Tarik untuk refresh
dr. Leo Ungkap Hasil Autopsi: Korban LC di Batam Tewas Tenggelam dengan Luka Kekerasan di Seluruh Tubuh

dr. Leo Ungkap Hasil Autopsi: Korban LC di Batam Tewas Tenggelam dengan Luka Kekerasan di Seluruh Tubuh

01 Desember 2025 • 16:41

Batam, Batamnews - Hasil pemeriksaan medis mengungkap kondisi tragis seorang korban yang ditemukan meninggal dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara pada Sabtu, 29 November 2025 pagi.  Menurut Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, dr. Leo, saat tiba di rumah sakit, tubuh korban sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan, membesar, dan wajah membengkak, mengindikasikan kematian telah terjadi beberapa waktu sebelumnya. Pemeriksaan luar menemukan memar di wajah, kepala, tangan, dan kaki korban. Dugaan adanya kekerasan fisik semakin kuat saat pembedahan lebih dalam dilakukan.  . Tidak hanya itu, terdapat tanda kekerasan dari kulit depan hingga belakang kepala. Pada rongga tengkorak dan permukaan otak, ditemukan memar jaringan akibat benturan keras, mengarah pada kesimpulan korban menerima kekerasan berulang sebelum meninggal. Temuan paling krusial berada di rongga dada. Dokter menemukan air dan darah dalam jumlah besar di kedua paru-paru. Saat jaringan paru dibelah, keluarlah campuran air dan darah dalam volume yang tidak wajar untuk kematian alami. Yang lebih mencengangkan, di dalam cairan paru-paru tersebut ditemukan banyak ganggang halus.  “Temuan ini menunjukkan bahwa air masuk ke dalam tubuh saat korban masih bernapas. Korban masih hidup ketika air masuk secara aktif ke sistem pernapasannya,” tegas dr. Leo. Dia menjelaskan, masuknya air saat korban masih bernapas menyebabkan pertukaran oksigen terhenti total, menyebabkan kematian akibat tenggelam (drowning). . Leo mengakui, temuan medis seperti ini kerap sulit dibuktikan sendirian. Namun, dengan menggabungkan keterangan saksi dan penyelidikan Polsek Batuampar, kesimpulan sementara mengarah kuat pada kematian akibat banyaknya air di paru-paru, yang didahului oleh penganiayaan fisik. Pihak kepolisian kini mendalami hasil autopsi ini untuk menyelidiki mekanisme kekerasan dan dugaan penganiayaan berat yang dialami korban sebelum meninggal.

Batam, Batamnews - Hasil pemeriksaan medis mengungkap kondisi tragis seorang korban yang ditemukan meninggal dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara pada Sabtu, 29 November 2025 pagi. 

Menurut Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, dr. Leo, saat tiba di rumah sakit, tubuh korban sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan, membesar, dan wajah membengkak, mengindikasikan kematian telah terjadi beberapa waktu sebelumnya.

Pemeriksaan luar menemukan memar di wajah, kepala, tangan, dan kaki korban. Dugaan adanya kekerasan fisik semakin kuat saat pembedahan lebih dalam dilakukan. 

Baca juga: Para Korban Mulai Speak Up: Kesaksian Mengerikan Ungkap Pola Penyiksaan Wilson & Melika

Dokter menemukan memar dan pendarahan signifikan di lengan, paha, dan kaki, yang dinilai sebagai luka tangkis—luka yang timbul saat korban berusaha melindungi diri.

Tidak hanya itu, terdapat tanda kekerasan dari kulit depan hingga belakang kepala. Pada rongga tengkorak dan permukaan otak, ditemukan memar jaringan akibat benturan keras, mengarah pada kesimpulan korban menerima kekerasan berulang sebelum meninggal.

Temuan paling krusial berada di rongga dada. Dokter menemukan air dan darah dalam jumlah besar di kedua paru-paru. Saat jaringan paru dibelah, keluarlah campuran air dan darah dalam volume yang tidak wajar untuk kematian alami.

Yang lebih mencengangkan, di dalam cairan paru-paru tersebut ditemukan banyak ganggang halus. 
“Temuan ini menunjukkan bahwa air masuk ke dalam tubuh saat korban masih bernapas. Korban masih hidup ketika air masuk secara aktif ke sistem pernapasannya,” tegas dr. Leo.

Dia menjelaskan, masuknya air saat korban masih bernapas menyebabkan pertukaran oksigen terhenti total, menyebabkan kematian akibat tenggelam (drowning).

Baca juga: Air Selang Disemprot ke Hidung, CCTV Dilepas: Ini Peran Masing-masing Pelaku

dr. Leo mengakui, temuan medis seperti ini kerap sulit dibuktikan sendirian. Namun, dengan menggabungkan keterangan saksi dan penyelidikan Polsek Batuampar, kesimpulan sementara mengarah kuat pada kematian akibat banyaknya air di paru-paru, yang didahului oleh penganiayaan fisik.

Pihak kepolisian kini mendalami hasil autopsi ini untuk menyelidiki mekanisme kekerasan dan dugaan penganiayaan berat yang dialami korban sebelum meninggal.

Play
Stop
WA
FB
Copy
Batamnews Home
Memuat…