Tarik untuk refresh
Selamat Tinggal `Simpang Pantek`,LAM Batam Sudah Punya Nama Baru yang Lebih Beradab dan Berbudaya

Selamat Tinggal `Simpang Pantek`,LAM Batam Sudah Punya Nama Baru yang Lebih Beradab dan Berbudaya

6 hari yang lalu

Batam, Batamnews – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam bergerak cepat dalam mematangkan rencana perubahan nama sejumlah titik strategis di Kota Batam. Saat ini, LAM dilaporkan telah mengantongi sejumlah usulan nama baru yang akan menggantikan nama-nama persimpangan dan bundaran yang dianggap kurang merepresentasikan budaya lokal, termasuk usulan nama untuk lokasi yang dikenal masyarakat sebagai Simpang Pantek. Pengurus Bidang Sosial Budaya LAM Kota Batam, Datuk Muhammad Taha, mengungkapkan bahwa daftar nama tersebut kini sedang dalam tahap pembahasan bersama pihak dewan. Meski daftar usulan sudah tersedia, penentuan akhir dilakukan secara hati-hati agar memiliki dasar filosofis yang kuat. "Kayaknya sudah ada (nama-nama yang diusulkan). Cuma kata saya enggak bisa (disebutkan sekarang), ada yang wajib lagi yang bicara hal itu," ujar Datuk Muhammad Taha, Jumat (8/5/2026). Ia menekankan bahwa perubahan nama ini bukan sekadar urusan formalitas atau sekadar kesenangan semata. "Kita kan harus ada tujuan, bukan senang suka-suka kita saja gitu," tegasnya mengenai proses yang tengah berjalan di darat bersama pihak dewan. Rencana besar ini difokuskan pada titik-titik yang selama ini memiliki penamaan informal atau kurang mencerminkan identitas daerah. Salah satu prioritas utama adalah Simpang Pantek, Selain itu, Simpang Frengky juga masuk dalam daftar lokasi yang akan diubah namanya agar lebih kental dengan nuansa lokal. Ketua LAM Kota Batam, Raja Muhammad Amin, membenarkan bahwa aspirasi nama-nama baru terus mengalir deras dari masyarakat. "Belum putus. Saat ini masih terus kita diskusikan karena banyak sekali usulan nama yang masuk ke kami," jelas Raja Muhammad Amin, Rabu (22/4/2026). Untuk memastikan setiap sudut kota terwakili, Raja Muhammad Amin telah menginstruksikan seluruh Ketua LAM di tingkat kecamatan untuk melakukan inventarisasi jalan, simpang, hingga bundaran di wilayah masing-masing. "Saya sudah meminta semua Ketua LAM Kecamatan untuk menginventarisir dan mengusulkan nama-nama yang baik dan layak secara sejarah maupun budaya," tambahnya. Meski demikian, LAM Batam menjamin tidak akan melakukan perubahan secara total. Nama-nama yang dinilai sudah memiliki nilai historis kuat dan sesuai dengan jati diri Batam tetap akan dipertahankan. Langkah LAM ini diharapkan menjadi titik balik bagi penguatan identitas visual dan budaya di Kota Batam. Hasil perumusan nama-nama baru ini nantinya akan direkomendasikan secara resmi kepada Pemerintah Kota Batam. "InsyaAllah, proses ini akan melahirkan nama-nama yang lebih mencirikan jati diri Melayu di Kota Batam," tutup Raja Muhammad Amin. Masyarakat kini tinggal menunggu pengumuman resmi terkait perubahan nama-nama ikonik yang akan menghiasi peta baru Kota Batam tersebut.

Batam, Batamnews – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam bergerak cepat dalam mematangkan rencana perubahan nama sejumlah titik strategis di Kota Batam.

Saat ini, LAM dilaporkan telah mengantongi sejumlah usulan nama baru yang akan menggantikan nama-nama persimpangan dan bundaran yang dianggap kurang merepresentasikan budaya lokal, termasuk usulan nama untuk lokasi yang dikenal masyarakat sebagai Simpang Pantek.

Pengurus Bidang Sosial Budaya LAM Kota Batam, Datuk Muhammad Taha, mengungkapkan bahwa daftar nama tersebut kini sedang dalam tahap pembahasan bersama pihak dewan. Meski daftar usulan sudah tersedia, penentuan akhir dilakukan secara hati-hati agar memiliki dasar filosofis yang kuat.

"Kayaknya sudah ada (nama-nama yang diusulkan). Cuma kata saya enggak bisa (disebutkan sekarang), ada yang wajib lagi yang bicara hal itu," ujar Datuk Muhammad Taha, Jumat (8/5/2026).

Ia menekankan bahwa perubahan nama ini bukan sekadar urusan formalitas atau sekadar kesenangan semata.

"Kita kan harus ada tujuan, bukan senang suka-suka kita saja gitu," tegasnya mengenai proses yang tengah berjalan di darat bersama pihak dewan.

Rencana besar ini difokuskan pada titik-titik yang selama ini memiliki penamaan informal atau kurang mencerminkan identitas daerah. Salah satu prioritas utama adalah Simpang Pantek, Selain itu, Simpang Frengky juga masuk dalam daftar lokasi yang akan diubah namanya agar lebih kental dengan nuansa lokal.

Ketua LAM Kota Batam, Raja Muhammad Amin, membenarkan bahwa aspirasi nama-nama baru terus mengalir deras dari masyarakat.

"Belum putus. Saat ini masih terus kita diskusikan karena banyak sekali usulan nama yang masuk ke kami," jelas Raja Muhammad Amin, Rabu (22/4/2026).

Untuk memastikan setiap sudut kota terwakili, Raja Muhammad Amin telah menginstruksikan seluruh Ketua LAM di tingkat kecamatan untuk melakukan inventarisasi jalan, simpang, hingga bundaran di wilayah masing-masing.

"Saya sudah meminta semua Ketua LAM Kecamatan untuk menginventarisir dan mengusulkan nama-nama yang baik dan layak secara sejarah maupun budaya," tambahnya.

Meski demikian, LAM Batam menjamin tidak akan melakukan perubahan secara total. Nama-nama yang dinilai sudah memiliki nilai historis kuat dan sesuai dengan jati diri Batam tetap akan dipertahankan.

Langkah LAM ini diharapkan menjadi titik balik bagi penguatan identitas visual dan budaya di Kota Batam. Hasil perumusan nama-nama baru ini nantinya akan direkomendasikan secara resmi kepada Pemerintah Kota Batam.

"InsyaAllah, proses ini akan melahirkan nama-nama yang lebih mencirikan jati diri Melayu di Kota Batam," tutup Raja Muhammad Amin.

Masyarakat kini tinggal menunggu pengumuman resmi terkait perubahan nama-nama ikonik yang akan menghiasi peta baru Kota Batam tersebut.

wa
fb
copy
Batamnews Home
Memuat…