Tarik untuk refresh
Viral di Batam, Dokter Kimia Farma Sekupang Klarifikasi Soal Dugaan Penolakan Pasien Anak

Viral di Batam, Dokter Kimia Farma Sekupang Klarifikasi Soal Dugaan Penolakan Pasien Anak

1 minggu yang lalu

Batam, Batamnews — Polemik dugaan penolakan pasien anak di Klinik Kimia Farma Sekupang, Kota Batam, terus menjadi sorotan publik. Setelah video cekcok antara keluarga pasien dan seorang dokter viral di media sosial, kini muncul klarifikasi dari akun Threads yang diduga milik dokter terkait bernama Ecy Sinaga. Dalam unggahannya, Ecy menjelaskan bahwa orang tua pasien datang membawa anak yang mengalami demam sekitar pukul 20.56 WIB atau hanya beberapa menit sebelum jam operasional klinik berakhir pukul 21.00 WIB. Menurutnya, saat itu para tenaga kesehatan sudah bersiap pulang dan pasien juga belum melakukan proses pendaftaran. “Aku tanya kenapa jam segini dibawa anaknya? Nanya baik-baik. Orang tua langsung ngegas, ngamuk, bentak-bentak dan tidak sopan. Jadi saya tolak periksa anaknya,” tulis akun tersebut dalam unggahan yang dikutip Kamis (28/5/2026). Dalam klarifikasinya, Ecy juga mengaku terpukul dengan situasi yang terjadi dan merasa mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari keluarga pasien. “Kalau mau ditolong ngomonglah baik-baik. Kita ini nakes bukan pembantu atau budak. Terus ngancam menviralkan ke sosmed, dengan senang hati saya buka masker. Pulang ke rumah rasanya mau nangis,” lanjut unggahan tersebut. Postingan itu pun langsung ramai diperbincangkan warganet. Hingga Kamis siang, unggahan tersebut telah mendapat ribuan tanda suka, komentar, dan dibagikan ulang oleh pengguna lain. Sebagian netizen memberikan dukungan kepada dokter tersebut dan menilai tenaga kesehatan juga berhak mendapatkan perlakuan sopan dari pasien maupun keluarga pasien. “Padahal kalau orang tuanya jawab baik-baik, saya yakin dokter tetap mau menangani meski jam pulang tertunda,” tulis akun blue_flowersyz dalam kolom komentar. Komentar serupa juga datang dari akun Erwingunaidi yang menyebut dokter memiliki hak menolak pasien dalam kondisi tertentu apabila tidak termasuk keadaan darurat. Namun di sisi lain, tidak sedikit pula warganet yang menyayangkan sikap dokter tersebut. Beberapa pengguna media sosial menilai pertanyaan yang disampaikan kepada orang tua pasien terdengar kurang empatik, terlebih anak yang dibawa disebut sedang sakit. “Kalau memang sudah tidak menerima pasien, sebaiknya pendaftaran ditutup lebih awal atau diberi informasi jelas bahwa layanan sudah tutup,” tulis akun nikndind. Akun tasia.jc juga menilai tenaga kesehatan seharusnya memahami kepanikan orang tua ketika anak sedang sakit dan membutuhkan pertolongan. “Sebagai orang tua, ketika anak sakit yang ada di kepala hanya panik dan ingin segera mendapat pertolongan,” tulisnya. “Kamu tahu enggak rasanya punya anak, lalu kita yang tidak paham soal kesehatan sudah berusaha datang secepat mungkin. Namun, saat sampai di fasilitas kesehatan, bukannya diarahkan malah ditanya,” lanjut komentar tersebut. Sementara itu, akun bernama Ladiestia memilih menyoroti kondisi anak yang berada di tengah polemik tersebut. “Terlepas dari semuanya, aku cuma fokus ke si anak yang butuh pertolongan. Kasihan,” tulisnya. Sebelumnya, video dugaan penolakan atau penelantaran pasien anak di Klinik Kimia Farma Sekupang viral di TikTok melalui akun @unrikasarjanahuk2017. Dalam video itu, seorang pria tampak meluapkan kekecewaannya kepada dokter perempuan yang disebut enggan memeriksa anak mereka yang sedang sakit. Peristiwa tersebut memicu perdebatan luas di media sosial terkait etika pelayanan kesehatan, hak tenaga medis, hingga cara masyarakat menyampaikan keluhan saat berada di fasilitas kesehatan.

Batam, Batamnews — Polemik dugaan penolakan pasien anak di Klinik Kimia Farma Sekupang, Kota Batam, terus menjadi sorotan publik. Setelah video cekcok antara keluarga pasien dan seorang dokter viral di media sosial, kini muncul klarifikasi dari akun Threads yang diduga milik dokter terkait bernama Ecy Sinaga.

Dalam unggahannya, Ecy menjelaskan bahwa orang tua pasien datang membawa anak yang mengalami demam sekitar pukul 20.56 WIB atau hanya beberapa menit sebelum jam operasional klinik berakhir pukul 21.00 WIB.

Menurutnya, saat itu para tenaga kesehatan sudah bersiap pulang dan pasien juga belum melakukan proses pendaftaran.

“Aku tanya kenapa jam segini dibawa anaknya? Nanya baik-baik. Orang tua langsung ngegas, ngamuk, bentak-bentak dan tidak sopan. Jadi saya tolak periksa anaknya,” tulis akun tersebut dalam unggahan yang dikutip Kamis (28/5/2026).

Dalam klarifikasinya, Ecy juga mengaku terpukul dengan situasi yang terjadi dan merasa mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari keluarga pasien.

“Kalau mau ditolong ngomonglah baik-baik. Kita ini nakes bukan pembantu atau budak. Terus ngancam menviralkan ke sosmed, dengan senang hati saya buka masker. Pulang ke rumah rasanya mau nangis,” lanjut unggahan tersebut.

Postingan itu pun langsung ramai diperbincangkan warganet. Hingga Kamis siang, unggahan tersebut telah mendapat ribuan tanda suka, komentar, dan dibagikan ulang oleh pengguna lain.

Sebagian netizen memberikan dukungan kepada dokter tersebut dan menilai tenaga kesehatan juga berhak mendapatkan perlakuan sopan dari pasien maupun keluarga pasien.

“Padahal kalau orang tuanya jawab baik-baik, saya yakin dokter tetap mau menangani meski jam pulang tertunda,” tulis akun blue_flowersyz dalam kolom komentar.

Komentar serupa juga datang dari akun Erwingunaidi yang menyebut dokter memiliki hak menolak pasien dalam kondisi tertentu apabila tidak termasuk keadaan darurat.

Namun di sisi lain, tidak sedikit pula warganet yang menyayangkan sikap dokter tersebut. Beberapa pengguna media sosial menilai pertanyaan yang disampaikan kepada orang tua pasien terdengar kurang empatik, terlebih anak yang dibawa disebut sedang sakit.

“Kalau memang sudah tidak menerima pasien, sebaiknya pendaftaran ditutup lebih awal atau diberi informasi jelas bahwa layanan sudah tutup,” tulis akun nikndind.

Akun tasia.jc juga menilai tenaga kesehatan seharusnya memahami kepanikan orang tua ketika anak sedang sakit dan membutuhkan pertolongan.

“Sebagai orang tua, ketika anak sakit yang ada di kepala hanya panik dan ingin segera mendapat pertolongan,” tulisnya.

“Kamu tahu enggak rasanya punya anak, lalu kita yang tidak paham soal kesehatan sudah berusaha datang secepat mungkin. Namun, saat sampai di fasilitas kesehatan, bukannya diarahkan malah ditanya,” lanjut komentar tersebut.

Sementara itu, akun bernama Ladiestia memilih menyoroti kondisi anak yang berada di tengah polemik tersebut.

“Terlepas dari semuanya, aku cuma fokus ke si anak yang butuh pertolongan. Kasihan,” tulisnya.

Sebelumnya, video dugaan penolakan atau penelantaran pasien anak di Klinik Kimia Farma Sekupang viral di TikTok melalui akun @unrikasarjanahuk2017. Dalam video itu, seorang pria tampak meluapkan kekecewaannya kepada dokter perempuan yang disebut enggan memeriksa anak mereka yang sedang sakit.

Peristiwa tersebut memicu perdebatan luas di media sosial terkait etika pelayanan kesehatan, hak tenaga medis, hingga cara masyarakat menyampaikan keluhan saat berada di fasilitas kesehatan.

wa
fb
copy
Batamnews Home
Memuat…