Tiket Pesawat Mahal! Warga Batam Pilih Mudik Lewat Malaysia Lebih Hemat Jutaan Rupiah
Bandara Internasional Hang Nadim Batam. (foto. istimewa).
Batam, Batamnews - Menjelang musim mudik Lebaran 2025, banyak warga Batam memilih rute perjalanan alternatif melalui Malaysia dibandingkan penerbangan langsung dari Bandara Hang Nadim. Alasan utamanya adalah harga tiket yang lebih terjangkau, sehingga bisa menghemat biaya perjalanan secara signifikan.
Velia, warga Batam Center, salah satu pemudik yang memilih jalur ini, menyebut dirinya bisa menghemat hingga Rp300 ribu per orang dengan menggunakan rute Batam – Johor – Kuala Lumpur – Jakarta. Dengan jumlah anggota keluarga lima orang, total penghematan yang diperoleh mencapai Rp3,5 juta.
"Kalau lewat Malaysia, biaya tiket pesawat ke Jakarta cuma Rp500 ribu per orang. Sementara kalau langsung dari Batam ke Jakarta, tiketnya sudah di atas Rp1,5 juta per orang. Jadi lebih hemat kalau lewat Malaysia," ujar Velia.
Menurutnya, total biaya perjalanan melalui Malaysia hanya sekitar Rp1,5 juta per orang, sudah termasuk ongkos ferry dari Batam ke Johor (Rp300 ribu), serta tiket bus dari Larkin ke KLIA Malaysia (Rp100 ribu).
Sementara itu, Wahyu, warga Tiban, mengaku terpaksa menunda mudik ke Surabaya setelah melihat harga tiket pesawat yang mencapai Rp4 juta per orang. Ia kini mempertimbangkan opsi serupa, yakni berangkat dari Batam ke KLIA Malaysia terlebih dahulu, baru melanjutkan penerbangan ke Surabaya yang tarifnya jauh lebih murah.
Direktur Utama Bandara Internasional Batam (BIB), Pikri Ilham Kurniansyah, mengakui bahwa meskipun pemerintah telah memberikan insentif berupa potongan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 6 persen, dampaknya terhadap jumlah penumpang masih belum terasa.
"Arus penumpang saat ini masih landai, belum ada peningkatan signifikan. Biasanya lonjakan terjadi sekitar dua minggu sebelum Lebaran, barulah muncul extra flight atau penggunaan pesawat dengan kapasitas lebih besar," ujar Pikri, Selasa, 25 Maret 2025.
Sebagai langkah tambahan, BIB juga memberikan potongan 50 persen untuk Passenger Service Charge (PSC) atau airport tax, dengan harapan bisa menarik lebih banyak pemudik untuk tetap memilih penerbangan domestik dari Batam.
Kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) yang memungkinkan harga tiket turun hingga 14 persen ini berlaku untuk periode 24 Maret hingga 7 April 2025. Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berharap insentif ini bisa meringankan beban masyarakat yang ingin mudik menggunakan penerbangan domestik.
Namun, melihat tren saat ini, banyak warga Batam yang tetap lebih memilih jalur Malaysia sebagai opsi yang lebih murah dan ekonomis. Dengan kondisi harga tiket yang melambung tinggi, tampaknya jalur darat dan udara via Malaysia akan menjadi solusi favorit bagi para pemudik tahun ini.
Komentar Via Facebook :