3 hari yang lalu
Batam, Batamnews – Kehadiran satu unit McLaren Artura di Batam kembali menyita perhatian publik. Supercar hybrid asal Inggris itu disebut dimiliki seorang wanita yang berdomisili di Batam.
Informasi yang beredar, pemilik McLaren Artura tersebut bernama Hilary Sari. Ia disebut tinggal di Batam dan bersuamikan seorang warga negara asing yang dikenal sebagai pengusaha.
Kehadiran mobil mewah itu menjadi perbincangan lantaran McLaren Artura bukan kendaraan biasa. Di pasar nasional, harga supercar tersebut bisa menyentuh miliaran rupiah, bahkan ada unit yang ditawarkan sekitar Rp10 miliar untuk pasar Indonesia.
Namun di Batam, harga mobil impor utuh atau CBU biasanya bisa lebih rendah karena status Batam sebagai kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ). Kendaraan CBU di Batam mendapat fasilitas pembebasan bea masuk, PPN, dan PPnBM, meski penggunaannya dibatasi di wilayah tertentu.
Sosok Hilary justru menarik perhatian karena tampil jauh dari kesan mencolok. Dalam video yang beredar, ia terlihat sederhana saat mencoba mengemudi McLaren tersebut untuk pertama kali. Bahkan, penampilannya yang hanya mengenakan sandal jepit membuat sejumlah warga terheran-heran.
“Cuma pakai sandal jepit doang,” ujar seorang warga yang melihat momen tersebut.
McLaren Artura itu diyakini hanya dimiliki segelintir orang di Indonesia. Seorang warga Batam menyebut, unit tersebut termasuk sangat langka.
“Hanya tiga orang yang memiliki McLaren Artura ini di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Sondia Gunawan, pemilik showroom, membenarkan bahwa salah satu unit McLaren Artura laku kepada seorang perempuan di Batam.
“Mungkin cuma dua di Indonesia, unit kedua laku sama perempuan,” ujar Sondia.
McLaren Artura sendiri merupakan supercar hybrid yang menggabungkan mesin bensin V6 twin-turbo 3.0 liter dengan motor listrik. Berdasarkan data resmi McLaren, Artura mampu melesat dari 0–100 km/jam dalam waktu sekitar 3 detik dan memiliki kecepatan puncak 330 km/jam.
Di Batam, keberadaan mobil-mobil CBU memang bukan hal baru. Status FTZ membuat sejumlah kendaraan impor mewah bisa masuk dengan skema berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia. Namun, kehadiran McLaren Artura tetap menjadi sorotan karena jumlahnya yang sangat terbatas dan jarang terlihat di jalanan.
Mobil tersebut juga memunculkan rasa penasaran publik. Bukan hanya karena harganya yang fantastis, tetapi juga karena sosok pemiliknya yang dinilai tampil sederhana di balik kemewahan supercar tersebut.