Kemarin • 12:50
Batam, Batamnews – Arus lalu lintas di jalur Top 100 Batu Aji menuju Muka Kuning, Kota Batam, mengalami kemacetan parah dalam tiga hari terakhir. Kepadatan kendaraan dipicu proyek perbaikan pipa air bocor yang berada tepat di badan jalan hingga menyebabkan penyempitan ruas dan menghambat laju kendaraan.
Kemacetan paling terasa saat jam sibuk, terutama ketika warga berangkat kerja pada pagi hari dan saat pulang kerja di sore hari. Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular panjang di sepanjang jalur tersebut.
Akibat kondisi itu, waktu tempuh pengendara menjadi jauh lebih lama dari biasanya. Sejumlah warga mengaku kesal dan berharap perbaikan segera dituntaskan agar aktivitas masyarakat kembali normal.
Menanggapi keluhan tersebut, Humas Air Batam Hilir (ABH), Ginda Alamsyah, membantah adanya satu pekerjaan perbaikan pipa yang berlangsung hingga tiga hari tanpa selesai.
Menurutnya, kebocoran terjadi berulang akibat aktivitas pekerjaan jalan dari pihak lain yang tidak sengaja mengenai pipa air di kawasan tersebut.
“Beberapa kali di daerah itu terjadi kebocoran pipa karena pekerjaan jalan. Jadi bukan satu perbaikan yang memakan waktu tiga hari, melainkan ada tiga kali perbaikan,” ujar Ginda.
Ia menjelaskan, dalam rentang tiga hari terakhir terjadi kebocoran di titik yang hampir sama sehingga petugas harus beberapa kali melakukan penanganan.
“Dalam rentang tiga hari itu di daerah yang hampir sama memang terjadi kebocoran secara berulang, dan setiap kali bocor langsung kami perbaiki,” katanya.
Ginda memastikan tim ABH selalu bergerak cepat setiap menerima laporan kebocoran. Ia juga menyebut titik kebocoran terakhir yang memicu kemacetan pada hari ini sudah berhasil diperbaiki.
“Contohnya tadi pagi terjadi bocor lagi dan sudah langsung diperbaiki. Alhamdulillah, saat ini semua kebocoran sudah selesai diperbaiki,” pungkasnya.
Masyarakat kini berharap tidak ada lagi kebocoran susulan di jalur tersebut agar arus lalu lintas Batu Aji menuju Muka Kuning kembali lancar dan aktivitas warga tidak terus terganggu.