
27 Januari 2026 • 16:00
Batam, Batamnews - Kasus dugaan penipuan yang melibatkan PT Altin Tour and Travel kini menyita perhatian. Puluhan calon jemaah umrah gagal berangkat dan mendapati kantor agen travel tersebut kosong.
Amnah Fitriah Mona, salah satu korbannya, membeberkan kronologi lengkap yang menyebabkan keluarganya merugi hingga ratusan juta rupiah.
Awal kepercayaan Mona muncul dari testimoni keluarga besarnya. Pada Juli 2025, belasan kerabatnya berhasil berangkat umrah melalui PT Altin. Pengalaman positif itu yang membuatnya mantap mendaftar.
Mona berkomunikasi langsung dengan Agustina, istri dari pemilik travel, Muhammad Ali. Awalnya, komunikasi berjalan lancar.
“Setiap hari saya di push lewat chat. Dia tanya kapan mau daftar karena sedang ada promo: bayar 4 orang, berangkat 5 orang,” ungkap Mona.
Dengan paket Rp 25 juta per orang, ia hanya perlu membayar Rp 100 juta untuk lima orang. “Sebagai orang yang penuh pertimbangan, penawaran ini tentu sangat menggiurkan,” tambahnya.
Setelah dana tersedia, Mona melakukan transfer. Namun, ada kejanggalan. Agustina meminta uang ditransfer ke rekening pribadinya, bukan rekening perusahaan, dengan alasan rekening PT Altin sedang bermasalah. Meski ragu, Mona tetap melanjutkan transfer.
Setelah lunas, keluarga Mona mempersiapkan diri secara mandiri. Mereka membeli pakaian ihram, gamis, obat-obatan, hingga melakukan tiga jenis vaksinasi dengan biaya sendiri.
Kecurigaan mulai muncul saat fasilitas yang diterima tidak lengkap. Berbeda dengan jemaah sebelumnya yang dapat koper lengkap, Mona hanya menerima syal. Pihak travel berdalih stok kosong dan berjanji mengirimkannya pada 29 Desember. Surat keterangan untuk cuti kerja dan sekolah juga tak kunjung diberikan.
Puncaknya terjadi pada Sabtu pagi, 27 Desember 2025. Mona mendapat kabar dari seorang agen bahwa travel tersebut sedang bermasalah. Ternyata, sekitar 80 jemaah yang seharusnya berangkat di bulan Desember terus diundur.
Para jemaah yang geram kemudian membawa Agustina ke Poltabes. Di sana, Agustina membuat surat pernyataan tertulis yang berjanji menyelesaikan masalah dan mengembalikan uang pada Senin, 29 Desember 2025. Bahkan, pada Sabtu sore, Mona sempat bertemu Agustina di kantor travel.
“Dia bilang, 'Tenang saja, doakan kalian pasti naik (berangkat)'. Kami saat itu masih mencoba untuk percaya,” kenang Mona.
Baca juga: Dugaan Penipuan Dana Haji Rp 164 Juta oleh Travel, Calon Jamaah dari Lingga Tewas Gagal Berangkat
Namun, ketika hari yang dijanjikan tiba, harapan itu pupus. Sejak pukul 11.00 WIB, telepon Agustina tidak aktif. Saat para jemaah mendatangi kantor PT Altin Tour and Travel, mereka hanya menemukan ruangan kosong. Seluruh manajemen dan orang kepercayaan pemilik menghilang tanpa jejak.
Kini, para korban tengah berupaya mengumpulkan bukti dan melaporkan kasus ini. Laporan resmi direncanakan akan dibuat di Polsek Batam Kota pada pukul 17.00 WIB hari ini. Ratusan jemaah kini terlunta, menanti kepastian atas uang dan impian umrah yang kandas di tengah jalan.