2 minggu yang lalu
Batam, Batamnews - Keributan sempat terjadi di kawasan Dapur 12, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, terkait aktivitas penjualan daging babi (B2) yang dilakukan secara terbuka di tepi jalan.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga setelah beredar video berdurasi 1 menit 20 detik yang diunggah melalui akun Instagram Davidherson_Official. Dalam video itu terlihat perwakilan kelurahan, kecamatan, serta aparat TNI Angkatan Darat hadir untuk menengahi situasi.
Menurut sejumlah warga yang menyampaikan keberatan, penjualan daging babi secara terbuka di ruang publik dinilai kurang memperhatikan kondisi sosial masyarakat sekitar yang beragam. Mereka meminta agar aktivitas usaha tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan norma dan sensitivitas lingkungan.
Merespons situasi tersebut, Pemerintah Kelurahan Sei Pelunggut bersama unsur TNI dan Polri bergerak cepat melakukan pendekatan persuasif. Lurah Sei Pelunggut, Rasman Afandi, didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas, langsung berdialog dengan pedagang pada Jumat (29/5/2026).
Langkah itu dilakukan sebagai bentuk komitmen unsur Tiga Pilar dalam menjaga stabilitas, toleransi, dan keharmonisan di tengah masyarakat.
Dalam pertemuan itu, petugas mengingatkan pentingnya memperhatikan norma, etika, serta kepatutan sosial dalam menjalankan usaha di lingkungan permukiman warga.
Rasman Afandi menegaskan bahwa pemerintah pada prinsipnya tidak melarang masyarakat menjalankan usaha, termasuk penjualan daging B2. Namun, pelaku usaha diharapkan dapat memperhatikan lokasi dan tata cara berjualan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Kami tidak pernah melarang seseorang untuk berusaha. Hanya saja ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam menjalankan usaha," ujar Rasman.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, mengatakan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Pemerintah dan aparat keamanan juga telah memberikan imbauan serta arahan kepada masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas wilayah.
"Kami dari kepolisian berkomitmen menjaga situasi kamtibmas di masyarakat. Kami mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan," kata Anwar.
Hingga saat ini, situasi di lokasi dilaporkan telah kondusif dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.