Prihatin! Neko Bertekad Wujudkan Rumah Sakit Tipe C di Anambas pada Tahun Pertama jika Terpilih
Neko Wesha Pawelloy saat aktif melakukan sidak di Rumah Sakit Dabo Singkep, saat menjabat sebagai Wakil Bupati Lingga.
Anambas, Batamnews - Setelah melakukan kampanye dan berkeliling menemui masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas, Neko Wesha Pawelloy mengaku sedih serta prihatin dengan kondisi pelayanan dan fasilitas kesehatan yang ada di daerah tersebut.
Meskipun sudah memiliki tiga rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palmatak, RSUD Tarempa, dan RSUD Jemaja, ketiga rumah sakit tersebut masih jauh dari standar kelayakan.
"Bayangkan, dari tiga rumah sakit itu, bahkan untuk mencapai standar Rumah Sakit Tipe D saja masih banyak kekurangannya," ujar Neko saat ditemui pada Minggu, 10 November 2024.
Baca juga: Perjuangan Adinda Tiwi Kurniawati Melawan Kanker Otak, Pasien BPJS dari Anambas Dirujuk Ke Batam
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 340/Menkes/Per/III/2010, rumah sakit dikelompokkan berdasarkan fasilitas dan kemampuan pelayanan menjadi tipe umum dan khusus.
Rumah sakit umum memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit, sedangkan rumah sakit khusus fokus pada satu bidang atau jenis penyakit tertentu, misalnya berdasarkan ilmu, golongan umur, atau organ tubuh.
"Rumah sakit tipe D itu minimal harus memiliki dua pelayanan medik spesialis dasar dan ketersediaan dokter umum yang memadai," lanjutnya.
Meskipun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas saat ini sedang mencanangkan pembangunan Rumah Sakit Tipe C, Neko menyebutkan bahwa rencana tersebut masih sebatas konsep dan belum direalisasikan.
"Itu masih dalam tahap rancang-rancang. Jika nanti kami diberi kesempatan, hal ini akan menjadi prioritas. Pada tahun pertama, pelayanan kesehatan harus maksimal, termasuk ketersediaan dokter dan kesejahteraan tenaga kesehatan. Jangan ada lagi keterlambatan dalam pemenuhan hak-hak para tenaga kesehatan," ujar Calon Bupati Nomor urut 4 ini.
Dilansir dari salah satu media lokal, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan, PPKB Kabupaten Anambas, Muswandar, mengakui bahwa ketersediaan dokter umum di Kabupaten Kepulauan Anambas masih kurang.
Baca juga: Jadwal Kapal MV. Cinta Indomas dan MV. Bahtera Lingga Rute Tarempa-Padang Melang
Menurutnya, kekurangan dokter umum tidak hanya terjadi di RSUD Palmatak, tetapi juga di dua rumah sakit lainnya, yaitu RSUD Tarempa dan RSUD Jemaja.
Muswandar juga menyebutkan bahwa ketiga rumah sakit di Kepulauan Anambas memiliki dokter internship atau dokter magang. Namun, mereka belum bisa melakukan tindakan medis secara mandiri dan harus didampingi oleh dokter senior.
Dokter internship adalah program pemahiran bagi dokter yang baru lulus untuk menyelaraskan hasil pendidikan dengan kondisi di lapangan.

Komentar Via Facebook :