04 Februari 2026 • 17:18
Batam, Batamnews - Bagi yang sering bolak-balik Singapura-Batam, bersiaplah untuk pengalaman baru. Rute feri antara kedua kota itu akan segera dilayani oleh kendaraan unik yang melayang tepat di atas permukaan air.
ST Engineering, raksasa teknologi Singapura, pada Selasa (3 Februari) mengumumkan kesepakatan dengan operator feri regional BatamFast. Perusahaan itu akan menyewa satu unit AirFish Voyager, kendaraan "wing-in-ground" (WIG) yang meluncur beberapa meter di atas air, untuk dioperasikan sebagai feri penumpang.
Konsepnya sederhana: AirFish memanfaatkan efek permukaan (ground effect) untuk melayang dengan lebih efisien, menyerupai pesawat terbang yang sangat rendah. Menurut ST Engineering, kendaraan ini mampu melaju tiga kali lebih cepat dari kapal laut konvensional.
Baca juga: Diduga OTT KPK di Jakarta dan Banjarmasin Terkait Kantor Pajak dan Bea Cukai
"Kesepakatan ini menandai perkembangan penting dalam perjalanan kami membawa platform AirFish ke pasar," kata Jeffrey Lam, Presiden Dirgantara Komersial ST Engineering.
Kapal yang dapat membawa hingga 10 orang termasuk awak ini sedang dirakit di Singapura. Rencananya, operasi komersial pada rute Singapura-Batam akan dimulai pada paruh kedua 2026, setelah memperoleh persetujuan regulasi.
Tak hanya untuk rute itu, ST Engineering AirX dan BatamFast juga akan mengeksplorasi peluang memperluas operasi ke destinasi baru di seluruh Asia Tenggara.
Keunikan AirFish terletak pada kemampuannya yang tidak memerlukan infrastruktur khusus untuk lepas landas atau mendarat. Ia bisa beroperasi dari dermaga feri biasa.
Selain dengan BatamFast, ST Engineering juga menjalin kemitraan terpisah dengan Wings Over Water Ferries (WOW) di India. Perusahaan tersebut akan membawa empat unit AirFish untuk digunakan secara komersial di India mulai akhir 2026, menunggu persetujuan rute.
Strategi awal WOW akan fokus pada negara bagian pesisir dengan permintaan tinggi dan sektor yang memiliki potensi pariwisata, komuter, dan konektivitas regional yang kuat. Bahkan, rencananya akan dikembangkan juga fasilitas perakitan, manufaktur, pelatihan, dan perawatan lokal untuk AirFish di India.
Baca juga: Wali Kota Ajak Masyarakat Sambut Ramadan dengan Persiapan Lahir dan Batin
Kemitraan baru ini diharapkan dapat mempercepat pengenalan komersial AirFish. ST Engineering memposisikannya sebagai solusi mobilitas kecepatan tinggi generasi baru untuk transportasi pesisir dan regional.
"Kami bersama mitra berharap dapat mempercepat adopsi kendaraan inovatif ini dan mengubah cara komunitas pesisir dan regional terhubung," pungkas Jeffrey Lam.
AirFish ditargetkan telah memenuhi klasifikasi keselamatan pada pertengahan 2026, sebagai langkah final sebelum mengangkut penumpang.