Mahasiswa Karimun Kritik Kinerja 100 Hari Pemerintahan Iskandar-Rocky, Program Unggulan Dinilai Lamban
Raja Pradigjaya, perwakilan Mahasiswa UIN Suska Riau asal Karimun (ist)
Karimun, Batamnews - Mahasiswa asal Kabupaten Karimun mulai mengkritisi kinerja pemerintahan di bawah kepemimpinan Bupati Ing Iskandarsyah dan Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole.
Dalam 100 hari pertama masa jabatan Iskandar-Rocky, muncul pertanyaan apakah Kabupaten Karimun mengalami kemajuan atau justru stagnasi.
Masyarakat, termasuk mahasiswa Karimun, masih menantikan perubahan signifikan yang dijanjikan pemerintah daerah.
Baca juga: Bupati Karimun Lantik 360 CPNS dan PPPK, Dorong Semangat Pelayanan Prima untuk Masyarakat
Namun, realisasi 13 program unggulan prioritas—sebagai bagian dari upaya transformasi menuju visi "Karimun Maju, Sejahtera, dan Berbudaya"—dinilai belum memenuhi harapan.
"Kami, mahasiswa asal Karimun, mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apakah ini hanya janji kampanye?" ujar Raja Pradigjaya, perwakilan mahasiswa UIN Suska Riau asal Karimun.
Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran serta pengambilan kebijakan. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembuatan kebijakan diharapkan dapat memastikan aspirasi warga terwakili.
"Pemerintah perlu bekerja lebih keras dan efektif dalam merealisasikan janji-janjinya. Partisipasi masyarakat sangat krusial untuk mendorong perubahan nyata," tambahnya.
Meski demikian, harapan dan kepercayaan terhadap pemerintah daerah masih ada. Masa depan Karimun bergantung pada kemampuan pemimpin dalam mewujudkan komitmen pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Apakah Karimun akan menjadi contoh kemajuan atau justru tertinggal? Waktu yang akan menjawab," pungkas Raja.
Dengan demikian, mahasiswa Karimun terus memantau dan mendorong pemerintah daerah untuk segera mewujudkan perubahan yang dijanjikan.

Komentar Via Facebook :