4 hari yang lalu
Batam, Batamnews - Sebuah video berdurasi satu menit empat detik mengguncang jagat maya Kota Batam. Diunggah oleh akun AAN (@Jancookers), rekaman yang memperlihatkan seorang konsumen meluapkan kekecewaan di kantor CV Anugerah Bangun Jaya (ABJ) itu telah ditonton lebih dari 229 ribu kali dan dibagikan hampir 3 ribu pengguna TikTok.
Dalam potongan video yang viral tersebut, tampak seorang konsumen mendatangi kantor CV ABJ. Ia mereka sendiri suasana di dalam ruangan, termasuk wajah Direktur CV ABJ, Ahmad Muktar, dan Komisaris Linda. Tudingannya tajam: perusahaan dinilai tidak komitmen dan mengecewakan.
Menanggapi video yang tersebar luas itu, pihak CV ABJ angkat bicara. Direktur CV ABJ, Ahmad Muktar, menjelaskan duduk perkara sebenarnya.
Baca juga: Interpol Indikasikan Indonesia, Termasuk Batam Dijadikan The Next Kamboja
Cerita dimulai pada 7 April 2026. Seorang konsumen menandatangani kontrak renovasi dapur, dinding samping, dan pagar rumah dengan nilai uang muka Rp37,5 juta. Namun, Ahmad menyebut konsumen baru membayar Rp15 juta di awal.
"Tanggal 7 April itu juga kami langsung kirim material. Lalu 12 April konsumen bayar lagi Rp20 juta. Masih kurang Rp2,5 juta," ujar Ahmad kepada batamnews.co.id, Sabtu, 9 Mei 2026.
Ia melanjutkan, progres pekerjaan pada 26 April—tepat 15 hari berjalan—sudah mencapai 47,15 persen.
"Kalau dikalkulasi sebulan, bisa nyaris 99 persen. Tapi konsumen malah minta putus kontrak," katanya.
Ahmad juga mengaku konsumen tersebut tak pernah hadir saat dimediasi. Bahkan, sang konsumen disebut melontarkan kata-kata kasar dan menghamburkan air mineral di meja kantor.
Kini, CV ABJ telah menunjuk kuasa hukum. Juru bicara perusahaan, Yusril Koto, menegaskan bahwa pihaknya berhak mendapat perlindungan hukum dari konsumen yang dianggap beritikad tidak baik.
Dua kali somasi pun telah dilayangkan. Perusahaan meminta konsumen meminta maaf secara terbuka di TikTok dan menghapus video tersebut. "Jika somasi ketiga diabaikan, kami akan laporkan ke polisi," kata Yusril. Meski begitu, pintu musyawarah masih terbuka.
Di sisi lain, Muhammad Farhan, sang konsumen yang merasa kecewa, membantah kesan bahwa ia beritikad buruk. Dengan suara lantang, ia menceritakan versinya.
"Saya ingin rumah ini sudah 80 persen jadi dan layak ditempati pada 27-28 April untuk acara syukuran keluarga. Itu sudah diperjanjikan," ujar Farhan saat dihubungi, Sabtu.
Namun kenyataan berkata lain. Hingga batas waktu yang dijanjikan, rumah di kawasan Graha Mentara, Tiban, itu belum layak huni. Farhan mengaku hampir setiap hari terpaksa meninggalkan pekerjaan utamanya untuk mengawasi langsung proyek tersebut hingga 10 jam sehari.
Ia juga menyoroti pergantian tukang yang terjadi tiga kali. "Saya lihat sendiri, sudah tiga kali ganti tukang dari pihak CV ABJ. Mereka beralasan kinerja yang lama lambat," keluhnya.
Akibat keterlambatan ini, Farhan merugi. Ia harus merogoh kocek tambahan untuk menyewa rumah lain. Progres pembangunan pun disebut berhenti total sejak akhir April lalu.
Farhan menegaskan bahwa videonya yang viral itu bukanlah serangan pribadi, melainkan kritik sosial sebagai konsumen yang kecewa.
"Saya ingin menyuarakan hak saya. Saya juga tidak ingin ada korban berikutnya yang merasa dirugikan. Semua bukti sudah saya pegang," tegasnya.
Saat ini, Farhan mengaku masih berkoordinasi dengan sejumlah konsumen lain yang mengalami nasib serupa untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.