Strategi TPID Kepulauan Riau untuk Kendalikan Inflasi dan Pasokan Pangan

Strategi TPID Kepulauan Riau untuk Kendalikan Inflasi dan Pasokan Pangan

Wakil Ketua TPID Kepulauan Riau, Suryono bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Batam, Batamnews - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kepulauan Riau (Kepri) mengumumkan pencapaian inflasi yang berhasil terkendali pada angka 0,44% (mtm), pada Kamis, 4 Januari 2024.

Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa inflasi gabungan dari dua kota di Provinsi Kepulauan Riau, yakni Tanjung Pinang sebesar 0,48% dan Kota Batam sebesar 0,17%, mencapai 2,769% (ytd).

"Inflasi yang terkendali tersebut merupakan hasil dari konsistensi, inovasi, dan sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah baik di level provinsi maupun kabupaten dan kota se-Kepulauan Riau dalam melaksanakan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) pada bulan Desember 2023," ungkap Wakil Ketua TPID Kepulauan Riau, Suryono.

Baca juga: Tahapan Seleksi  Memasuki Wawancara Akhir, Gubernur Ansar Segera Lantik Direktur

Pihak TPID juga menjelaskan bahwa sebagian besar inflasi di dua kota tersebut disebabkan oleh kenaikan harga pada sektor makanan, minuman, dan tembakau. Faktor utama penyebab inflasi adalah kenaikan harga bayam, bawang merah, kacang panjang, dan tomat.

Terkait hal ini, kelompok transportasi juga berkontribusi pada inflasi sebesar 0,11%, yang dipicu oleh kenaikan tarif angkutan udara menjelang libur Nataru.

Selain itu, TPID telah aktif melaksanakan kegiatan pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai Kabupaten/Kota. Mereka juga melakukan penyaluran bahan pangan bersubsidi dengan koordinasi melalui High Level Meeting (HLM) TPID yang dipimpin oleh kepala daerah.

Dalam mengantisipasi risiko inflasi yang meningkat, TPID Kepulauan Riau telah melakukan capacity building di tingkat kota dan kabupaten di seluruh Provinsi Kepulauan Riau.

"Ke depannya, TPID akan terus mengantisipasi risiko inflasi yang meningkat melalui sinergi dan koordinasi antar lembaga/instansi sesuai arahan presiden," ujar Suryono.

Baca juga: Silaturahmi dengan Kapolda Kepri, Gubernur Ansar Berharap Sinergi Ditingkatkan

TPID juga berencana untuk menyelenggarakan kegiatan pasar murah dan GPM di berbagai daerah serta mengoptimalkan KAD yang sudah ada. Mereka juga akan meningkatkan produksi pangan lokal seperti beras dan cabai, mendorong program tanam pekarangan, serta peningkatan produksi ikan budidaya air tawar dan air laut.

Sementara itu, dalam upaya memperlancar distribusi pasokan, TPID akan terus berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan stok pangan yang cukup.

"Dalam menghadapi tekanan inflasi ke depannya, TPID akan melaksanakan capacity building dalam rangka perumusan strategi bersama," tutup Suryono.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews