Tarik untuk refresh
Dugaan Pungli Insentif Guru RA di Batam: Dana Dipotong Rp1 Juta, Oknum Pengurus IGRA Ancam yang Tolak

Dugaan Pungli Insentif Guru RA di Batam: Dana Dipotong Rp1 Juta, Oknum Pengurus IGRA Ancam yang Tolak

2 minggu yang lalu

Batam, Batamnews — Praktik pemotongan dana insentif yang diduga kuat sebagai pungutan liar (pungli) tengah mengguncang kalangan pendidik di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Kepulauan Riau. Ratusan guru Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) mengeluhkan pemotongan dana secara sepihak yang mencapai jutaan rupiah per orang, disertai ancaman bagi mereka yang menolak. Informasi yang dihimpun menyebutkan, para penerima insentif dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam dipotong sebesar Rp500.000 untuk guru penerima lama, dan Rp1.000.000 untuk guru penerima baru. Instruksi pemotongan ini diduga kuat diinisiasi oleh oknum pengurus organisasi Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) se-Kota Batam. . Dalam pesan tersebut, instruksi pemotongan disampaikan secara terstruktur. "Assalamualaikum Bu ibu Ka.RA. Izin manyampaikan, insyaallah untuk pemko hari ini cair atau paling lambat besok. Untuk itu kita ada pemotongan bagi yg dapat sebesar Rp.500.000 di awal cair... Untuk itu mohon diberikan pemahamaman kepada guru-guru'y yg mendapatkan insentif ini," demikian bunyi salah satu pesan yang beredar . Situasi semakin memanas dengan beredarnya rekaman suara (voice note) yang diduga berasal dari oknum pengurus. Dalam rekaman itu, oknum tersebut mencoba membenarkan pemotongan dengan dalih berbagi kepada rekan yang tidak mendapat insentif. Pesan itu juga menyisipkan ancaman halus bagi para guru yang menolak. "Tapi kalau misalnya teman-teman ada yang keberatan, tidak apa-apa jika tidak melakukan transfer (TF). Namun, untuk berikutnya saya tidak menjamin kalau teman-teman akan dapat kembali, jadi tidak usah ribut,"  ujar suara dalam rekaman itu. Ancaman ini memanfaatkan situasi di mana bantuan insentif memang sangat dinantikan oleh para guru, mengingat program ini adalah bentuk apresiasi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan motivasi tenaga pendidik non-PNS . Seorang narasumber yang disamarkan namanya sebagai Umi, mengungkapkan kekecewaan mendalam. Ia menyebut praktik ini sebagai yang paling fatal. "Ini pungli di RA yang di bawah naungan Kemenag, insentif guru dipotong Rp500 ribu untuk penerima lama dan Rp1 juta untuk penerima baru. Mereka potong tanpa keterangan yang jelas, atas perintah siapa?" ungkapnya. Umi juga membeberkan estimasi kasar kerugian. Di Kecamatan Batu Ampar saja yang memiliki 26 guru penerima, potongan mencapai Rp13 juta. "Bayangkan berapa ratus guru yang menerima se-Kota Batam. Itu baru dari satu kecamatan, belum kecamatan lain yang jumlah gurunya jauh lebih banyak," keluhnya. Praktik pemotongan ini menjadi ironi di tengah upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru. Sebelumnya, Kantor Wilayah Kemenag Kepri telah menyerahkan insentif untuk ribuan guru RA dan Madrasah di Batam dengan total anggaran mencapai Rp11,3 miliar pada tahun 2024.  . Namun, apresiasi tersebut kini tercoreng oleh ulah oknum yang diduga menyalahgunakan wewenang. Klaim dalam rekaman suara bahwa pemotongan ini adalah berkat "usaha dari orang-orang yang memiliki wewenang" menimbulkan tanda tanya besar. Hingga berita ini diturunkan, para pendidik berharap adanya investigasi dari Tim Saber Pungli, Kemenag Kota Batam, dan Pemko Batam. Mereka menuntut kejelasan atas pemotongan dana yang menjadi hak penuh para pahlawan tanpa tanda jasa ini.

Batam, Batamnews — Praktik pemotongan dana insentif yang diduga kuat sebagai pungutan liar (pungli) tengah mengguncang kalangan pendidik di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Kepulauan Riau.

Ratusan guru Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) mengeluhkan pemotongan dana secara sepihak yang mencapai jutaan rupiah per orang, disertai ancaman bagi mereka yang menolak.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, para penerima insentif dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam dipotong sebesar Rp500.000 untuk guru penerima lama, dan Rp1.000.000 untuk guru penerima baru. Instruksi pemotongan ini diduga kuat diinisiasi oleh oknum pengurus organisasi Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) se-Kota Batam.

Baca juga: Perkuat Daya Saing Global, BP Batam Integrasikan Kelancaran Arus Barang dalam Struktur Organisasi Baru

Praktik ini terungkap setelah beredarnya tangkapan layar pesan singkat di grup para Kepala RA. Dalam pesan tersebut, instruksi pemotongan disampaikan secara terstruktur.

"Assalamualaikum Bu ibu Ka.RA. Izin manyampaikan, insyaallah untuk pemko hari ini cair atau paling lambat besok. Untuk itu kita ada pemotongan bagi yg dapat sebesar Rp.500.000 di awal cair... Untuk itu mohon diberikan pemahamaman kepada guru-guru'y yg mendapatkan insentif ini," demikian bunyi salah satu pesan yang beredar .

Situasi semakin memanas dengan beredarnya rekaman suara (voice note) yang diduga berasal dari oknum pengurus. Dalam rekaman itu, oknum tersebut mencoba membenarkan pemotongan dengan dalih berbagi kepada rekan yang tidak mendapat insentif. Pesan itu juga menyisipkan ancaman halus bagi para guru yang menolak.

"Tapi kalau misalnya teman-teman ada yang keberatan, tidak apa-apa jika tidak melakukan transfer (TF). Namun, untuk berikutnya saya tidak menjamin kalau teman-teman akan dapat kembali, jadi tidak usah ribut,"  ujar suara dalam rekaman itu. Ancaman ini memanfaatkan situasi di mana bantuan insentif memang sangat dinantikan oleh para guru, mengingat program ini adalah bentuk apresiasi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan motivasi tenaga pendidik non-PNS .

Seorang narasumber yang disamarkan namanya sebagai Umi, mengungkapkan kekecewaan mendalam. Ia menyebut praktik ini sebagai yang paling fatal.

"Ini pungli di RA yang di bawah naungan Kemenag, insentif guru dipotong Rp500 ribu untuk penerima lama dan Rp1 juta untuk penerima baru. Mereka potong tanpa keterangan yang jelas, atas perintah siapa?" ungkapnya.

Umi juga membeberkan estimasi kasar kerugian. Di Kecamatan Batu Ampar saja yang memiliki 26 guru penerima, potongan mencapai Rp13 juta. "Bayangkan berapa ratus guru yang menerima se-Kota Batam. Itu baru dari satu kecamatan, belum kecamatan lain yang jumlah gurunya jauh lebih banyak," keluhnya.

Praktik pemotongan ini menjadi ironi di tengah upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru. Sebelumnya, Kantor Wilayah Kemenag Kepri telah menyerahkan insentif untuk ribuan guru RA dan Madrasah di Batam dengan total anggaran mencapai Rp11,3 miliar pada tahun 2024. 

Baca juga: Nasib Jembatan Sei Ladi: Rencana Penutupan Masih Dikaji, BP Batam Prioritaskan Pelebaran Jalan 6 Lajur

Kepala Kanwil Kemenag Kepri bahkan mengapresiasi Pemerintah Kota Batam yang telah memberikan bantuan dan fasilitasi untuk pendidikan keagamaan .

Namun, apresiasi tersebut kini tercoreng oleh ulah oknum yang diduga menyalahgunakan wewenang. Klaim dalam rekaman suara bahwa pemotongan ini adalah berkat "usaha dari orang-orang yang memiliki wewenang" menimbulkan tanda tanya besar.

Hingga berita ini diturunkan, para pendidik berharap adanya investigasi dari Tim Saber Pungli, Kemenag Kota Batam, dan Pemko Batam. Mereka menuntut kejelasan atas pemotongan dana yang menjadi hak penuh para pahlawan tanpa tanda jasa ini.

Play
Stop
WA
FB
Copy
Batamnews Home
Memuat…