Pendiri Signal Sebut Telegram Buruk Soal Privasi dan Pengumpulan Data

Pendiri Signal Sebut Telegram Buruk Soal Privasi dan Pengumpulan Data

Ilustrasi.

Jakarta - Moxie Marlinspike, Co-Founder sekaligus CEO dari Signal Messenger, baru-baru ini melontarkan kritiknya terhadap aplikasi pesaing yaitu Telegram.

Dalam sebuah cuitan di akun Twitter-nya @moxie, Marlinspike menyebut bahwa Telegram memiliki banyak fitur yang menarik, namun buruk dalam hal privasi dan pengumpulan data.

"Telegram memiliki banyak fitur menarik, tetapi dalam hal privasi dan pengumpulan data, tidak ada pilihan yang lebih buruk," kata Marlinspike, dikutip Rabu (29/12/2021).

Ia mengungkapkan, Telegram menyimpan semua kontak, grup, media, dan setiap pesan yang pernah dikirim atau diterima dalam teks biasa di server mereka.

"Aplikasi di ponsel Anda hanyalah 'tampilan' ke server mereka, tempat data sebenarnya berada," kata Marlinspike. "Hampir semua yang Anda lihat di aplikasi, Telegram juga melihatnya," imbuhnya dalam cuitan lain.

Ia mencontohkan, ketika pengguna menghapus aplikasi, memasangnya di ponsel baru, dan mendaftarkannya dengan nomornya, mereka akan bisa meliat semua riwayat percakapan, kontak, grup dan media yang dibagikan.

"Bagaimana bisa? Semuanya ada di server mereka, dalam plaintext," kata Marlinspike.

Lebih lanjut, pria kelahiran Georgia, Amerika Serikat itu mengatakan, fitur "secret chats" terbatas Telegram yang secara nominal menggunakan end to end encryption (e2ee), meragukan.

"Tidak ada e2ee secara default, tetapi mereka membicarakannya seolah-olah ada," kata Marlinspike.

Dia menambahkan, FB Messenger juga memiliki mode "secret chat" e2ee yang sebenarnya jauh lebih terbatas daripada Telegram (dan juga menggunakan protokol e2ee yang lebih baik).

"Tetapi tidak ada yang akan menganggap Messenger sebagai "perpesanan terenkripsi," ujarnya.

Menurut Marlinspike, beberapa orang mungkin merasa tak masalah Telegram mengakses semua data, pesan, gambar, kontak, atau grup mereka, karena mempercayai aplikasi tersebut.

"Namun, maksud dari "pembawa pesan terenkripsi" adalah Anda tidak harus mempercayai siapa pun selain orang yang Anda ajak berkomunikasi," kata Marlinspike.

Dia menjelaskan, teknologi privasi bukan tentang mempercayai orang lain dengan data pengguna.

"Pesan yang Anda kirim seharusnya hanya dapat dilihat oleh Anda dan penerima. Detail grup hanya boleh dilihat oleh anggota lainnya. Mencari kontak Anda seharusnya tidak mengungkapkannya kepada orang lain."

Uniknya, utas yang dibuat Marlinspike ini di-retweet oleh bos WhatsApp Will Cathcart. Diketahui selama ini, Pavel Durov, pendiri Telegram, memang kerap beropini menyerang aplikasi milik Meta tersebut.