1 minggu yang lalu
Batam, Batamnews – Kisah viral seorang pria yang menendang pengendara motor di Sekupang, Batam, akhirnya menemui titik terang. Pelaku, Bayu Fajar, menyerahkan diri ke Polsek Sekupang, Sabtu, 18 April 2026 siang.
Sebelumnya, aksi Bayu membuat geger media sosial. Tapi setelah beberapa hari menghilang dan dilaporkan kabur ke Jakarta, ia memilih pulang. Bukan untuk bersembunyi, melainkan menyerah.
"Yang bersangkutan datang dengan sukarela. Dia minta maaf kepada korban dan polisi," kata Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait.
Baca juga: Dua Tersangka Narkotika di Bukit Senyum Ditangkap, Polisi Sita Lima Paket Sabu
Dengan nada menyesal, Bayu mengakui semua kesalahannya. Ia juga meminta maaf secara terbuka.
"Saya akui kesalahan saya. Saya minta maaf kepada Polres Kupang, Polresta Barelang, dan semua masyarakat, khususnya warga Kupang dan Batam," ujar Bayu.
Lalu kenapa ia kabur ke Jakarta? Bayu jujur. Ia merasa tidak tenang karena terus diburu polisi.
"Saya sempat ke Jakarta. Tapi hati saya gelisah karena terus dicari," tambahnya.
Bayu pun buka suara soal pemicu aksi nekatnya. Ia mengaku bukan pelaku balap liar. Saat kejadian, emosinya memuncak karena dirinya dan temannya baru saja dipukul orang tak dikenal di sekitar lampu merah, sepulang dari Pantai Dato.
"Saya dipukul duluan, Pak. Waktu itu saya dari pantai bersama rombongan. Pas di lampu merah, saya dan teman saya dipukul orang yang tidak saya kenal," jelasnya.
Namun, Bayu mengakui bahwa orang yang ditendangnya bukanlah pelaku pemukulan itu. Semua terjadi karena salah persepsi. Korban yang ia serang justru sedang berusaha melerai keributan.
Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Ipda Riyanto, mengatakan kasus ini masih ditangani. Namun karena ancaman hukuman di bawah lima tahun, polisi berencana mengedepankan restorative justice atau keadilan restoratif.
"Tapi tetap kami komunikasikan dulu dengan korban," ujar Ipda Riyanto.
Polisi mengapresiasi langkah Bayu yang menyerah dan menyerahkan barang bukti sepeda motornya. Korban sendiri dilaporkan sudah dalam keadaan baik setelah kejadian pada 14 April lalu.
Di akhir pernyataannya, Ipda Riyanto mengimbau anak muda untuk tidak mudah terpancing emosi.
"Niat baik harus tetap disertai tindakan yang benar. Ini pelajaran bagi kita semua," pungkasnya.