2 hari yang lalu
Batam, Batamnews — Kasus dugaan penolakan pasien anak di Klinik Kimia Farma Sekupang, Kota Batam, terus bergulir dan memancing perdebatan publik. Setelah video cekcok antara keluarga pasien dan seorang dokter viral di media sosial, kini dokter yang terekam dalam video tersebut akhirnya memberikan klarifikasi melalui media sosial Threads.
Pantauan Batamnews, unggahan klarifikasi itu muncul dari akun Threads yang diduga milik dokter bersangkutan @ecysinagaa. Dalam penjelasannya, ia mengaku kejadian bermula saat orang tua pasien datang ke klinik menjelang jam operasional berakhir.
“Orgtua dtg dgn keluhan anaknya demam ke klinik, jam 20.56. Klinik tutup jam 21.00, posisi mau pulang, blm melakukan pendaftaran,” tulis akun tersebut.
Dokter itu juga mengaku sempat mempertanyakan alasan pasien baru datang mendekati jam tutup klinik. Namun menurut pengakuannya, respons keluarga pasien justru memicu ketegangan.
“Terus aku tanya kenapa jam segini dibawa anaknya? Nanya baik2. Org tua langsung ngegas ngamuk, bentak2 dan ga sopan. Jd saya tolak periksa anaknya,” lanjut unggahan tersebut.
Ia menegaskan tenaga kesehatan juga memiliki batas kesabaran dan meminta masyarakat menghormati profesi tenaga medis.
“Kalau mau ditolong ngomong lah baik2 kita ini nakes bkn pembantu/budak,” tulisnya lagi.
Dokter tersebut juga mengaku sempat diancam akan diviralkan di media sosial. Meski demikian, ia menyatakan tidak takut dan memilih membuka klarifikasi secara terbuka.
Unggahan itu langsung memancing reaksi beragam dari warganet. Sebagian netizen membela sikap dokter dan menilai keluarga pasien seharusnya tetap menjaga etika saat meminta pelayanan medis.
“Salut, dok. Kita ini nakes, bukan pembantu, sekali kali pasien dan atau keluarganya perlu dikasih pelajaran etika,” tulis salah satu akun dalam kolom komentar.
Netizen lain juga menilai tenaga kesehatan berhak menolak pasien apabila situasi dinilai tidak kondusif dan bukan dalam kondisi gawat darurat.
Namun di sisi lain, tidak sedikit pula yang mengingatkan bahwa pasien yang datang ke fasilitas kesehatan umumnya berada dalam kondisi panik, cemas, dan tertekan sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih tenang dan humanis dari petugas medis.
“Orang yang datang ke fasilitas kesehatan kondisi mentalnya beda dengan orang yang datang ke mall. Mereka ini cemas, takut, stres,” tulis akun lainnya.
Sebagian pengguna media sosial juga memilih bersikap netral dan meminta masyarakat tidak terburu-buru menghakimi salah satu pihak sebelum investigasi selesai dilakukan.
Sebelumnya, video dugaan penelantaran pasien anak di Klinik Kimia Farma Sekupang viral di TikTok dan memicu kritik publik. Dalam video tersebut, keluarga pasien memprotes seorang dokter wanita yang disebut enggan memeriksa anak mereka yang sedang sakit dan muntah-muntah.
Menanggapi polemik tersebut, manajemen PT Kimia Farma Diagnostika telah menyampaikan klarifikasi resmi dan memastikan investigasi internal sedang berlangsung untuk mengungkap fakta lengkap kejadian tersebut.