Batam, Batamnews - Suasana duka menyelimuti Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri setelah keluarga besar Politeknik Negeri Batam menerima kabar wafatnya mantan direktur mereka, Priyono Eko Sanyoto (69), Sabtu pagi (11/4/2026). Almarhum ditemukan meninggal dunia di kawasan Bundaran Bandara Hang Nadim, Nongsa, tepatnya di tepi jalan tidak jauh dari sebuah tempat pencucian mobil. Saat ditemukan, korban dalam kondisi terlentang dan tidak sadarkan diri, dengan sepeda yang masih berada di sampingnya. Ia diketahui mengenakan pakaian olahraga berwarna kuning dengan celana hitam. Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Iptu Rahmat Susanto, membenarkan peristiwa tersebut. “Ada seorang pria yang ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia, dan saat ini jenazah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri,” ujarnya. Menurut Rahmat, dugaan sementara korban meninggal akibat kelelahan atau gangguan kesehatan seperti serangan jantung. Namun, penyebab pasti belum dapat dipastikan karena pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. “Mungkin kecapekan atau jantung. Keluarga korban menolak autopsi, jadi secara spesifik kami belum mengetahui penyebabnya,” tambahnya. Di RS Bhayangkara Polda Kepri, keluarga besar Politeknik Negeri Batam yang terdiri dari staf, pengurus, dan tenaga pengajar tampak hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Suasana haru terlihat jelas, dengan beberapa di antaranya tidak kuasa menahan tangis. “Beliau orang baik, makanya banyak yang datang. Dia mantan direktur kami,” ujar salah seorang staf. Rencananya, jenazah almarhum akan disalatkan di Politeknik Negeri Batam sebelum diterbangkan ke Jawa Barat pada pukul 14.00 WIB untuk dimakamkan di Bandung. Kepergian Priyono Eko Sanyoto menjadi kehilangan besar bagi dunia pendidikan, khususnya di lingkungan Politeknik Negeri Batam. Ia dikenal sebagai sosok pemimpin yang ramah dan dekat dengan civitas akademika. (jam)
Batam, Batamnews - Suasana duka menyelimuti Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri setelah keluarga besar Politeknik Negeri Batam menerima kabar wafatnya mantan direktur mereka, Priyono Eko Sanyoto (69), Sabtu pagi (11/4/2026).
Almarhum ditemukan meninggal dunia di kawasan Bundaran Bandara Hang Nadim, Nongsa, tepatnya di tepi jalan tidak jauh dari sebuah tempat pencucian mobil.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi terlentang dan tidak sadarkan diri, dengan sepeda yang masih berada di sampingnya. Ia diketahui mengenakan pakaian olahraga berwarna kuning dengan celana hitam.
Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Iptu Rahmat Susanto, membenarkan peristiwa tersebut.
“Ada seorang pria yang ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia, dan saat ini jenazah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri,” ujarnya.
Menurut Rahmat, dugaan sementara korban meninggal akibat kelelahan atau gangguan kesehatan seperti serangan jantung. Namun, penyebab pasti belum dapat dipastikan karena pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.
“Mungkin kecapekan atau jantung. Keluarga korban menolak autopsi, jadi secara spesifik kami belum mengetahui penyebabnya,” tambahnya.
Di RS Bhayangkara Polda Kepri, keluarga besar Politeknik Negeri Batam yang terdiri dari staf, pengurus, dan tenaga pengajar tampak hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Suasana haru terlihat jelas, dengan beberapa di antaranya tidak kuasa menahan tangis.
“Beliau orang baik, makanya banyak yang datang. Dia mantan direktur kami,” ujar salah seorang staf.
Rencananya, jenazah almarhum akan disalatkan di Politeknik Negeri Batam sebelum diterbangkan ke Jawa Barat pada pukul 14.00 WIB untuk dimakamkan di Bandung.
Kepergian Priyono Eko Sanyoto menjadi kehilangan besar bagi dunia pendidikan, khususnya di lingkungan Politeknik Negeri Batam. Ia dikenal sebagai sosok pemimpin yang ramah dan dekat dengan civitas akademika.
(jam)