1 minggu yang lalu
Batam, Batamnews – Citra Kota Batam sebagai destinasi pariwisata kembali terusik oleh aksi tidak terpuji oknum pengendara sepeda motor. Sebuah insiden ketegangan verbal terjadi di trotoar depan Mega Mall Batam Centre, tepatnya di bawah jembatan penyeberangan, pada Jumat malam (10/4/2026).
Insiden ini menjadi viral di media sosial karena oknum pemotor, yang diduga kuat merupakan pengendara ojek online (ojol), meledak amarahnya saat ditegur oleh seorang wisatawan yang sedang berjalan kaki di area tersebut.
Menurut narasumber di lokasi kejadian, Anto, insiden bermula saat sejumlah sepeda motor nekat menaiki trotoar yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan jalur jogging. Hal ini sangat mengganggu kenyamanan, terutama di area yang ramai dikunjungi oleh wisatawan tersebut.
Seorang pejalan kaki yang belakangan diketahui sebagai wisatawan mencoba memberikan teguran sopan kepada salah satu pemotor yang melintas di trotoar.
Wisatawan tersebut mencoba menunjukkan bahwa motor seharusnya berada di jalur utama, bukan di area pejalan kaki.
Namun, bukannya merasa bersalah atau meminta maaf, oknum pemotor yang memiliki atribut diduga ojol itu justru bereaksi keras. Oknum tersebut langsung membentak dan memarahi wisatawan yang menegurnya dengan nada tinggi.
Aksi oknum tersebut sangat disayangkan. Kawasan trotoar di depan Mega Mall Batam Centre adalah area vital karena merupakan akses utama bagi wisatawan, baik domestik maupun internasional, yang menggunakan pelabuhan feri internasional untuk berkunjung ke Batam.
"Sangat menyedihkan melihatnya. Wisatawan itu hanya mencoba mengingatkan tentang ketertiban kota kita, tapi malah diperlakukan tidak sopan seperti itu. Hal seperti ini bisa membuat wisatawan asing kapok datang ke Batam," ujar Anto kepada media dengan nada kecewa.
Anto menambahkan, identitas pemotor yang marah tersebut terlihat jelas.
"Iya, tukang gojeknya (ojol) karena dia pakai helm gojek penumpangnya yang marah-marah di tegur. Itu kan trotoar jalan kaki malah di buat motor," pungkasnya.
Kejadian ini sekali lagi menyoroti betapa rendahnya kesadaran fungsi trotoar di Batam. Fenomena motor yang merampas hak pejalan kaki di area jogging track masih sering dijumpai, bahkan di area yang sudah memiliki infrastruktur pedestrian yang memadai.
Warga Batam mendesak pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam untuk segera mengambil tindakan tegas. Pemasangan pembatas (bollard) yang lebih rapat dan patroli rutin di titik-titik rawan sangat diperlukan untuk mencegah insiden serupa terulang.
Selain itu, warga juga meminta manajemen aplikator ojek online untuk lebih menertibkan mitranya agar tidak ugal-ugalan di jalan dan menghormati fasilitas publik.