Tarik untuk refresh
Tanggapi Kasus Bullying yang Viral di Sekolah Yehonala, Yayasan Yeho Koordinasi dengan Kepolisian dan Disdik

Tanggapi Kasus Bullying yang Viral di Sekolah Yehonala, Yayasan Yeho Koordinasi dengan Kepolisian dan Disdik

1 minggu yang lalu

Batam, Batamnews – Yayasan Yeho menegaskan komitmennya untuk tidak mentolerir segala bentuk perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan. Hal ini disampaikan menyusul mencuatnya kasus dugaan perundungan yang terjadi di sekolah swasta Yehonala, kawasan Sei Panas, Batam Kota. Dalam keterangan resmi yang diperoleh batamnews.co.id pada Sabtu (18/04/2026) melalui unggahan media sosial @yehocircle, pihak yayasan memastikan bahwa mereka tidak tinggal diam dalam menangani kasus tersebut. “Kami tidak mendukung segala bentuk bullying dalam lingkungan pendidikan. Kami berkomitmen untuk menjaga setiap anak agar tetap berada dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan saling menghargai,” demikian pernyataan Yayasan Yeho. . “Kami telah mengambil langkah awal dengan mempertemukan kedua belah pihak untuk mendengar secara langsung dan berimbang dari masing-masing pihak yang terlibat,” lanjut pernyataan tersebut. Dalam proses penanganan, Yayasan Yeho menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, keputusan tidak diambil secara terburu-buru, melainkan melalui proses yang objektif dan bertanggung jawab. . Oleh karena itu, kami tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa, melainkan melalui proses yang terukur, objektif, dan bertanggung jawab,” jelasnya. Sebagai bentuk keseriusan, yayasan juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian serta akan melibatkan instansi terkait dan tenaga profesional. “Kami telah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, serta akan melibatkan Dinas Pendidikan dan Psikolog Anak untuk mendapatkan pendampingan profesional dalam menilai dan menangani situasi ini secara tepat,” ungkap Yayasan Yeho. . Yayasan Yeho menegaskan bahwa lembaga tersebut didirikan dengan nilai utama untuk melindungi dan menghargai setiap anak serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. “Kami berkomitmen bahwa keputusan yang nantinya diambil akan berdasarkan pertimbangan yang matang, objektif, dan adil bagi semua pihak,” tegasnya. . Sebelumnya, kasus dugaan perundungan dilaporkan terjadi pada Kamis (16/4/2026). Korban merupakan siswa kelas 3 SD berinisial AH yang diduga mengalami kekerasan oleh seorang pelajar SMA berinisial J. Kasus ini kini menjadi perhatian luas masyarakat Batam.

Batam, Batamnews – Yayasan Yeho menegaskan komitmennya untuk tidak mentolerir segala bentuk perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan. Hal ini disampaikan menyusul mencuatnya kasus dugaan perundungan yang terjadi di sekolah swasta Yehonala, kawasan Sei Panas, Batam Kota.

Dalam keterangan resmi yang diperoleh batamnews.co.id pada Sabtu (18/04/2026) melalui unggahan media sosial @yehocircle, pihak yayasan memastikan bahwa mereka tidak tinggal diam dalam menangani kasus tersebut.

“Kami tidak mendukung segala bentuk bullying dalam lingkungan pendidikan. Kami berkomitmen untuk menjaga setiap anak agar tetap berada dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan saling menghargai,” demikian pernyataan Yayasan Yeho.

Baca juga: Kronologi Lengkap Dugaan Perundungan Siswa SD di Batam oleh Kakak Kelas hingga Berujung Mimisan

Menanggapi kasus yang menjadi perhatian orang tua dan publik, pihak yayasan menyebut telah mengambil langkah awal dengan mempertemukan kedua belah pihak guna memperoleh keterangan yang berimbang.

“Kami telah mengambil langkah awal dengan mempertemukan kedua belah pihak untuk mendengar secara langsung dan berimbang dari masing-masing pihak yang terlibat,” lanjut pernyataan tersebut.

Dalam proses penanganan, Yayasan Yeho menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, keputusan tidak diambil secara terburu-buru, melainkan melalui proses yang objektif dan bertanggung jawab.

Baca juga: Tak Cukup Aniaya Bocah SD Hingga Berdarah, Pelajar SMA di Batam Ini Malah Rekam Video Korban yang Menangis

“Kami memastikan bahwa hak-hak kedua anak yang masih di bawah umur tetap menjadi prioritas utama untuk dilindungi. Oleh karena itu, kami tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa, melainkan melalui proses yang terukur, objektif, dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Sebagai bentuk keseriusan, yayasan juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian serta akan melibatkan instansi terkait dan tenaga profesional.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, serta akan melibatkan Dinas Pendidikan dan Psikolog Anak untuk mendapatkan pendampingan profesional dalam menilai dan menangani situasi ini secara tepat,” ungkap Yayasan Yeho.

Baca juga: Siswa SD di Batam Didorong hingga Mimisan, Diduga Jadi Korban Perundungan Kakak Kelas

Selain itu, keterlibatan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) juga tengah diupayakan guna memastikan langkah penanganan mengedepankan perlindungan anak dan prinsip keadilan.

Yayasan Yeho menegaskan bahwa lembaga tersebut didirikan dengan nilai utama untuk melindungi dan menghargai setiap anak serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

“Kami berkomitmen bahwa keputusan yang nantinya diambil akan berdasarkan pertimbangan yang matang, objektif, dan adil bagi semua pihak,” tegasnya.

Baca juga: Pelajar SMA Dorong Siswa SD hingga Mimisan di Batam, Mediasi Gagal Dilakukan

Pihak yayasan juga menyampaikan apresiasi atas perhatian publik serta meminta waktu agar proses penanganan dapat berjalan dengan baik sebelum memberikan pembaruan resmi.

Sebelumnya, kasus dugaan perundungan dilaporkan terjadi pada Kamis (16/4/2026). Korban merupakan siswa kelas 3 SD berinisial AH yang diduga mengalami kekerasan oleh seorang pelajar SMA berinisial J. Kasus ini kini menjadi perhatian luas masyarakat Batam.

wa
fb
copy
Batamnews Home
Memuat…