Jokowi Sebut Kebijakan Pelonggaran PSBB Baru Sebatas Rencana

Jokowi Sebut Kebijakan Pelonggaran PSBB Baru Sebatas Rencana

Presiden Joko Widodo. (Foto: Liputan6.com)

Jakarta - Pemerintah menyatakan sejauh ini belum memutuskan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia.

Menurut Presiden Joko Widodo, pemerintah baru sekedar menyiapkan skenario kelonggaran PSBB namun belum ada keputusan kapan akan diterapkan. Demikian dilansir Liputan6.com.

"Jadi belum ada kebijakan pelonggaran PSBB yang sedang kita siapkan. Ini baru sebatas rencana atau skenario kelonggaran," tegas Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference, Senin (18/5/2020).

Jokowi menjelaskan pemerintah akan melihat waktu yang tepat untuk menerapkan pelonggaran PSBB, sambil melihat data dan fakta di lapangan. Pemerintah sangat berhati-hati memutuskan kebijakan tersebut.

"Akan diputuskan setelah ada timing yang tepat serta melihat data-data dan fakta yang ada di lapangan. Biar semuanya jelas, karena kita harus berhati-hati. Jangan keliru kita memutuskan," jelas dia.

Sebelumnya, Jokowi memastikan pemerintah akan membuat prosedur agar kehidupan masyarakat dapat berangsur-angsur berjalan normal di masa pandemi virus corona. Meski begitu, pemerintah juga harus mengutamakan keselamatan masyarakat.

"Keselamatan masyarakat tetap harus menjadi prioritas. Kebutuhan kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini. Itu keniscayaan, itulah yang oleh banyak orang disebut sebagai new normal atau tatanan kehidupan baru," jelas dia, Jumat 15 Mei 2020.

Adapun nantinya jika tahapan masyarakat produktif diterapkan, berbagai sektor usaha seperti rumah makan dapat beroperasi kembali. 

Jokowi menekankan, pembukaan sektor usaha juga harus dilakukan dengan protokol yang ketat untuk menghindari penyebaran virus corona.

Terkait kapan pelaksanaan tahapan masyarakat produktif aman dari Covid ini akan dimulai, Jokowi mengatakan akan terus melakukan evaluasi dan melihat data dan fakta. Misalnya, kurva positif Covid-19, kurva yang sembuh, dan kurva yang wafat, sebelum akhirnya membuat keputusan.

(dod)