Protes Krisis Air, Warga Happy Garden Datangi Kantor Air Batam Hilir Bawa Gayung dan Ember
Warga yang terdampak membawa ember dan gayung sebagai simbol dari kesulitan yang mereka alami karena ketiadaan air. (Foto: tangkapan layar)
Batam, Batamnews - Tidak mengalirnya air ke kompleks Perumahan Happy Garden, Kelurahan Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, selama tiga minggu terakhir telah memicu kemarahan warga. Akibatnya, pada Senin, 8 Juli 2024, sekitar pukul 12.00 WIB, sejumlah warga mendatangi kantor Air Batam Hilir (ABH) di Batam Centre untuk melakukan aksi protes.
Warga yang terdampak membawa ember dan gayung sebagai simbol dari kesulitan yang mereka alami karena ketiadaan air. "Sudah tiga minggu air mati," keluh seorang warga saat berbicara dengan Batamnews.co.id.
Para warga yang frustrasi mendesak ABH untuk segera menyelesaikan permasalahan ini. Mereka datang ke kantor ABH sambil membawa ember dan gayung, menunjukkan kesulitan yang mereka hadapi akibat kelangkaan air.
Baca juga: Perbaikan Kebocoran Pipa di Depan PT Homeix, Kabil oleh Air Batam Hilir: Berikut Daerah Terdampak
Permasalahan air di Batam memang bukan hal baru. Meskipun pihak Air Batam Hilir telah memberikan pemberitahuan terkait gangguan layanan air, banyak warga masih kecewa karena realitas di lapangan sering tidak sesuai dengan informasi yang diberikan.
Reza, salah satu warga Baloi, Kota Batam, mengungkapkan kekecewaannya. "Di media sosial dibilangnya telah selesai perbaikan, tapi kadang air tak jalan juga," keluhnya.
Pernyataan ini menggambarkan ketidakpuasan warga terhadap kinerja dan komunikasi dari pihak ABH. Insiden ini menyoroti masalah yang lebih luas mengenai manajemen sumber daya air di Kota Batam. Warga berharap pihak berwenang dapat mengambil tindakan konkret untuk mengatasi masalah ini dan meningkatkan layanan air bersih di kota.
Sampai berita ini diturunkan, pihak Air Batam Hilir belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi protes warga dan rencana penyelesaian masalah air di Komplek Perumahan Happy Garden. Masyarakat Batam, khususnya warga terdampak, menanti langkah nyata dari ABH untuk menormalisasi pasokan air ke rumah-rumah mereka.
Komentar Via Facebook :