Tarik untuk refresh
Rosacea Memburuk di Usia 40-an? Ini Penyebab dan 5 Cara Mengelolanya

Rosacea Memburuk di Usia 40-an? Ini Penyebab dan 5 Cara Mengelolanya

28 Desember 2025 • 09:22

Batam, Batamnews - Jika Anda mengidap rosacea, gejala kondisi kulit ini seringkali terasa semakin parah saat menginjak usia 40 atau 50-an. Demikian diungkapkan Dr. Julie C. Harper, seorang dokter kulit di Birmingham, Alabama. Rosacea, yang ditandai dengan kemerahan yang sering, breakout mirip jerawat, serta pembuluh darah yang melebar, memengaruhi lebih dari 14 juta orang di Amerika Serikat.  Kondisi ini paling umum ditemui pada wanita dan mereka yang memiliki kulit terang. Meski bisa didiagnosis di usia berapa pun, banyak orang tidak merasakan gejalanya hingga setelah usia 30 tahun. ? Para ilmuwan belum sepenuhnya yakin apa penyebab rosacea atau mengapa cenderung memburuk di usia paruh baya. Penyakit ini belum ada obatnya. Dilansir dari CNA, menurut Dr. Harper, ada berbagai cara untuk "mengelolanya dengan sangat baik". Rosacea cenderung diturunkan dalam keluarga dan muncul ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap pemicu lingkungan. Pemicu ini bisa berupa paparan sinar matahari, makanan pedas, alkohol, cuaca dingin dan panas, stres, aktivitas fisik, serta minuman panas, jelas Dr. Marie Leger, dokter kulit di New York City. Selain gejala khas seperti kemerahan menetap, pembuluh darah melebar, dan benjolan, rosacea juga dapat menyebabkan kulit kering, terasa kencang, dan perih. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa berpasir atau gatal di mata, serta menebalkan kulit di area hidung, tambah Dr. Dina Elrashidy, dokter kulit di Northwestern Medicine, Chicago. Gejala biasanya "naik turun" sepanjang hidup, seiring dengan paparan terhadap pemicu. Flare-up atau kekambuhan bisa berlangsung mingguan, bulanan, atau bahkan terus-menerus jika tidak diobati. Jika rosacea berkembang di usia 20-an atau lebih awal, kondisinya sering memburuk antara usia 30 dan 50 tahun. Salah satu alasan yang mungkin adalah akumulasi paparan tahunan terhadap pemicu, yang menyebabkan peradangan kronis. Peradangan ini melemahkan jaringan di sekitar pembuluh darah, sehingga melebarkannya dan memperburuk kemerahan. Ditambah dengan penuaan kulit alami dan kerusakan akibat sinar matahari, serat kolagen menipis dan kurang elastis. Hal ini membuat pembuluh darah "melebar permanen dan terlihat di permukaan kulit," jelas Dr. Harper. Kulit yang menipis dan mengering seiring usia juga membuat kemerahan dan gejala lain semakin jelas. .000 Pohon sebagai Respons Banjir Sumatra Mengendalikan rosacea seringkali memerlukan kombinasi pendekatan. Kenali dan Hindari Pemicu: Setiap orang memiliki pemicu berbeda. Mengenali dan menghindarinya (seperti alkohol atau makanan pedas) dapat meminimalkan kekambuhan. Namun, beberapa pemicu seperti cuaca dingin tidak selalu bisa dihindari. Gunakan Produk Lembut: Pembersih yang mengandung pelembap seperti gliserin atau dimetikon dapat menenangkan kulit. Produk dengan sulfur yang bersifat anti-inflamasi juga membantu. Hindari scrub dan produk beraroma yang dapat mengiritasi. Rutin Pakai Tabir Surya: Matahari adalah pemicu rosacea paling umum. Gunakan tabir surya spektrum luas SPF 30 atau lebih tinggi setiap hari, dan ulangi setiap 1-2 jam saat di luar ruangan. Tabir surya mineral (mengandung zinc oxide atau titanium dioxide) umumnya lebih lembut di kulit. Pertimbangkan Obat Resep: Gel brimonidine atau krim oxymetazoline dapat mengecilkan pembuluh darah untuk mengurangi kemerahan. Sementara, asam azelaic, benzoil peroksida 5% terkapsul, krim ivermectin, atau metronidazole membantu mengurangi peradangan penyebab benjolan. Obat topikal ini dapat digunakan sendiri atau dikombinasi dengan antibiotik oral dosis rendah. Terapi Laser: Terapi laser menggunakan cahaya untuk mengecilkan pembuluh darah dan mengurangi kemerahan. Pasien biasanya memulai dengan 1-3 sesi terapi, dan diulang setiap 6 bulan atau setahun sekali untuk perawatan berkelanjutan. Tidak pernah terlalu awal atau terlalu terlambat untuk berkonsultasi dengan dokter kulit jika gejala rosacea memburuk atau muncul baru.  "Dokter dapat membantu mengidentifikasi pemicu dan menyusun rencana perawatan. Memiliki strategi membuat pasien merasa jauh lebih terkendali," pungkas Dr. Leger.

Batam, Batamnews - Jika Anda mengidap rosacea, gejala kondisi kulit ini seringkali terasa semakin parah saat menginjak usia 40 atau 50-an. Demikian diungkapkan Dr. Julie C. Harper, seorang dokter kulit di Birmingham, Alabama.

Rosacea, yang ditandai dengan kemerahan yang sering, breakout mirip jerawat, serta pembuluh darah yang melebar, memengaruhi lebih dari 14 juta orang di Amerika Serikat. 

Kondisi ini paling umum ditemui pada wanita dan mereka yang memiliki kulit terang. Meski bisa didiagnosis di usia berapa pun, banyak orang tidak merasakan gejalanya hingga setelah usia 30 tahun.

Baca juga: Dari Taylor Swift hingga ChatGPT: Mengapa Kata 'Parasocial' Jadi Word of The Year 2025?

Para ilmuwan belum sepenuhnya yakin apa penyebab rosacea atau mengapa cenderung memburuk di usia paruh baya. Penyakit ini belum ada obatnya. Dilansir dari CNA, menurut Dr. Harper, ada berbagai cara untuk "mengelolanya dengan sangat baik".

Rosacea cenderung diturunkan dalam keluarga dan muncul ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap pemicu lingkungan. Pemicu ini bisa berupa paparan sinar matahari, makanan pedas, alkohol, cuaca dingin dan panas, stres, aktivitas fisik, serta minuman panas, jelas Dr. Marie Leger, dokter kulit di New York City.

Selain gejala khas seperti kemerahan menetap, pembuluh darah melebar, dan benjolan, rosacea juga dapat menyebabkan kulit kering, terasa kencang, dan perih. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa berpasir atau gatal di mata, serta menebalkan kulit di area hidung, tambah Dr. Dina Elrashidy, dokter kulit di Northwestern Medicine, Chicago.

Gejala biasanya "naik turun" sepanjang hidup, seiring dengan paparan terhadap pemicu. Flare-up atau kekambuhan bisa berlangsung mingguan, bulanan, atau bahkan terus-menerus jika tidak diobati.

Jika rosacea berkembang di usia 20-an atau lebih awal, kondisinya sering memburuk antara usia 30 dan 50 tahun. Salah satu alasan yang mungkin adalah akumulasi paparan tahunan terhadap pemicu, yang menyebabkan peradangan kronis. Peradangan ini melemahkan jaringan di sekitar pembuluh darah, sehingga melebarkannya dan memperburuk kemerahan.

Ditambah dengan penuaan kulit alami dan kerusakan akibat sinar matahari, serat kolagen menipis dan kurang elastis. Hal ini membuat pembuluh darah "melebar permanen dan terlihat di permukaan kulit," jelas Dr. Harper. Kulit yang menipis dan mengering seiring usia juga membuat kemerahan dan gejala lain semakin jelas.

Baca juga: Kampoong Ecopreneur Bangun Masjid Eco Wakaf dan Tebar 1.000 Pohon sebagai Respons Banjir Sumatra

Mengendalikan rosacea seringkali memerlukan kombinasi pendekatan.

  1. Kenali dan Hindari Pemicu: Setiap orang memiliki pemicu berbeda. Mengenali dan menghindarinya (seperti alkohol atau makanan pedas) dapat meminimalkan kekambuhan. Namun, beberapa pemicu seperti cuaca dingin tidak selalu bisa dihindari.
  2. Gunakan Produk Lembut: Pembersih yang mengandung pelembap seperti gliserin atau dimetikon dapat menenangkan kulit. Produk dengan sulfur yang bersifat anti-inflamasi juga membantu. Hindari scrub dan produk beraroma yang dapat mengiritasi.
  3. Rutin Pakai Tabir Surya: Matahari adalah pemicu rosacea paling umum. Gunakan tabir surya spektrum luas SPF 30 atau lebih tinggi setiap hari, dan ulangi setiap 1-2 jam saat di luar ruangan. Tabir surya mineral (mengandung zinc oxide atau titanium dioxide) umumnya lebih lembut di kulit.
  4. Pertimbangkan Obat Resep: Gel brimonidine atau krim oxymetazoline dapat mengecilkan pembuluh darah untuk mengurangi kemerahan. Sementara, asam azelaic, benzoil peroksida 5% terkapsul, krim ivermectin, atau metronidazole membantu mengurangi peradangan penyebab benjolan. Obat topikal ini dapat digunakan sendiri atau dikombinasi dengan antibiotik oral dosis rendah.
  5. Terapi Laser: Terapi laser menggunakan cahaya untuk mengecilkan pembuluh darah dan mengurangi kemerahan. Pasien biasanya memulai dengan 1-3 sesi terapi, dan diulang setiap 6 bulan atau setahun sekali untuk perawatan berkelanjutan.

Tidak pernah terlalu awal atau terlalu terlambat untuk berkonsultasi dengan dokter kulit jika gejala rosacea memburuk atau muncul baru. 

"Dokter dapat membantu mengidentifikasi pemicu dan menyusun rencana perawatan. Memiliki strategi membuat pasien merasa jauh lebih terkendali," pungkas Dr. Leger.

wa
fb
copy
Batamnews Home
Memuat…