3 hari yang lalu
Batam, Batamnews – Kepengurusan Wilayah Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kepulauan Riau (Kepri) periode 2025-2028 resmi dikukuhkan pada Sabtu (25/4/2026).
Bertempat di Hotel Asia Link, Lubuk Baja, Batam, pelantikan ini menjadi momentum penting bagi industri media siber di Kepri untuk memperkuat relevansi dan kepercayaan publik di tengah arus disrupsi digital yang kian kencang.
Dalam prosesi tersebut, Jailani resmi mengemban amanah sebagai Ketua AMSI Kepri, menggantikan Charles Sitompul yang memimpin pada periode 2021-2024. Jailani terpilih melalui Konferensi Wilayah (Konferwil) II AMSI Kepri yang digelar akhir tahun lalu, didampingi oleh Muhammad Bunga Ashab sebagai Sekretaris.
Dalam sambutan perdananya, Jailani menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan langkah awal untuk melakukan kerja nyata yang berdampak bagi internal organisasi maupun eksternal. Ia menyoroti betapa krusialnya aspek kepercayaan publik bagi keberlangsungan media saat ini.
"Masa depan media bukan lagi soal siapa yang paling besar atau paling cepat, tapi siapa yang paling relevan dan dipercaya," tegas Jailani.
Ia menambahkan bahwa media siber saat ini dituntut untuk kreatif dan berani bereksperimen dalam mencari model bisnis baru.
Menurutnya, media tidak bisa lagi hanya bergantung pada satu sumber pendapatan saja, melainkan harus membangun ekosistem yang sehat agar tetap bisa memproduksi konten berkualitas.
Senada dengan Jailani, Koordinator Wilayah AMSI Sumatera, Muhammad Zuhri, memaparkan tantangan berat yang dihadapi media arus utama (mainstream). Media kini tidak hanya bersaing dengan sesama perusahaan pers, tetapi juga harus berhadapan langsung dengan platform media sosial yang mendominasi kecepatan informasi.
Namun, Zuhri optimis bahwa media formal memiliki nilai tawar yang tidak dimiliki media sosial yaitu Legitimas.
"Media tetap memiliki keunggulan berupa legitimasi dan pengakuan formal dari Dewan Pers. Hal inilah yang membuatnya lebih dipercaya masyarakat dibanding platform informal," jelasnya.
Ia pun mengingatkan bahwa kesehatan manajemen media sangat berkorelasi dengan kualitas jurnalistik.
"Ketika bisnis media menurun, ruang redaksi dan kualitas jurnalisme ikut terpengaruh. Di sinilah AMSI berperan untuk mengelola manajemen media yang sehat agar mampu menghasilkan pendapatan sekaligus menjaga marwah jurnalisme," tambah Zuhri.
Wakil Ketua Umum AMSI, Upi Asmaradhana, memberikan gambaran mengenai pertumbuhan AMSI secara nasional yang kini telah hadir di 28 provinsi dengan total sekitar 520 anggota media. Di Kepri sendiri, saat ini tercatat ada 12 media yang tergabung dalam AMSI, yaitu:
Ulasan, TribunBatam, Presmedia, MejaRedaksi, Kepripedia, IniKepri, HarianKepri, Gurindam, Beritaibukota, BatamPos, Batamnews.co.id, dan Angkaberita.
Upi mengungkapkan realitas pahit industri media, di mana keanggotaan di Kepri sempat berkurang dari 15 menjadi 12 media karena tekanan ekonomi. Hal ini menjadi pengingat bagi pengurus baru untuk lebih intensif mendampingi anggotanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya verifikasi Dewan Pers sebagai syarat mutlak anggota AMSI.
"Visi AMSI adalah menghadirkan informasi yang sehat dan bermanfaat. Salah satu pilar utamanya adalah Gerakan CekFakta yang telah kita inisiasi sejak 2018 untuk melawan hoaks," ujarnya.
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kepri, Hendri Kurniadi, yang turut hadir dalam acara tersebut menyambut hangat kepengurusan baru ini. Ia menilai media adalah mitra strategis pemerintah dalam menangkal fenomena viralitas yang belum tentu benar.
"Tidak semua yang viral adalah kebenaran. Bahkan saat ini, media yang menyampaikan fakta pun tak luput dari tuduhan menyesatkan. Oleh karena itu, menangkal hoaks adalah pekerjaan bersama antara pemerintah dan media," kata Hendri.
Ia menegaskan bahwa meskipun pemerintah memiliki saluran publikasi mandiri, peran media sebagai kontrol sosial dan pembawa informasi berkualitas tetap tidak tergantikan.
"Keberhasilan media kini bukan lagi sekadar jumlah pengunjung (traffic), melainkan seberapa besar dampak positif yang diberikan bagi masyarakat," pungkasnya.
Pelantikan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, pimpinan perusahaan media, serta perwakilan instansi pemerintah, yang semuanya sepakat untuk mendorong ekosistem digital di Kepulauan Riau yang lebih sehat dan terpercaya.