Batam, Batamnews - Setelah berbulan-bulan bergantung pada bantuan tangki air, warga Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, Batu Ampar, Batam, akhirnya melihat tanda-tanda perbaikan. Air bersih mulai mengalir ke rumah mereka, meski hanya muncul pada jam-jam istirahat: dini hari. Air itu dilaporkan pertama kali muncul pada Sabtu, 24 Januari 2026 dini hari, dua hari setelah ratusan warga menggelar unjuk rasa besar di kantor BP Batam pada Kamis, 22 Januari 2026. Namun, harapan itu belum sepenuhnya terpenuhi. Warga harus begadang antara pukul 02.00 hingga 05.00 WIB untuk menampung air yang debitnya sangat kecil. . Tapi tetap kami syukuri, setidaknya ada tanda-tanda air masuk," ujar Damri, warga Perumahan GMP, Tanjung Sengkuang, Sabtu siang. Ia mengakui, meski aliran kecil, ini membawa sedikit kelegaan setelah masa sulit. Kendati demikian, masalah distribusi tampak belum selesai. Di grup komunikasi warga, banyak rumah di lokasi tinggi atau ujung pipa yang masih sama sekali kering. Selain durasinya yang singkat, debit air yang kecil juga tak mampu memenuhi tandon atau bak penampungan di ketinggian. "Kebutuhan air kan paling besar pagi dan sore. Jadi kami terpaksa begadang semalaman. Melihat air mengalir sedikit saja rasanya seperti dapat anugerah besar," tambah Damri. . Kini, harapan warga tertuju pada normalisasi tekanan air agar pasokan dapat berjalan 24 jam dan menjangkau semua rumah secara merata.
Batam, Batamnews - Setelah berbulan-bulan bergantung pada bantuan tangki air, warga Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, Batu Ampar, Batam, akhirnya melihat tanda-tanda perbaikan. Air bersih mulai mengalir ke rumah mereka, meski hanya muncul pada jam-jam istirahat: dini hari.
Air itu dilaporkan pertama kali muncul pada Sabtu, 24 Januari 2026 dini hari, dua hari setelah ratusan warga menggelar unjuk rasa besar di kantor BP Batam pada Kamis, 22 Januari 2026.
Namun, harapan itu belum sepenuhnya terpenuhi. Warga harus begadang antara pukul 02.00 hingga 05.00 WIB untuk menampung air yang debitnya sangat kecil.
Baca juga: Pastikan Tepat Sasaran, Polisi Jaga Penyaluran Air Bersih di Tanjung Sengkuang hingga Malam
"Di GMP saja ada dua RW, dan tidak semuanya kebagian. Tapi tetap kami syukuri, setidaknya ada tanda-tanda air masuk," ujar Damri, warga Perumahan GMP, Tanjung Sengkuang, Sabtu siang.
Ia mengakui, meski aliran kecil, ini membawa sedikit kelegaan setelah masa sulit. Kendati demikian, masalah distribusi tampak belum selesai. Di grup komunikasi warga, banyak rumah di lokasi tinggi atau ujung pipa yang masih sama sekali kering.
Selain durasinya yang singkat, debit air yang kecil juga tak mampu memenuhi tandon atau bak penampungan di ketinggian.
"Kebutuhan air kan paling besar pagi dan sore. Jadi kami terpaksa begadang semalaman. Melihat air mengalir sedikit saja rasanya seperti dapat anugerah besar," tambah Damri.
Baca juga: Protes Krisis Air, Warga Tanjung Sengkuang Segel Aliran Air Kantor DPRD Batam
Munculnya air ini terjadi paska aksi demonstrasi warga yang menuntut penyelesaian krisis air berkepanjangan di wilayah mereka. Kini, harapan warga tertuju pada normalisasi tekanan air agar pasokan dapat berjalan 24 jam dan menjangkau semua rumah secara merata.