Tarik untuk refresh
Batam Perang Lawan Sampah: Gandeng Pakar UII, Rancang Sistem Retribusi Baru Ala PT Moya

Batam Perang Lawan Sampah: Gandeng Pakar UII, Rancang Sistem Retribusi Baru Ala PT Moya

3 minggu yang lalu

Batam, Batamnews — Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat komitmennya untuk menuntaskan persoalan persampahan yang masih menjadi pekerjaan rumah utama di kota tersebut. Sebagai langkah konkret, Pemko Batam kini menggandeng Center for Environmental Technology Study (CETS) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta untuk menyusun strategi tata kelola persampahan berbasis kajian ilmiah. Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat membuka kegiatan "Penyampaian Laporan Akhir Kajian Optimalisasi dan Strategi Tata Kelola Pengangkutan Sampah Kota Batam" yang berlangsung di Grand Ballroom AP Premiere, Jodoh, Batuampar, pada Senin (18/5/2026). Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat teras Pemko Batam, di antaranya Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, pimpinan perangkat daerah, serta seluruh camat dan lurah se-Kota Batam. Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa penanganan masalah sampah tidak bisa lagi dilakukan dengan pendekatan konvensional. Dibutuhkan langkah strategis yang disusun berdasarkan analisis ahli agar kebijakan yang dihasilkan efektif. “Kami ingin pengelolaan sampah di Batam memiliki arah penyelesaian yang jelas dan terukur sesuai rekomendasi para pakar. Setiap kebijakan harus dibangun melalui analisis yang cermat,” ujar Amsakar. Ia menambahkan, hasil kajian kolaboratif dengan UII ini akan menjadi landasan penting dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Sampah yang saat ini tengah digodok bersama DPRD Kota Batam. Pemko Batam menargetkan terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi secara menyeluruh. Skema yang sedang dimatangkan mencakup berbagai elemen, di antaranya: Penguatan Aparatur Kewilayahan Mengoptimalkan peran RT, RW, Lurah, dan Camat dalam mengawasi pengelolaan sampah di tingkat Tempat Penampungan Sementara (TPS). Optimalisasi Armada Pemerintah Memperbaiki sistem rute dan jadwal pengangkutan oleh pemerintah daerah. Pola Kemitraan Swasta Mengkaji kemungkinan kolaborasi dengan pihak swasta untuk mempercepat proses pengangkutan dan pengolahan sampah. “Kami ingin ada gambaran yang utuh dari hulu hingga hilir. Langkah-langkah strategis ini penting agar persoalan sampah di lapangan dapat ditangani secara lebih baik dan berkelanjutan,” kata Wali Kota. Selain masalah operasional pengangkutan, Amsakar juga menyoroti perlunya pembenahan sistem retribusi persampahan. Untuk mewujudkan sistem yang transparan dan tepat sasaran, Pemko Batam tengah mengkaji penerapan model kategorisasi pelanggan. Model ini diadaptasi dari sistem yang diterapkan oleh PT Moya dalam pengelolaan air bersih di Batam. Melalui sistem ini, pelanggan akan dipetakan berdasarkan kategori rumah tangga maupun skala usaha, sehingga pengelolaan iuran menjadi lebih tertib dan akuntabel. “Jika pola kategorisasi ini dapat dimasukkan ke dalam regulasi daerah, tata kelola retribusi sampah akan menjadi lebih jelas dan transparan,” jelasnya. Di penghujung sambutannya, Amsakar meminta seluruh camat dan lurah untuk proaktif memberikan masukan selama proses perumusan kebijakan ini, mengingat mereka adalah pihak yang paling memahami kondisi lapangan di wilayah masing-masing. Amsakar juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim tenaga ahli CETS UII. “Mudah-mudahan hasil kajian ini benar-benar implementatif dan mampu mendukung terwujudnya tata kelola persampahan Batam yang lebih baik ke depan,” tutupnya. Setelah dibuka secara resmi, agenda dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dari Tenaga Ahli CETS UII Yogyakarta, Hijrah Purnama Putra, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan. Diskusi strategis tersebut berjalan interaktif dengan dipandu oleh Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Batam, Aidil Sahalo, selaku moderator.

Batam, Batamnews — Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat komitmennya untuk menuntaskan persoalan persampahan yang masih menjadi pekerjaan rumah utama di kota tersebut.

Sebagai langkah konkret, Pemko Batam kini menggandeng Center for Environmental Technology Study (CETS) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta untuk menyusun strategi tata kelola persampahan berbasis kajian ilmiah.

Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat membuka kegiatan "Penyampaian Laporan Akhir Kajian Optimalisasi dan Strategi Tata Kelola Pengangkutan Sampah Kota Batam" yang berlangsung di Grand Ballroom AP Premiere, Jodoh, Batuampar, pada Senin (18/5/2026).

Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat teras Pemko Batam, di antaranya Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, pimpinan perangkat daerah, serta seluruh camat dan lurah se-Kota Batam.

Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa penanganan masalah sampah tidak bisa lagi dilakukan dengan pendekatan konvensional. Dibutuhkan langkah strategis yang disusun berdasarkan analisis ahli agar kebijakan yang dihasilkan efektif.

“Kami ingin pengelolaan sampah di Batam memiliki arah penyelesaian yang jelas dan terukur sesuai rekomendasi para pakar. Setiap kebijakan harus dibangun melalui analisis yang cermat,” ujar Amsakar.

Ia menambahkan, hasil kajian kolaboratif dengan UII ini akan menjadi landasan penting dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Sampah yang saat ini tengah digodok bersama DPRD Kota Batam.

Pemko Batam menargetkan terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi secara menyeluruh. Skema yang sedang dimatangkan mencakup berbagai elemen, di antaranya:

Penguatan Aparatur Kewilayahan
Mengoptimalkan peran RT, RW, Lurah, dan Camat dalam mengawasi pengelolaan sampah di tingkat Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Optimalisasi Armada Pemerintah
Memperbaiki sistem rute dan jadwal pengangkutan oleh pemerintah daerah.

Pola Kemitraan Swasta
Mengkaji kemungkinan kolaborasi dengan pihak swasta untuk mempercepat proses pengangkutan dan pengolahan sampah.

“Kami ingin ada gambaran yang utuh dari hulu hingga hilir. Langkah-langkah strategis ini penting agar persoalan sampah di lapangan dapat ditangani secara lebih baik dan berkelanjutan,” kata Wali Kota.

Selain masalah operasional pengangkutan, Amsakar juga menyoroti perlunya pembenahan sistem retribusi persampahan. Untuk mewujudkan sistem yang transparan dan tepat sasaran, Pemko Batam tengah mengkaji penerapan model kategorisasi pelanggan.

Model ini diadaptasi dari sistem yang diterapkan oleh PT Moya dalam pengelolaan air bersih di Batam. Melalui sistem ini, pelanggan akan dipetakan berdasarkan kategori rumah tangga maupun skala usaha, sehingga pengelolaan iuran menjadi lebih tertib dan akuntabel.

“Jika pola kategorisasi ini dapat dimasukkan ke dalam regulasi daerah, tata kelola retribusi sampah akan menjadi lebih jelas dan transparan,” jelasnya.

Di penghujung sambutannya, Amsakar meminta seluruh camat dan lurah untuk proaktif memberikan masukan selama proses perumusan kebijakan ini, mengingat mereka adalah pihak yang paling memahami kondisi lapangan di wilayah masing-masing. Amsakar juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim tenaga ahli CETS UII.

“Mudah-mudahan hasil kajian ini benar-benar implementatif dan mampu mendukung terwujudnya tata kelola persampahan Batam yang lebih baik ke depan,” tutupnya.

Setelah dibuka secara resmi, agenda dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dari Tenaga Ahli CETS UII Yogyakarta, Hijrah Purnama Putra, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan.

Diskusi strategis tersebut berjalan interaktif dengan dipandu oleh Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Batam, Aidil Sahalo, selaku moderator.

wa
fb
copy
Batamnews Home
Memuat…