur BI Checking atau riwayat kredit mereka yang bermasalah.

Merespons hal ini, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong adanya kemudahan akses pendanaan bagi UMKM dan koperasi. Ia meminta agar persyaratan pinjaman tidak lagi memberatkan, baik soal jarak lokasi usaha maupun model usahanya.

"Kita ingin persyaratan dipermudah. Kriteria yang justru membatasi gerak UMKM harus diselesaikan. Justru semakin banyak dana yang terserap, semakin bagus," tegas Amsakar pada Sabtu, 27 September 2025.

Baca juga: BI Checking Hambat UMKM Batam: 741 Pendaftar, Cuma 11 yang Lolos

Menurutnya, sebuah kebijakan menjadi tidak efektif jika anggaran yang disiapkan justru mengendap dan tidak digunakan. 

"Kalau anggaran tidak terpakai, kebijakan itu tidak efektif. Justru jika dana terserap, itulah yang kita harapkan," tambahnya.

Amsakar juga menegaskan tiga prinsip utama dalam penyaluran dana ini:

  1. Dana harus terserap secara optimal.
  2. Penyerapan dana harus berdampak positif bagi usaha.
  3. Tetap ada selektivitas, terutama dalam hal BI Checking atau SLIK OJK.

Namun, ia bersikap tegas dalam satu hal. "Kalau sudah bermasalah dengan BI Checking, tidak ada kompromi. Tapi untuk hal-hal seperti batas wilayah, itu bisa kita koreksi. Yang penting dana itu terserap dan kita siap mengawasi penggunaannya," jelasnya.

Dari sisi teknis, Kepala Dinas UMKM Kota Batam, Salim, membeberkan akar masalahnya. Banyak pemohon pinjaman masih memiliki tunggakan hutang atau pinjaman lama yang belum lunas, sehingga tercatat dalam sistem BI Checking.

"Banyak yang terkendala karena BI Checking. Selama masih ada hutang yang belum dilunasi, ya namanya masih tercatat," ujar Salim.

Program pinjaman modal usaha untuk UMKM di Batam sendiri menawarkan plafon hingga Rp 20 juta per pemohon. Meski bertujuan membantu, syarat ketat tetap diberlakukan agar dana tepat sasaran.

Baca juga: Reuni 34 Tahun Alumni SMP 1988 dan SMA 1991 Dabo Singkep: Hangat, Haru, dan Penuh Nostalgia di Batam

Salim pun memberi saran bagi pelaku UMKM yang ingin mengajukan pinjaman. "Mereka harus menyelesaikan dulu tanggungan hutangnya. Setelah itu, barulah bisa memenuhi syarat untuk pinjaman baru," pesannya.

Program ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengembangkan usaha UMKM sekaligus mendongkrak perekonomian Batam lewat pemberdayaan sektor riil.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :