Tarik untuk refresh
Ditanya Kasus Penyiksaan ART Intan, Wamen PPPA Veronica Tan Pilih Diam

Ditanya Kasus Penyiksaan ART Intan, Wamen PPPA Veronica Tan Pilih Diam

30 November 2025 • 13:52

Batam, Batamnews - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, memilih untuk tidak bersuara ketika ditanya tentang kasus penyiksaan Asisten Rumah Tangga (ART) bernama Intan.  Hal tersebut ditanyakan sejumlah media saat kunjungan kerjanya ke Batam, Jumat, 28 November 2025. Saat para wartawan mengejar dan menanyakan tanggapannya mengenai kasus yang menimpa Intan dan proses hukum terhadap majikannya, Roslina, Veronica Tan hanya bergegas masuk ke dalam mobil Toyota Fortuner-nya, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. . Ia menekankan bahwa proses hukum harus memandang dari sudut korban. "Harapan saya, kita semua punya perspektif korban. Minimal menjaga jangan sampai korban itu menjadi korban untuk kedua kalinya. Ini berlaku di semua jenjang: kepolisian, kejaksaan, pengadilan, maupun bagi teman-teman media," tutur Romo Paschal. Romo yang dikenal vokal membela kaum tertindas ini secara khusus memperingatkan bahaya kebocoran data korban. Ia menyayangkan praktik di mana identitas korban atau lokasi rumah amannya (safe house) sampai terekspos ke publik. "Itu sangat rentan," tegasnya. Lebih dalam, Romo Paschal mengungkapkan bahwa kasus Intan hanyalah puncak dari sebuah gunung es. Jaringannya mencatat, setidaknya ada 180 hingga 200 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani setiap tahunnya di Kepulauan Riau. "Penyebabnya banyak dan berlapis. Ini persoalan yang seringkali tidak tampak di permukaan. Karena itu, kampanye bahwa kekerasan tidak boleh dilakukan harus terus disuarakan," tambahnya. . Saat ini, kasus penyiksaan Intan oleh Roslina telah memasuki tahap penuntutan, terus diawasi publik karena tingkat kekerasannya yang mencengangkan.

Batam, Batamnews - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, memilih untuk tidak bersuara ketika ditanya tentang kasus penyiksaan Asisten Rumah Tangga (ART) bernama Intan. 

Hal tersebut ditanyakan sejumlah media saat kunjungan kerjanya ke Batam, Jumat, 28 November 2025.

Saat para wartawan mengejar dan menanyakan tanggapannya mengenai kasus yang menimpa Intan dan proses hukum terhadap majikannya, Roslina, Veronica Tan hanya bergegas masuk ke dalam mobil Toyota Fortuner-nya, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Baca juga: Kebakaran Kafe di Telok Blangah Heights, 80 Warga Dievakuasi dan 1 Dibawa ke RS

Berbeda dengan sikap bungkam Wamen, di tempat yang sama, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus (Romo Paschal) dari Keuskupan Pangkalpinang justru menyampaikan pandangannya dengan jelas. Ia menekankan bahwa proses hukum harus memandang dari sudut korban.

"Harapan saya, kita semua punya perspektif korban. Minimal menjaga jangan sampai korban itu menjadi korban untuk kedua kalinya. Ini berlaku di semua jenjang: kepolisian, kejaksaan, pengadilan, maupun bagi teman-teman media," tutur Romo Paschal.

Romo yang dikenal vokal membela kaum tertindas ini secara khusus memperingatkan bahaya kebocoran data korban. Ia menyayangkan praktik di mana identitas korban atau lokasi rumah amannya (safe house) sampai terekspos ke publik. "Itu sangat rentan," tegasnya.

Lebih dalam, Romo Paschal mengungkapkan bahwa kasus Intan hanyalah puncak dari sebuah gunung es. Jaringannya mencatat, setidaknya ada 180 hingga 200 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani setiap tahunnya di Kepulauan Riau.

"Penyebabnya banyak dan berlapis. Ini persoalan yang seringkali tidak tampak di permukaan. Karena itu, kampanye bahwa kekerasan tidak boleh dilakukan harus terus disuarakan," tambahnya.

Baca juga: Veronica Tan: Scale Up TKI dari 'Pembantu' ke Pilar Care Economy

Data ini menunjukkan betapa seriusnya masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah tersebut, yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.

Saat ini, kasus penyiksaan Intan oleh Roslina telah memasuki tahap penuntutan, terus diawasi publik karena tingkat kekerasannya yang mencengangkan.

Play
Stop
WA
FB
Copy
Batamnews Home
Memuat…