Ansar Ahmad: Kepri Tak Sanggup Bikin Bank

Ansar Ahmad: Kepri Tak Sanggup Bikin Bank

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

Tanjungpinang - Ada wacana Kepri membuat bank daerah sendiri. Selama ini bank daerah Kepri masih bersama dengan Provinsi Riau yakni Bank Riau-Kepri.

Namun wacana itu dikatakan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad sangat berat.  Hal itu karena Pemerintah Provinsi Kepri tidak memiliki modal untuk mendirikannya.

"Sekarang untuk mendirikan bank daerah itu tidak mudah. Persyaratannya anggarannya harus besar  sementara APBD se-Kepri ini berapa bila dikumpulkan, pasti tidak akan cukup," kata Ansar di Tanjungpinang, belum lama ini.

Ansar juga mengungkapkan, bahwa saat ini Bank Riau Kepri tengah mendapatkan keuntungan besar.

"Devidennya juga besar, kenapa harus pindah dan mendirikan bank daerah sendiri," ucapnya.

Mantan Bupati Bintan dua priode ini menegaskan, Pemprov Kepri hanya memiliki penyertaan modal di Bank Riau Kepri yang masih sangat kecil.

"Kita akan liat kedepannya, apabila kedepan Pemprov Kepri memiliki anggaran yang cukup, maka akan meningkatkan kembali penyertaan modal di Bank Riau Kepri itu," tuturnya.

Ditambahkan Ansar, bila Pemprov Kepri memiliki anggaran APBD yang cukup besar, dan ada kelebihan uang sudah pasti akan menambah kembali modal di Bank Riau Kepri tersebut.

"Bahkan, bila ada modal dan cukup, uangnya akan ditambahkan lebih dari Rp100 miliar. Saat ini saja Kabupaten Bintan memiliki deviden yang cukup besar dalam satu tahun dapat deviden hingga Rp 7 Miliar," ujar Ansar.

Hal yang sama disampaikan anggota DPRD Provinsi Kepri Rudy Chua. Menurutnya untuk membangun atau mendirikan bank daerah mandiri Pemprov Kepri saat ini tak akan mampu.

Di era mendiang eks Gubernur Kepri, M Sani dikatakannya sudah pernah mengajukan dan mengusulkan untuk mewacanakan mendirikan bank daerah mandiri, namun saat itu kandas karena Kepri tak memiliki modal.

"Sesuai aturan untuk membangun bank harus memiliki anggaran minimal sebesar Rp 3 Triliun. Sebelumnya, memang modalnya lebih kecil yakni hanya Rp 2 Triliun saja. Sangat berat dan mustahil bisa membangun bank daerah yang mandiri," ujar Rudy.

Apalagi tegas Rudy, APBD Provinsi Kepri sudah beberapa tahun belakangan dan hingga tahun ini APBD Kepri mengalami defisit.

Ia menyebutkan, bila modal dikumpulkan dari 7 kabupaten dan kota di Kepri, untuk modal membangun bank daerah ini untuk saat ini tidak akan mungkin tercapai, sebab diketahui hampir semua daerah termasuk Pemprov Kepri defisit.

"Sangat berat dan mustahil untuk mendirikan bank daerah. Sebenarnya usulan mendirikan bank daerah ini dulu sudah digulirkan, namun mentok dengan pendanaan," tegasnya lagi.

Diketahui keberdaan Bank Riau Kepri sahamnya dimiliki dua Pemerintahan Provinsi yakni, Pemprov Riau dan Pemprov Kepri.

Selain itu juga saham dimiliki oleh pemerintah kabupaten dan kota di dua provinsi tersebut.

Adapun besaran saham yang dimiliki Pemprov Riau sebesar 38,71 persen, Pemprov Kepri 1,11 persen, saham Pemerintah Kota dan Kabupaten se Riau dan Kepri sebesar 59,90 persen dan saham juga dimiliki oleh Kopkar Bank Riau Kepri.

(sut)

Berita Terkait